Algoritma Google Mei Terbaru 2020-2003 Sejarah dan Update-nya!

Algoritma Google

Update Algoritma Google Mei terbaru 2020 dan sejarah perkembangannya dari tahun 2003 dibahas pada postingan ini. Google telah merilis banyak major update algoritmanya saat ini.

Tentunya, membuat Anda dan para marketer digital harus selalu mampu beradaptasi dengan perubahan pada setiap pembaharuan yang dirilis.

Karena, tidak setiap update diumumkan oleh Google.

Beberapa update utama memang diumumkan secara resmi ke publik, sementara update lainnya bahkan tidak dipublikasikan sama sekali. Adalah para praktisi yang merasakan langsung perubahan yang ada yang kemudian memberi tahu bahwa telah terjadi pembaharuan algoritma.

Ketika Anda melakukan pencarian melalui search engine atau mesin pencari Google, rasa penasaran tentu muncul terkait bagaimana caranya Google bisa membaca dan memahami apa yang Anda cari.

Ternyata, jawaban dari rasa penasaran Anda adalah adanya algoritma Google atau lebih tepatnya algoritma mesin pencari Google.

Algoritma Google inilah yang bertanggung jawab menentukan hasil pencarian dari apa yang Anda cari. Yang didesain untuk membaca faktor-faktor yang menentukan hasil pencarian.

Algoritma mesin pencari Google adalah sesuatu yang kompleks dan dinamis (berubah seiring berjalannya waktu).

Sudah ada sejak akhir 90-an, Google berusaha selalu melakukan penyesuaian dan pembaharuan algoritma pencariannya. Dan hal tersebut menjadi suatu fakta perkembangan upgrade algoritma pencarian dalam server Google.

Seperti update Algoritma Google berikut ini  :

Update Algoritma Google Terbaru

Algoritma Google pasca update secara sederhana akan melakukan refresh pada hasil pencarian yang berkaitan dengan sesuatu yang baru atau sesuatu yang tidak terdeteksi sebelumnya.

Sangat mungkin bagi Google untuk merilis update untuk algoritmnya dalam beberapa bulan ke depan di tahun 2020. Dan itu terbukti sekarang, Mei 2020Algoritma Google 2020

Tahun 2020 barus berumur 5 bulan. Hingga artikel ini diupdate, Google telah merilis dua update pada algoritmanya. Update pertama adalah Google Core Update dan update kedua adalah Featured Snippet Deduplication.

Featured Snippet Deduplication dirilis pada 22 Januari 2020. Update ini berisi pembaharuan posisi snippet tidak akan lagi diulang pada halaman 1 daftar organik reguler.

Perubahan pasca update ini secara penuh memengaruhi semua daftar pencarian dan berlaku untuk seluruh dunia.

Di awal Januari, tepatnya pada 13 Januari 2020, Google Core Update terbaru Google dirilis. Diberi titel, January 2020 Core Update, pembaharuan ini akan berdampak pada semua hasil pencarian dalam skala dunia.

Update ini berlaku umum dan tidak menargetkan aspek yang spesifik.

Algoritma Google 2019

Di tahun 2019, terdapat beberapa pembaharuan pada algoritma mesin pencari Google yang menarik perhatian. Sayangnya tidak ada algoritma utama yang dirilis di tahun ini.

Update pertama yang dirilis di tahun ini adalah Valentine’s Day Update yang dirilis pada 13 Februari 2019.

Update kedua yang dirilis Google adalah March 2019 Core Update alias Florida 2. Update tersebut merupakan update terbesar Google di tahun ini.

Google memberikan beberapa clues mengenai apa saja yang ada pada update tersebut.

Beberapa clues tersebut adalah peningkatan berfokus pada konten, tetapi tidak terkait masalah kualitas dan pembaharuan berfokus menyediakan hasil pencarian yang lebih baik.

Beberapa bulan berselang, tepatnya pada 2 Juni 2019, Google merilis June 2019 Core Update.

Core update ini juga diberitakan tidak memberikan dampak yang spesifik alias bersifat umum dan memengaruhi banyak faktor. Pada 24 September 2019, Google memperbaharui algoritma Broad Core.

Di akhir tahun 2019, publik mendapatkan update BERT (Bidirectional Encoder Representations from Transformers).

Algoritma Google BERT

BERT adalah sebuah mesin pembelajaran algoritma. BERT mampu menemukan konteks penuh dari sebuah kata yang datang sebelum dan sesudahnya. Dengan kata lain, BERT menggunakan konteks dan relasi dari semua kata pada sebuah kalimat.

Sebelumnya, identifikasi hanya dilakukan kata per kata tanpa konteks yang penuh.

Google sendiri menggunakan model BERT untuk lebih memahami queries pencarian. Apa artinya update BERT untuk mesin pencari?

Artinya, google memiliki algoritma yang lebih komprehensif dalam menginterpretasikan pencarian terutama maksud dari pencarian yang dilakukan.

Update BERT dirilis pada 25 Oktober 2019 dan diklaim memberikan pengaruh dan perbedaan pada mesin pencari Google. Di awal Desember 2019, Google merilis pembaharuan BERT untuk pengguna Google di seluruh dunia.

Sebelumnya, BERT dirilis dengan dukungan bahasa Inggris saja. Pasca diupdate, bahasa-bahasa lain di dunia masuk dalam pembaharuan BERT tersebut. Pembaharuan BERT merupakan update terakhir di tahun 2019.

Algoritma Google 2018

Speed Update untuk perangkat mobile dan Broad Core bernama Medic adalah 2 pembaharuan yang menyita banyak perhatian di tahun 2018.

Google tampaknya serius dan memahami jika pengguna menuntut pengiriman cepat informasi yang diminta, tidak hanya pada PC saja tetapi juga pada perangkat mobile.

Google kemudian meresponsnya dengan merilis pembaharuan yang memasukkan kecepatan sebagai salah satu ranking faktor yang menentukan hasil pencarian pada perangkat mobile.

Pembaharuan ini akan sangat mematikan pada website yang gagal menyediakan performa dan kecepatan yang diminta.

Update pada algoritma Broad Core di tahun ini ternyata berdampak buruk pada banyak website medis. Alasan mengenai hal tersebut tidak jelas.

Meskipun sudah banyak dibongkar, algoritma Google memang selalu menyimpan misteri dan tanya yang tidak mudah untuk dijawab dan dijelaskan.

Update pada algoritma Broad Core dilakukan pada tiga periode dalam satu tahun. Update pertama dirilis pada 9 Maret 2019.

Update pertama ini diklaim Google memengaruhi dan memberikan manfaat pada website yang sebelumnya tidak terapresiasi. Google juga memberikan semangat untuk terus membuat konten berkualitas.

Broad Core algoritma kemudian diupdate lagi pada 16 April 2018. Isi dari update ini cukup minor dan berfokus pada relevansi konten. Update ketiga dari Broad Core ini dirilis pada 1 Agustus 2018.

Update inilah yang disebut Medic dimana Google sendiri menyangkal menargetkan update ini pada website dengan tema yang spesifik.

Pada 27 September 2018, Google merilis update kecil. Kemudian, pada 31 Oktober 2019, tersebar berita jika Google merilis update.

Update yang dinamakan oleh banyak orang sebagai Halloween Update ini sebenarnya tidak terasa signifikan bahkan diabaikan oleh tidak sedikit pihak.

Algoritma Google 2017

Google merilis Fred, update utama algoritma Google pada 8 Maret 2017. Sebenarnya Fred bukan algoritma sepenuhnya.

Fred adalah sebuah nama yang merujuk pada pembaharuan algoritma yang berkaitan dengan kualitas pada sebuah website yang tidak diidenfitikasi oleh Google.

Fred bisa dikatakan merupakan istilah umum untuk mengidentifikasi adanya perubahan dan pembaharuan pada algoritma yang menyasar kualitas sebuah konten atau website.

Kadang kala, update pada kualitas tersebut tidak pernah diberi nama, padahal cakupan dampak dari update tersebut tidak kecil.

Beragam pembaharuan tersebut akhirnya diberi nama Fred oleh Google. Dibandingkan dengan update utama dari Google, terutama yang diberi nama, Fred ini cukup umum dan tidak menargetkan hal yang spesifik.

Hal tersebut juga berdampak pada SEO secara keseluruhan dimana hanya beberapa yang merasakan dampaknya.

Banyak laporan menunjukkan jika Mereka yang terdampak biasanya memiliki masalah pada Google Webmaster Guidelines. Yang berisi beragam ceklis mengenai sesuatu yang berdampak buruk pada SEO.

Anda patut membaca dan memahami setiap poin yang ada pada panduan The Google Webmaster Guidelines tersebut.

Bagaimana jika tidak ada yang salah pada paduan tersebut? Maka, Anda bisa menggunakan The Google Search Quality Evaluator Guidelines. Fred adalah satu-satunya update utama Google di tahun 2017.

Selain Fred, Google merilis cukup banyak update di tahun tersebut.

Pada 10 Januari 2017, Google merilis Intrusive Interstitials Update. Update tersebut bertujuan memperbaiki pop-up dan beberapa hal lain yang mengganggu user experience pada perangkat mobile.

Sementara itu, dampaknya terhadap hasil pencarian dapat dikatakan minimal.

Selanjutnya, Google merilis update minor pada 1 Februari. Update ini menargetkan jaringan blog privat dan Mereka yang melakukan pembangunan link berbau spam.

Update selanjutnya dirilis pada 7 Februari 2017. Update ini berdampak besar, namun dirilis dengan skala rilis yang cenderung sederhana bahkan tanpa konfirmasi resmi.

Update ini mampu membuat pergerakan pada SERP dan membuat posisi banyak website terombang-ambing dalam artian ada yang turun dan naik secara signifikan.

Beberapa saat pasca update, diketahui bahwa website dengan konten berkualitas tinggi dan relevan mendapatkan visibilitas yang besar.

Pada 17 Mei, Google merilis Quality Update. Pembaharuan ini terdeteksi oleh alat pelacak SEO. Dampak dari update ini cukup terbatas.

Website-website yang cenderung terdampak update ini memiliki masalah pada user experience, konten berkualitas rendah, dan pemasangan iklan-iklan agresif yang terkadang menyesatkan.

Update selanjutnya dirilis pada 25 Juni 2017. Update ini juga teridentifikasi di bawa radar.

Hampir semua website terdampak dengan website di bidang industri minuman paling terdampak. Update minor kembali terdeteksi pada 9 Juli 2017.

Memasuki bulan Agustus, tepatnya pada 19 Agustus, Google merilis Quality Update. Update ini berdampak pada beberapa jenis konten.

Beberapa jenis konten yang terdampak diantaranya halaman dengan iklan yang berkualitas rendah, konten yang dibuat singkat dengan kualitas rendah, dan website dengan user experience yang negatif.

Fall Flux dan Maccabees adalah dua update yang dirilis Google di akhir tahun 2017.

Fall Flux dirilis pada 8 September 2017. Update ini memengaruhi hasil pencarian, visibilitas pencarian, dan berdampak pada traffix.

Pasca dirilis, terdapat fluktuasi yang terjadi pada 18 September hingga 12 Oktober. Maccabees Update dirilis pada 12 Desember 2017.

Update tersebut terdeteksi setelah beberapa laporan bahwa telah terjadi perubahan pada website dari tanggal 12 hingga tanggal 14. Google kemudian mengonfirmasi bahwa telah terjadi beberapa perubahan pasca perilisan algoritma tersebut.

Maccabees menutup rentetan update Google sepanjang tahun 2017.

Algoritma Google 2016

Possum adalah algoritma Google utama yang dirilis di tahun 2016. Dirilis pada 1 September 2016, algoritma ini sangat memengaruhi hasil pencarian lokal dan variasi pada hasil pencarian dengan queries yang sama.

Dengan dirilisnya algoritma Possum ini, persaingan pada target lokasi dan pencarian lokal menjadi meningkat.

Update Possum ini berusaha memastikan sebuah pencarian lokal menghasilkan hasil pencarian yang dekat dengan lokasi dimana pencari berada.

Jadi, pasca Possum sangat mungkin untuk pencari menemukan hasil pencarian yang dikalkulasi berdasarkan kedekatan lokasi ketimbang faktor lainnya.

Possum juga memberikan variasi hasil pencarian yang lebih banyak pada queris yang sama. Hal tersebut tentu memberikan pilihan hasil pencarian yang lebih banyak dan lebih beragam. Update terbaru dari algoritma ini membuat banyak perusahaan tidak teranking baik di luar sana, namun teranking lebih baik secara lokal.

Dampak lain dari Possum adalah membuat pencarian lokal lebih mandiri dan lebih dapat diandalkan untuk menemukan hasil pencarian yang relevan dan akurat. Untuk merespons perubahan ini, ada beberapa penyesuaian dan kebijakan baru yang perlu diterapkan.

Anda perlu melakukan ekspansi kata kunci dan memilih kata kunci yang sangat spesifik sesuai area atau lokasi target. Para pebisnis lokal perlu meningkatkan kualitas pengoptimalannya karena persaingan lokal mungkin akan meningkat.

Selain Possum, Google juga merilis beberapa update untuk algoritma lain.

Panda Core Algorithm Incorporation dirilis pada 11 Januari 2016. Update ini mengindikasikan Panda telah diinkorporasi ke algoritma inti Google.

Konsekuensi dari keputusan tersebut, Panda menjadi sinyal ranking inti. Google merilis Mobile-Friendly Update pada 12 Mei 2016.

Update tersebut merupakan update kedua dari Mobilegeddon. Mobilegeddon 2 ini berdampak pada peningkatan efek dari sinyal ranking. Update selanjutnya adalah Quality Update yang dirilis pada 1 Juni 2016. Update satu ini sebenarnya tidak dikonfimasi oleh Google.

Penguin mendapatkan pembaharuan pada 23 September 2016.

Update yang berisi Penguin Update 4.0 dan integrasi algoritma inti membuat Penguin kini diintegrasikan pada algoritma inti. Pasca update tersebut Penguin sekarang bisa mengevaluasi website dan link dalam waktu nyata (real-time).

Penguin Update 4.0 adalah update terakhir untuk algoritma Penguin.

Update terakhir di tahun 2016 adalah update tanpa nama (Unnamed Update). Update yang dirilis pada 10 November 2016 ini diindikasi setelah adanya dampak pada alat pelacak SEO.

Algoritma Google 2015

Algoritma Google Mobilegeddon

2015 adalah tahun dimana 2 update utama algoritma mesin pencari Google dirilis. Mobile adalah algoritma utama pertama yang dirilis di tahun ini.

Dirilis pada 21 April 2015, update Mobile memastikan webpages yang mobile-friendly akan diranking lebih tinggi pada pencarian mobile.

Mobile update sangat berpengaruh pada website yang sama sekali tidak atau belum dioptimalkan untuk mobile.

Bahkan, website yang tidak dioptimalkan untuk mobile akan disaring pada SERP atau rankingnya dilempar jauh. Update mobile ini membuat Anda harus fokus pada kecepatan dan pengalaman berinternet di perangkat mobile.

Update Mobile yang sering disebut dengan sebutan Mobilegeddon dimaksudkan untuk memberikan hadiah dan apresiasi untuk website yang mobile-friendly.

Mobilegeddon juga menyediakan hasil pencarian yang lebih baik pada perangkat mobile. Dampak dari Mobilegeddon ini cukup spesifik.

Ada 3 aspek yang sangat terpengaruh pada update ini. Ke-3 aspek tersebut adalah hasil pencarian pada mesin pencari, hasil pencarian pada seluruh bahasa secara global, dan update ini diterapkan pada halaman secara individu, tidak pada seluruh website. Perubahan ini berdampak masif.

Mau tidak mau, Anda harus menyesuaikan website agar bisa diidenks lebih baik ke depannya. Dirilisnya Mobilegeddon juga menimbulkan tanya. Jangan-jangan Google kini lebih memprioritaskan pencarian mobile? Jawabannya mungkin benar.

Mobilegeddon sama sekali bukan soal pencarian organik atau konten tetapi soal bagaimana meningkatkan user experience.

Dengan dirilisnya Mobilegeddon ini adalah respons terhadap semakin banyaknya pengguna smartphone dan peluang profit dari mobile ads yang sangat sayang untuk diabaikan.

Update utama kedua yang dirilis di tahun 2015 adalah RankBrain. RankBrain sudah diuji pada April 2015, namun baru dirilis secara penuh pada 26 Oktober 2015.

RankBrain sendiri adalah bagian dari algoritma Hummingbird, sebuah learning machine yang mampu membantu Google memahami makna dari maksud pencarian.

Update RankBrain berpengaruh pada relevansi pencarian, berdampak buruk pada konten tidak jelas dengan user experience yang buruk.

Pasca dirilisnya RankBrain para praktisi SEO memilih untuk meningkatkan relevansi konten dan banyak menggunakan alat bantu analisis seperti WebSite Auditor.

Alat TF-IDF pada WebSite Auditor bisa membantu Anda menemukan kata dan istilah relevan yang digunakan oleh banyak kompetitor top. Dengan demikian, Anda bisa mendiversifikasi konten yang akan dibuat kemudian. Google sebenarnya menyebut RankBrain sebagai sinyal ranking terpenting ketiga.

Selain Mobilegeddon dan RankBrain, Google juga merilis udpdate untuk aspek lainnya.

Pada 3 Mei 2015, Google merilis Quality Update atau disebut juga Phantom Update. Update ini mengubah algoritma perangkingan yang secara spesifik menyasar bagaimana Google menilai sinyal.

Phantom Update ini dilaporkan memberikan dampak pada website dengan kualitas rendah yang terlalu banyak menampilkan iklan.

Pada 17 Juli 2015, Google merilis Panda Update 4.2. Update untuk algoritma Panda ini merupakan update terbaru sekaligus update terakhir.

Sebenarnya, update Panda terakhir ini tidak begitu menarik dalam artian, dampak yang dirasakan tidak begitu terasa.

Maka, tidak heran jika update ini dianggap tidak substansual dan tidak begitu spesifik bagaimana isi dari update ini memberikan pengaruh pada dunia mesin pencari.

Algoritma Google 2014

Di tahun 2014, Google merilis algoritma utamanya, yaitu Pigeon. Pigeon diluncurkan pada 24 Juli 2014 di Amerika Serikat dan 22 Desember 2014 di UK, Kanada, dan Australia. Algoritma ini sangat berdampak buruk pada website dan konten dengan on-page dan off-page SEO yang buruk.

Secara umum algoritma Pigeon memengaruhi pencarian lokal. Pasca Pigeon, lokasi dimana pencari berada memegang peran penting dalam penentuan hasil pencarian. Update ini memberikan ikatan yang lebih kuat antara algoritma lokal dengan algoritma inti.

Pigeon ditujukan untuk membuat hasil pencarian lokal yang lebih akurat dan sesuai dengan lokasi pencari. Algoritma ini juga bertujuan membuat pencarian lokal lebih relevena dan lebih berkualitas. Algoritma Pigeon juga berpengaruh pada Google Maps.

Pengaruhnya yang kuat pada oon dan off-page SEO, membuat And perlu melakukan evaluasi pada konten-konten yang sudah dipublikasikan.

Melakukan analisis on-page SEO perlu dilakukan untuk menemukan mana saja yang perlu dikoreksi dan pengoptimalan di sektor mana saja yang perlu segera dilakukan dengan efektif.

Sementara untuk off-page SEO, perhatkan baik-baik link dan backlink yang Anda gunakan. Pastikan menggunakan tautan yang relevan agar diindeks lebih baik.

Hasil dari dirilisnya algoritma Pigeon dapat Anda saksikan langsung pada pencarian lokal yang Anda lakukan.

Pasca Pigeon, Anda akan mendapatkan rekomendasi pencarian yang lebih baik, terutama terkait pencarian lokasi dan properti.

Contohnya, Anda akan mendapatkan hasil pencarian dan rekomendasi yang lebih baik ketika sedang mencari hotel, restoran, rumah sakit, dan objek lain yang berada di sekitar Anda.

Hasil pencarian yang lebih relevan dan akurat juga muncul pada Google Maps. Pigeon bisa jadi merupakan berkah bagi para pebisnis jasa (kuliner, rekreasi, hotel, dll) lokal. Algoritma ini membuat para pebisnis bisa merancang strategi SEO-nya yang menitikberatkan pada konsumen lokal.

Selain merilis update algoritma utamanya, Google juga merilis update untuk beberapa algoritma Google terdahulu.

Di tahun 2014, Google merilis update untuk Page Layout Refresh, Payday Loan Update 2.0, Panda update 4.0, Payday Loan Update 3.0, Panda Update 4.1, dan Penguin Update 3.0.

Di tahun ini Google menerapkan kebijakan yang memberikan boost ringan pada website yang mengimplementasikan HTTPS.

Implementasi tersebut mengindikasikan keamanan yang baik antara website dengan pengunjungnya. Kebijakan ini sebenarnya tidak begitu mengejutkan.

Penerapan HTTPS sebelumnya sudah menjadi ranking faktor. Meskipun tidak terlalu berdampak, kebijakan ini kian menegaskan sikap dan prioritas Google mengenai aspek keamanan pada sebuah website.

Bukan tidak mungkin, aspek enkripsi dan keamanan ini akan memegang perang yang lebih besar di masa depan.

Algoritma Google 2013

Update Hummingbird adalah pembaharuan yang berfokus pada pencarian semantik. Hummingbird adalah update utama yang dirilis Google di tahun 2013.

Algoritma Google 2012

Update Penguin ini dirilis untuk mengontrol web spam. Di waktu yang sama, Google juga mengeluarkan update utama untuk Panda, EMD, Page Layout, Pirate, dst.

Algoritma Google 2011

Panda adalah update utama yang dapat dikatakan sebagai awal mula algoritma Google untuk SEO di era modern. Update utama ini menargetkan farming link (ternak link) dan konten berkualitas rendah.

Berbarengan dengan update Panda ini, Google juga memperkenalkan tombol +1

Algoritma Google 2010

Perkenalan Google Places dan beragam update utama seperti Google Instant, Caffeine, May Day, dan Brand menandai bahwa tahun 2010 adalah tahun yang penting.

Update-update utama tersebut dinilai memberikan dampak yang cukup signifikan sejak awal kemunculan update dari Google.

Algoritma Google 2009

Update Real Time Search mengintegrasikan semua konten terindeks yang baru, Google News, dan beragam sources lain dalam sebuah real time feed pada beberapa SERP.

Algoritma Google 2008

Untuk pertama kalinya, Google menampilkan Google Suggest atau fitur yang akan menampilkan rekomendasi pencarian. Fitur ini muncul ketika Anda mengetik apa yang akan Anda cari di mesin pencari Google.

Algoritma Google 2007

Selain Universal Search, Google juga merilis satu update utama pada tahun 2007. Update utama tersebut adalah Buffy.

Update Universal Search membawa 10-Lisitng SERP (Search Engine Results Page), sementara update Buffy berisi banyak pembaharuan kecil dalam jumlah yang banyak.

Algoritma Google 2005

XML Sitemap diperkenalkan oleh Google. Pada update ini, Google juga menggabungkan Google locals dan peta secara bersamaan.

Beberapa pembaharuan, diantaranya Big Daddy, Jagger, Bourbon, dan Allegra mengubah cara Google bekerja di belakang layar.

Algoritma Google 2004

Pada tahun 2004, Google merilis update Brandy dan Austin.

Update tersebut berisi upaya untuk meningkatkan atensi pada relevansi anchor text, LSI, dan jaringan link (tautan).

Algoritma Google 2003

Eksis pada tahun 1998, dibutuhkan 5 tahun bagi Google untuk merilis update utamanya.

Sebelumnya, di tahun 2002, Google sebenarnya sudah merilis update (minor). Update tersebut meningkatkan prioritas penilaian pada kualitas sebuah anchor text.

Satu tahun kemudian, Google merilis Boston Update yang diikuti dengan pembaharuan berkala lain yang diberi nama Cassandra, Dominic, Esmeralda, dan Florida. Boston update inilah yang merupakan update berkala pertama dari Google.

Berdasarkan perjalanan sejarah algoritma mesin pencarian Google tersebut, Anda bisa mengambil pelajaran jika Google kian hari semakin memberikan perhatian besar pada SEO.

Di awal kemunculannya, algoritma Google ini mudah untuk dibongkar dan sederhana.

Google semakin cerdas dan merilis beragam algoritma cerdas yang mampu mengidentifikasi faktor-faktor kualitatif.

Lebih jauh, algoritma Google terbaru mampu mengidentifikasi kualitas dan nilai dari sebuah konten dengan mempertimbangkan aspek-aspek manusia ketimbang aspek mesin.

Algoritma Google Maps

Sepintas, Google Maps bekerja dengan sangat mudah.

Yang perlu Anda lakukan pada peta digital tersebut adalah melihat objek, katakanlah pencarian lokasi pakar SEO, kemudian Anda mengaktifkan instruksi untuk menentukan rute terpendek dan tercepat untuk mencapai lokasi tersebut.

Google Maps akan memproses instruksi tersebut dan memberikan rute tercepat yang diminta.

Terlepas, apakah rute tersebut adalah rute tercepat, kemampuan Google Maps untuk menentukan rute tercepat tersebut memunculkan secak kagum dan tanya, bagaimana program tersebut bisa melakukannya?

  • Implementasi Algoritma Dijkstra Pada Google Map

Google tidak mampu membaca peta dan menggunakan sebuah algoritma untuk menentukan rute terbaik. Cara kerja atau algoritma Google Maps tersebut sangat terinsipirasi dari algoritma Djikstra.

Algoritma Djikstra tersebut sangat berpengaruh dan memberikan banyak ide dalam dunia pencarian jalan.

Dengan hadirnya Google Maps dan aplikasi peta lain, Anda tidak perlu berpikir lama bagaimana mencapai tujuan akhir dan menghitung dengan spesifik waktu dan BBM yang akan dikeluarkan.

Meskipun tampak sederhana, cara kerja (algoritma) pada Google Maps ini merupakan sebuah penemuan yang besar pengaruhnya.

Algoritma Djikstra tersebut telah memberikan inspirasi mengenai bagaimana sebuah algoritma sederhana dan pendek bisa menyelesaikan permasalahan yang kompleks. Apakah algoritma pada Google Maps ini sama dengan algoritma pada aplikasi peta digital lainnya?

Algoritma pada peta digital umumnya tidak persis sama, tetapi tidak pernah jauh dari algoritma A* search dan algoritma lain yang merupakan pengembangan dan ekstensi dari algoritma Djisktra. Perkembangan Google Maps dan algoritmanya sejalan dengan beragam tantangan yang muncul.

Hingga saat ini, penentuan rute tercepat pada Google Maps masih terkendala halang rintang berupa kemacetan, kecelakaan, dan kejadian lain yang bisa mengubah prediksi rute terbaik dalam waktu tidak terduga.

Tantangan tersebut tentu akan membuat algoritma untuk Google Maps kian berkembang.

  • Kaitan Pigeon dan Google Maps

Kaitan antara Google Maps dengan algoritma Google dalam hal ini mesin pencari dapat dilihat dari update utama bernama Pigeon.

Pigeon dirilis pada tahun 2014 dan fokus pada SEO lokal. Kaitan utama dari Pigeon dengan Google Maps adalah bagaimana update tersebut memengaruhi aplikasi peta digital terpopuler tersebut.

Sebelumnya, Google Maps terpisah dengan mesin pencari Google dalam artian pencarian yang dilakukan pada mesin pencari Google dibandingkan dengan Google Maps akan (sangat mungkin) menghasilkan hasil pencarian yang berbeda.

Pasca Pigeon hal tersebut berubah.

Kini, ada semacam kohesi antara Google dengan Google Maps sehingga pencarian yang dilakukan akan menghasilkan hasil pencarian yang lebih serasi. Pigeon juga memberikan peran yang lebih besar pada pencarian lokal dengan banyak objek atau perusahaan lokal yang banyak mendapatkan pengaruh positif.

Disertakannya Google Maps dalam pengembangan algoritma mesin pencari Google, membuat aplikasi tersebut masuk dalam jenis mesin pencari baru. Kini, para pebisnis bisa memanfaatkan SEO untuk Google Maps agar bisa berada di daftar teratas pencarian aplikasi tersebut.

Algoritma Google Maps

Tidak sedikit orang yang melakukan migrasi pencarian dari Google ke Google Maps. Anda juga perlu mengoptimalkan mesin pencari lokal untuk bisa mempromosikan produk Anda di area dimana Anda berada.

Beberapa faktor yang dianggap memberikan dampak pada hasil pencarian di Google Maps adalah profil GMB (Google My Business), backlinks yang berkualitas, kualitas reviews, relevansi on-page, dan NAP (Name Address and Phone Number) and Citations.

Baru-baru ini, tepatnya mulai 14 Februari 2020, Google melakukan pembaharuan pada algoritma mesin pencari lokal. Update ini juga berpengaruh pada ranking dan hasil pencarian bisnis lokal, Google Local Packs, dan tentu saja Google Maps.

Wahyu Blahe
Wahyu Blahe Guru SEO, Digitalpreneur, Public Speaker, Konsultan Digital Marketing, Blogger Medan | WA: 085261199133