Contoh Naskah Drama Singkat

Contoh Naskah Drama Singkat

Contoh naskah drama singkat memberikan gambaran tentang bagaimana cara membuat naskah yang baik dan benar. Naskah drama merupakan teks tertulis berbentuk dialog yang mampu menggambarkan watak seseorang dalam kehidupan.

Salah satu fungsi dari naskah tersebut adalah memberikan arahan atau panduan bagi para pemain untuk dapat menghayati karakter yang akan dimainkannya. Dengan adanya naskah, dialog antar pemain bisa dilakukan dengan lebih baik dan terarah. Pemain boleh melakukan improvisasi saat tampil.

Naskah Drama Persahabatan

Persahabatan merupakan tema yang sering diangkat ke dalam drama karena memiliki alur yang nyata dan sering terjadi. Biasanya drama bertema persahabatan dipentaskan oleh para siswa untuk mendapatkan nilai sastra. Berikut contoh naskah drama singkat tentang persahabatan:

Judul: Nana masuk sekolah

Saat jam istirahat di sekolah, Ayu, Windi, dan Anton sedang memesan jajanan di kantin sambil mengobrol.

Ayu : “Kalian tau gak? Dicky sudah tidak masuk sekolah selama 3 hari? Apakah dia sakit?”

Anton : “Aku waktu itu pernah melihatnya duduk di belakang rumah dan menanyakan kabarnya. Dia bilang dia baik-baik saja. Namun, sepertinya ada yang aneh.”

Windi : “Aneh gimana? Setahu saya Dicky adalah anak yang rajin. Dia jarang sekali tidak masuk sekolah. Apakah dia sedang memiliki masalah yang berat?”

Ayu : “Aku juga tidak tahu. Dia tidak pernah menceritakannya.”

Windi : “Oh ya, aku ingat, waktu itu Mira pernah bercerita kepadaku melihat Dicky membantu berjualan di pasar. Dari hari itu dia mulai tidak masuk sekolah.”

Anton. “Bagaimana jika kita berkunjung ke rumahnya saja setelah pulang sekolah nanti?”

Ayu dan Windi : “Ok boleh kalo begitu.”

Sorenya setelah pulang sekolah mereka berkumpul kembali untuk bersama-sama mendatangi rumah Dicky.

Dicky : “Hai teman-teman, tumben ada apa ke sini?”

Ayu : “Kami khawatir, kenapa kamu tidak masuk sekolah selama tiga hari ini. Jadi, kami datang untuk menjenguk.”

Anton : “Tapi kayaknya kamu sehat-sehat saja Dick, sebenarnya ada apa? Ceritakan kepada kami?”

Dicky : “Maaf sebelumnya, saya tidak pernah bercerita karena saya malu dan takut mengganggu kalian. Saya harus membantu berjualan di pasar untuk meringankan biaya sekolah. Adik saya Nana juga akan masuk sekolah tahun ini. Jadi, butuh biaya besar.”

Windi : “Oh begitu, kenapa tidak cerita saja Dick. Kami akan bisa membantu. Bagaimana kalo setelah pulang sekolah kita bersama-sama membantu Dicky berjualan?”

Ayu : “Boleh-boleh, saya akan senang sekali menghabiskan waktu bersama kalian.”

Anton : “Ide bagus tuh. Semakin banyak orang yang membantu maka pekerjaan akan cepat selesai. Kita juga bisa berkeliling untuk berdagang agar cepat laku. Dengan begitu, Dicky bisa tetap bersekolah pada pagi hari.”

Dicky : “Apakah tidak apa-apa teman-teman, saya sangat merepotkan?”

Anton : “Tidaklah Dick, kita kan sahabat. Kamu sudah saya anggap seperti saudara sendiri. Jadi, kamu tidak perlu malu.”

Ayu dan Windi : “Benar itu. Susah senang kita lakukan bersama.”

Dicky : “Terima kasih teman-teman, saya menyayangi kali.” (sambil memeluk)

Naskah Drama Bahasa Jawa

Untuk menjunjung tinggi budaya setempat, beberapa daerah seringkali mempertunjukkan drama dengan menggunakan bahasa daerah. Salah satu bahasa yang populer digunakan adalah bahasa Jawa.

Namun, sayangnya, hanya orang tertentu saja yang dapat mengertinya dengan baik. Inilah contoh naskah drama singkat dengan menggunakan bahasa Jawa:

Judhul: Ulang Taune Ruli

(Ing sekolah nalika jam sekolah kosong, Budi lan Amir lagi petung).

Budi: “Eh, sesuk ulang tahune Ruli.”

Amir: “Sesuk tanggal pira?”

Budi: “11 Juni.”

Amir: “O iya, aku meh lali. Apa hadiah sing bakal diwenehake?”

Budi: “Kepiye yen kita pura-pura lali? Nanging mengko kita bakal nyiyapake pesta kejutan kanggo Ruli.”

Amir: “Wah, ide sing apik ya Bud.”

Budi: “Bubar sekolah, ayo menyang toko kue Amira, tuku jajan kanggo Ruli.”

Amir: “Oke.”

(Sawise sekolah dheweke banjur menyang toko kue Amira lan tuku jajan kanggo Ruli.)

(Dina esuke)

Budi: “Mir, kowe ora lali nggawa jajan ta?”

Amir: “Ora, dak wenehake ing kantin.”

Budi: “Bagus, Ruli teka. Kita pura-pura lali yen dina iki ulang taune.”

Amir: “Oke siap.”

Ruli: “Kanca esuk, piye kabare?”

Amir: “Alhamdulillah apik.”

Budi: “Apik uga, piye kabare?”

Ruli: “Aku uga apik. Apa sampeyan kelingan dina iki?”

Amir: “Hmm, dina Senen kok Rul?”

Ruli: “Ora ngono dina iki!”

Budi: “Lho, Rul, oh iyo, tes matematika dina iki, Bu Ida. Aku ndhisiki, aku pengin sinau!”

Amir: “Aku uga.”

(Atine Ruli mangkel amarga kanca-kancane lali ulang taune. Raine katon sedina muput).

Budi: “Rul, mengko ayo bali menyang kantin, ayo mangan mi. Wis suwe ora mangan.”

Amir: “Ayo.”

Ruli: “Oke.” (Njawab kanthi cekak)

(Tekan kanton sawise sekolah)

Amir lan Budi: “Sugeng ambal warsa.”  (Nalika nembang)

Ruli: “Kayane kowe kelalen ulang taunku. Aku sedina muput. Saiki aku rumangsa kena.”

Budi: “Ora mokal yen lali.”

Amir: “Iku mung pura-pura amarga kita kepengin menehi kejutan.”

Ruli: “Matur nuwun ya mas. Yen mangkono, aku bakal nambani mi.”

Amir lan Budi: “Wah apik tenan!”

Naskah Drama Bahasa Sunda

Drama dengan menggunakan bahasa daerah umumnya dipentaskan secara lokal untuk suatu acara tertentu. Hal tersebut dikarenakan karena bahasa daerah umumnya hanya dimengerti oleh warga lokal saja. Simak contoh naskah drama singkat dalam bahasa Sunda di bawah ini:

Judul: Babaturan Nganjang

Di sakola ..

Amanda: “Abdi henteu kantos ningali Dwi nembé di sakola, naha anjeunna gering.”  (Nyarios sareng dirina)

(Ujug-ujug, Lucy datang)

Lusi: “Kanggo naon Fir?”

Amanda: “Ngantosan Dwi!”

Lusi: “Dwi deui kusabab panyawatna?”

Amanda: “Oh sabaraha? Kamari kuring angkat ka imahna, anjeunna henteu ngalakukeun nanaon sareng katingalina séhat.”

Lucy: “Oh, abdi henteu percanten! Éta ijin sareng boro Emina masihan ka kuring. Hayu urang tingali gancang dina engkin anu dahsyat ti sakola ka bumi.”

Amanda: “Asiaapp! Hayu, teu aya pelajaran tambahan waktos ayeuna.”

Lusi: “Tabuh 4, engké abdi badé angkat heula. Pendak deui engké.”

Amanda: “Nuhun!”

( Saatos éta Lusi sareng Amanda pendak deui. )

Lusi: “Hé fir, naon anu anjeun bawa?”

Amanda: “Oh di dieu, kuring nyangking buah kanggo Dwi.”

Lusi: “Oh .. hayu langsung.”

Amanda: “Hayu.”

(Anjog ka imah Dwi)

Amanda: “Assalamualaikum .. Hai, Dwi, kumaha kaayaan na langkung saé?”

Dwi: “Héi aya Lusi, sareng Amanda, mangga lebet, alhamdulillah kuring rada hadé ayeuna.”

Lusi: “Abdi henteu terang dinten naon, mugia kamari damang?”

Dwi: “Puguh ge, ieu anémia, ra.”

Amanda: “Wah, éta pasti kusabab anjeunna sok capé?”

Dwi: “Enya sigana”

Amanda: “Di dieu kami mawa buah pikeun anjeun.”

Dwi: “Wah, hatur nuhun.”

Amanda: ”Leres, wilujeng sumping.”

Lusi: “Mugia sing enggal damang, janten urang tiasa ulin deui.”

Dwi: ”Amin YRA, hatur nuhun.”

( 2 jam engké ..)

Amanda:  “Ayeuna atos telat, sareng urang kedah gancang uih.”

Dwi: “Muhun ..”

Lusi: “Kuring ogé, sieun milari kolot.”

Dwi: “Muhun oke, nuhun atos sumping.”

Amanda, Lusi: “Henteu kunanaon.”

Naskah Drama Komedi

Drama komedi memberikan kesan yang lebih segar dan seru. Untuk bisa memaksimalkan isi dari ceritanya, naskah drama komedi harus ditulis dengan baik dan menarik agar bisa membuat para penonton tertawa. Seperti ini contoh naskah drama singkat bertema komedi:

Judul : Belajar Kelompok

3 orang siswa sedang menghabiskan bekal makan siangnya sambil mengobrol. Mereka janjian untuk mengerjakan tugas kelompok bersama setelah pulang sekolah.

Dini : “Nanti kita jadi kan belajar bersama?”

Ita : “Jadi donk, kita mau belajar di mana? Di rumah Ana?”

Ana : “Iyalah di rumah aku, masa di tempat karaokean.”

Dini : “Seru tuh, bisa sambil karaokean hehehe.”

Ita : “Ya udah nanti kita pulang sekolah ganti baju dulu ya. Izin orang tua dan berkumpul kembali di rumah Anda jam 3.”

Ita dan Dini : “Ok deh, sampai ketemu nanti ya.”

Sore pun datang. Mereka bertiga telah berkumpul kembali di rumah Ana untuk belajar kelompok.

Ita dan Dini : “Assalamualaikum.”

Ana : ”Waalaikumsalam. Din, kamu mau ke mana? Kok pakaiannya kayak mau ke mall?”

Dini : “Kan katanya kita mau pergi karaokean.”

Ita : “Ngaco si Dini, orang kita mau belajar kelompok. Tadi tuh cuma bercanda.”

Dini : “Ahh kalian ngerjain aku, ya.”

Ana : “Dini kayaknya kurang fokus deh, ini minum dulu.”

Dini : “Aku jadi malu, salah kostum gini. Malah aku gak bawa buku catatan lagi.”

Ita : “Hahaha, sudah tidak apa-apa, pakai buku aku saja. Kan kita mau belajar bersama.”

Ana : “Iya Din, aku punya banyak buku kosong kok, kamu bisa pakai dulu. Nanti setelah belajar bagaimana kalo kita pergi karaoke untuk bersenang-senang sebentar.”

Dini dan Ita : “Wah ide bagus tuh Ana.”

Ana : “Yuk, sekarang kita semangat dulu belajarnya.”

Dini dan Ita : “Ayuk, semangat!”

Naskah Drama Teater

Naskah teater harus ditulis terlebih dahulu sebelum acara pertunjukkan dilakukan. Dengan begitu, para pemain bisa berlatih untuk dapat mendalami peran dengan baik dan maksimal. Berikut contoh naskah drama singkat teater:

Judul : Apresiasi dari Prestasi yang Diraih Lusi

Lusi adalah siswa SMA yang menyukai bidang seni, sastra, dan musik. Hal tersebut membawa dirinya mampu menghasilkan berbagai karya. Beberapa karya tulisan yang dibuatnya telah dimuat pada beberapa surat kabar dan majalah. Bahkan ada yang dipajang di mading sekolah.

Hari ini Lusi mendapatkan kunjungan dari teman-temannya yang ingin bermain ke rumah dan berbagi cerita tentang karya sastra.

Di rumah Lusi.

Teman –teman : “Assalammualaikum.”

Lusi : “Waalaikumsalam, hai teman-teman gimana kabarnya? Silahkan masuk.”

Dodo : “Maaf Lusi, kami mengganggu kamu tidak siang-siang gini datang?”

Lusi : “Tidak apa Dodo, saya malah senang kalian mau datang ke sini. Ayo duduk. Kalian mau minum apa? Saya ambilin dulu, ya. Silahkan di minum teman-teman.”

Jumat: “Kamu sangat hebat. Puisi-puisi cinta yang kamu buat sangat bagus dipajang di sekolah mading, banyak siswa dan guru menyukainya.”

Rani: “Ah, tidak juga. Saya masih belajar. Karya saya masih belum memberikan apa-apa jika dibandingkan dengan karya penulis lain.”

Anya: “Kalau terus mengasah kemampuan tersebut, pasti bisa bersaing dengan penulis-penulis ternama lainnya, kami yakin itu.”

Zahra : “Oh ya, apakah kami boleh melihat karyamu yang lainnya?”

Ernita: “Kita semua juga ingin belajar dari kamu, agar nilai pelajaran sastra kita bisa lebih baik.”

Fina: “Kami juga ingin diajarkan cara membuat puisi cinta yang baik agar nanti saat ada ujian sastra kami tidak kesulitan.”

Lusi : “Boleh silahkan, ini saya tunjukkan beberapa karya yang lainnya.”

Tak lama kemudian, Rani dan semua temannya masuk ke dalam sebuah ruangan.

Indah: “Wow, bagus sekali lukisanmu Rani. Mengapa tidak dipajang juga di mading sekolah? Pasti sangat menyenangkan.”

Lusi: “Sebenarnya itu adalah lukisan terakhir saya, karena ayah tidak suka ketika melihat saya melukis di suatu tempat. Ayah meminta saya untuk lebih fokus dulu ke sekolah karena saat melukis saya bisa menghabiskan waktu berjam-jam dan melupakan waktu belajar.”

Vivi : “Lalu bagaimana caranya kamu bisa membuat karya puisi dan sastra yang lainnya?”

Lusi : “Kalau puisi saya buat di sela-sela belajar, karena tidak terlalu terlihat ayah mengira saya sedang belajar.”

Mira : “Lalu bagaimana dengan ibumu?”

Lusi : “Kalau ibu sangat mendukung saya untuk mengasah bakat yang dimiliki. Namun, beliau mengingatkan bahwa saya harus pandai membagi waktu dan bisa tetap fokus untuk sekolah dan berprestasi.”

Tika : “Kami dengar kamu juga suka bermain gitar?”

Lusi : “Tidak juga. Awalnya saya hanya suka bernyanyi sambil bermain gitar sendiri, kemudian sering menulis lirik dan iseng membuat lagu.”

Ruli : “Wah, hebat sekali kamu Lusi. Selain pandai dalam bidang sastra, kamu juga sangat berbakat dalam bidang seni.”

Suci : “Coba donk nyanyikan lagu yang kamu buat.”

Lusi : “Jangan diketawain tapi ya.” (Ambil gitar dan mulai bernyanyi)

Dodo : “Wah bagus sekali lagunya, easy listening banget. Seru!”

Lusi : “Ah kamu bisa saja memujinya. Aku belum semahir itu.”

Tika : “Aku jadi ingin belajar sastra dan musik juga.”

Suci : “Iya nih aku juga ingin. Kayaknya seru jika kita bisa belajar bersama-sama.”

Lusi : “Nanti setelah ujian sekolah kita bisa belajar bersama-sama. Sekarang kita fokus belajar dlu yuk teman-teman agar mendapatkan nilai yang bagus.”

Vivi : “Iya benar kata Lusi. Semangat teman-teman.”

Dodo : “Sudah sore, kita pulang yuk teman-teman.”

Suci : “Ayo deh. Lusi kita pulang dulu, ya. Terima kasih sudah boleh berkunjung ke rumahmu dan berbagi ilmu bersama.”

Lusi : “Ok sama-sama , jangan bosan untuk datang kembali, ya.”

Tika : “Yaudah kita pulang dulu yaa, Assalamualaikum.”

Lusi : “Waalaikumsalam, hati-hati yaa teman-teman.”

Naskah Drama Malin Kundang

Cerita tentang Malin Kundang tentu sudah tidak asing lagi didengar oleh kebanyakan orang karena merupakan salah satu cerita rakyat yang sangat populer. Pesan moral yang disampaikan oleh cerita ini juga sangat bagus.

Dimana seorang anak harus menghormati orang tuanya meskipun dia sudah sukses, jika tidak dia akan mendapatkan balasan yang setimpal. Cerita ini dikemas dengan dialog singkat agar terlihat lebih menarik. Seperti ini contoh naskah drama singkat tentang Malin Kundang:

Pada zaman dahulu, di Kota Padang hiduplah seorang janda bersama Lastri. Dia memiliki seorang anak bernama Malin. Lastri sangat menyayangi Malin karena sejak kecil dia tubuh tanpa adanya kasih sayang dari seorang ayah.

Malin pun beranjak dewasa. Ia memiliki keinginan untuk mengubah kehidupan ekonomi keluarganya. Hingga suatu hari teman Malin bernama Mamas datang membawa kabar bahwa akan datang kapal besar dan mengajak Malin untuk merantau bersamanya.

Mamas : “Hai Malin, apakah kamu mau ikut merantau denganku? Akan ada kapal besar yang datang.”

Malin : “Baiklah, saya juga sudah bosan hidup miskin. Saya harus pergi untuk menjadi orang sukses. Namun, saya harus meminta restu ibu terlebih dahulu sebelum pergi.”

Mamas : “Baiklah, kita bertemu di dermaga ya besok jam 9.”

Malin : “Ok. Terima kasih informasinya teman.”

(Sesampai di rumah)

Malin : “Ibu saya ingin merubah nasib kita.”

Lastri : “Apa yang akan kamu lakukan?”

Malin : “Besok akan ada kapal besar datang dan saya akan pergi merantau agar sukses.”

Lastri : “Apakah kamu tega meninggalkan ibumu yang sudah tua ini sendirian?”

Malin : “Saya juga tidak tega. Namun bagaimana lagi bu? Kita harus berubah agar tidak terus miskin.”

Lastri : “Baiklah jika itu keinginanmu. Ibu doakan agar kamu bisa mendapatkan kesuksesan.”

Malin pun pergi meninggalkan ibunya dan berjanji akan kembali menjadi orang yang sukses. Dia ingin mengubah kehidupan ibunya menjadi lebih baik. Malin bekerja di tempat saudagar kaya dengan rajin dan giat. Hingga suatu saat putri saudagar tersebut bertemu dengan Malin.

Putri saudagar itu jatuh cinta kepada Malin karena ketampanan dan kerja kerasnya. Selama bekerja 2 tahun, akhirnya Malin menjadi orang yang kaya karena rajin bekerja, sedangkan Mamas kembali ke kampung karena tidak bekerja dengan baik. Malin dan Putri saudagar tersebut pun akhirnya menikah.

Setelah sebulan menikah. Malin datang ke desa tempat dahulu dia tinggal untuk berdagang. Mendengar kabar tersebut Mamas langsung memberikan kabar ke Lastri jika anaknya akan pulang. Lastri pun langsung berlari ke dermaga untuk bertemu anaknya.

Lastri : “Malin, anakku akhirnya kamu pulang. Ibu sangat merindukanmu.”

Putri saudagar : “Siapa kamu wahai wanita tua. Bisa-bisanya mengaku sebagai ibu suamiku?”

Lastri : “Saya memang ibu kandung Malin.”

Malin : “Ada apa sayang?”

Putri saudagar : “Ini, ada ibu tua yang mengaku sebagai ibumu.”

Malin : “Apa kau sudah gila? Saya tidak pernah memiliki ibu yang miskin dan tua sepertimu.”

Putri saudagar : “Dengar itu baik-baik.”

Lastri : “Ini ibu nak. Ibu yang melahirkan dan membesarkanmu. Apakah kamu melupakan ibu?”

Malin : “Kau bukan ibuku! Menjauhlah dariku wanita tua.“ (Malin mendorong Lastri dan meninggalkannya)

Mendengar hal tersebut membuat hati Lastri sangat sakit dan sedih. Dia menangis karena tidak diakui oleh anaknya sendiri. Malin pun langsung meninggalkan desa.

Lastri : “Ya Tuhan, mengapa anakku satu-satunya bersikap seperti itu kepada ibu yang melahirkan dan membesarkannya. Berikanlah dia teguran ya Tuhan. Sesungguhnya dia anak yang durhaka!”

Tiba-tiba badai angin datang sangat kencang menghempas kapal yang dinaiki oleh Malin. Kilat menyambar dan kapal tersebut terguncang.

Malin : “Ada apa ini? Kenapa badai datang begitu besar?”

Tiba-tiba kilat menyambar Malin dan dia pun berteriak. Seketika Malin berubah menjadi batu karena durhaka kepada ibunya. Cerita ini memberikan pesan moral yang sangat bagus. Bahkan seorang anak tidak boleh durhaka kepada kedua orang tua, terutama kepada ibunya.

Naskah Drama Monolog

Naskah monolog hanya berupa narasi yang dibawakan oleh satu orang pemeran tanpa adanya tokoh lain. Pemeran akan berbicara sendiri di panggung untuk membawakan naskah drama seorang diri dengan cerita monolog.

Drama monolog mampu membangkitkan daya imajinasi pendengar agar bisa masuk ke dalam cerita dan bisa menikmatinya secara lebih optimal. Meskipun terasa berbeda, jenis drama seperti ini memiliki kesan yang menarik karena dibawakan seorang diri. Berikut contoh naskah drama singkat monolog:

Judul : Tikus di Sawah

(Seorang petani datang dengan membawa sebuah cangkul di pundaknya. Ia meletakkan cangkul tersebut kemudian duduk sambil mengibaskan pakaiannya karena hari cukup terik)

“Semakin hari, bertani terasa semakin susah. Dahulu pada zaman Soeharto, para petani dipaksa untuk menanam padi. Hal ini membuat semua kebanyakan orang terpaksa makan nasi.

Sedangkan makan ubi, jagung, sagu, talas dan singkong dianggap bodoh. Makan nasi dianggap lebih beradab. Beradab apanya!”

(Petani tersebut membuka pakaiannya karena merasa semakin gerah).

“Saat makan talas dan sagu dahulu, kita tidak perlu menanamnya. Tidak harus menebang pohon untuk membuka lahan. Soalnya bisa tumbuh secara liar. Bibitnya gratis. Sudah dikasih yang mudah tapi malah nyari yang repot. Membuat petani semakin susah!

Sekarang bagaimana petani mau menanam padi jika tidak memiliki sawah. Paling mentok hanya menjadi buruh tani. Beli bibit sekarang mahal, bikin bibit sendiri bisa ditangkap negara karena melanggar kekayaan intelektual. Ditambah lagi harga pupuk dan tanah yang semakin meningkat.

Bingung ya. Tidak tidak dipupuk tidak bisa memenuhi produksi panen. Malah bisa rugi nantinya. Semuanya semakin parah, ditambah lagi adanya tikus-tikus.”

(Pemeran berdiri dan mendekat ke arah penonton sambil berbisik).

‘Stt ini hanya cerita ya, rahasia, jangan bilang siapa-siapa. Setelah saya menceritakan ini, tolong dilupakan saja. Tikus yang ada di sini banyak jenisnya.  Ada tikus sawah biasa, ada tikus yang suka makan beras. Ada juga tikus tanah.

Tikus-tikus itu sangat berbahaya. Mereka bisa mengambil lahan yang Anda miliki dan menggusur rumah. Bahkan mereka bisa mengubah lahan sawah menjadi kebun sawit, bandara hingga tempat tambang. Jenis tikus yang sulit ditangkap adalah yang bersembunyi.

Sekilas mungkin tidak terlihat berbahaya, namun sebenarnya mereka bisa saja bekerja sama dengan tikus lainnya untuk membentuk komplotan. Yang terakhir ada juga tikus hijau. Ini merupakan jenis yang paling ganas karena bisa membunuh petani dengan alasan untuk keamanan negara.”

Naskah Drama Cerita Rakyat

Cerita rakyat membawa filosofi sebuah tempat atau sebuah peristiwa. Hal inilah yang membuat cerita rakyat sering diceritakan dari generasi ke generasi. Melalui cerita, pendengar bisa mendapatkan informasi dengan lebih asik dan menyenangkan. Inilah contoh naskah drama singkat cerita rakyat:

Judul : Putri Kemarau

Suatu hari, lahirlah seorang putri dan diberikan nama Putri Kemarau. Hal tersebut dilakukan karena anak tersebut lahir saat musim kemarau. Ibunya telah meninggal dunia karena sakit, sehingga dirinya menjadi putri semata wayang sang Raja.

Raja tersebut merupakan pemimpin yang bijaksana dan baik sehingga rakyat dapat hidup dengan makmur dan tentram. Namun suatu ketika, negeri dilanda musim kemarau yang cukup panjang sehingga terjadi kekeringan dimana-mana.

Rakyat 1 : “Saat ini mendapatkan air terasa lebih sulit. Kondisi negara pun menjadi kacau.”

Rakyat 2 : “Iya, banyak wilayah mengalami kekeringan dan sulit mendapatkan air karena musim kemarau ini.”

Rakyar 1 : “Apa tidak sebaiknya kita menghadap raja saja agar beliau bisa memberikan solusi?”

Rakyat 2 : “Baiklah. Ayo kita menuju istana.”

(Mereka berjalan ke istana dan bertemu dengan beberapa rakyat lainnya yang juga ingin melaporkan masalah yang sama akibat kekeringan. Saat di istana)

Raja : “Ada apa kalian datang kemari.”

Rakyat 1 : “Mohon maaf sebelumnya raja atas kedatangan kami. Maksud kami ke sini adalah untuk memohon solusi kepada Baginda perihal masalah kekeringan yang telah melanda rakyat. Kami kesulitan mendapatkan air bersih.”

Raja : “Baiklah. Sebenarnya saya juga sedang memikirkan hal yang sama dan sedang berupaya mencari solusinya.”

Rakyat 3 : “Baik Baginda, kami permisi dulu. Kami tunggu kabar baik dari Paduka.” (Berjalan mundur sambil hormat dan meninggalkan istana).

(Raja menemui seorang peramal sakti untuk mengatasi masalah kekeringan yang melanda).

Peramal : “Ada hal apa yang membuat Baginda memanggil saya?”

Raja : “Wahai Peramal, saat ini rakyat saya sedang mengalami kesulitan karena musim kemarau yang terjadi saat ini. Apakah kau mengetahui bagaimana cara mengatasinya?”

Peramal : “Sebentar Baginda, saya akan melihatnya terlebih dahulu. Mohon maaf sebelumnya Paduka, petunjuk yang akan menyelamatkan negeri akan muncul di mimpi sang putri.”

Raja : “Baiklah saya akan menanyakannya kepada anak saya.”

(Saat raja bertemu dengan sang putri)

Raja : “Anakku, apakah kamu pernah mendapatkan sebuah mimpi yang mampu mengatasi masalah kekeringan saat ini?”

Putri : “Belum ayah, aku tidak mendapatkan mimpi apapun.”

Raja : “Baiklah anakku, kamu istirahat saja sudah malam.”

(Pada suatu malam, Putri bermimpi mendapatkan petunjuk untuk mengatasi musim kemarau yang melandak. Terdengar suara teriakan)

Raja : “Ada apa anakku?”

Putri : “Ayah, aku bermimpi bertemu ibu dan beliau menyampaikan sebuah petunjuk. Jika ada seorang wanita yang mau mengorbankan diri ke laut, maka musim kemarau akan segera berhenti.”

Raja : “Baiklah, ayah akan membuat pengumuman dan mencari seorang wanita yang ingin mengorbankan diri.”

Putri : “Bagaimana jika adinda saja ayah?”

Raja : “Apakah kamu yakin? Itu merupakan hal yang berbahaya. Kamu satu-satunya anak ayah.”

Putri : “Adinda adalah putri negeri ini ayah, sudah sepantasnya saya berkorban untuk kemakmuran negeri.”

Raja : “Jika itu sudah menjadi keputusanmu baiklah anakku.”

(Raja dan sang putri pergi ke pinggir laut. Tak lama kemudian sang putri melompat ke laut. Sang raja menunggu dengan khawatir. Tak lama sang putri muncul dan terseret ke daratan).

Raja : “Pengawal, cepat selamatkan putriku.”

(Pengawal langsung berlari menuju laut untuk menyelamatkan putri dan kembali ke istana).

Raja : “Terima kasih Tuhan, putriku selamat.”

(Beberapa tahun kemudian Putri Kemarau menjadi ratu yang menggantikan kedudukan ayahnya. Dia menjadi pemimpin yang bijaksana dan adil).

Contoh Naskah Drama untuk 7 Orang Tentang Pergaulan Bebas

Drama tentang kehidupan masyarakat bukan hanya dijadikan sebagai hiburan saja, namun dapat membawa pesan moral yang mampu memberikan informasi atau himbauan kepada para penonton. Simak contoh naskah drama singkat tentang pergaulan bebas di bawah ini:

(Suatu pagi di sebuah sekolah. Maulana datang sambil berlari ke arah teman-temannya).

Maulana : “Eh, tau gak teman-teman kabarnya teman kita bersama Panji ditangkap polisi karena kasus narkoba?”

Cici : “Ah masa sih? Kemarin saya juga mendengar ada kabar seperti itu tetapi tidak mengetahui siapa yang dimaksud.”

Noni : “Iya saya juga mendengar kabar tersebut.”

Mira : “Kenapa yaa dia menggunakan narkoba, apakah dia memiliki masalah tertentu?”

Ayu : “Saya dengar dia penasaran dan mencoba untuk mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Selain itu, dia sedang dilanda stres sehingga melakukan hal tersebut.”

Lulu : “Hal tersebut sangat memalukan bagi nama sekolah.”

Didi : “Apakah kamu yakin kejadiannya seperti itu? Siapa tahu dia hanya korban dan dijebak oleh orang lain. Jangan menuduh orang sebelum ada buktinya.”

Mira : “Benar, saat ini banyak sekali oknum yang tidak bertanggung jawab dan menjebak kalangan muda. Untuk itu, kita harus pandai memilih teman.”

Ayu : “Benar itu, kehidupan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan sehingga kita harus bisa menjaga diri masing-masing. Selain itu, kita juga harus waspada dengan orang asing.”

Maulana : “Iya benar, sudah banyak di TV kasus narkoba yang menjerat anak muda. Untuk itu sebaiknya kita berhati-hati.”

(Suara bell berbunyi, mereka pun kembali ke kelas masing-masing. Pada jam istirahat mereka kembali lagi berkumpul untuk makan siang bersama).

Didi : “Kabarnya Panji tidak di penjara dan masuk tempat rehabilitas.”

Cici : “Semoga setelah proses rehabilitas, Panji bisa kembali pulih dan meninggalkan narkoba.”

Ayu : “Aamiin YRA. Lebih baik jika kita mempersiapkan diri untuk menatap masa depan yang lebih baik. Perbanyak ibadah agar tidak terjerumus dalam pergaulan yang salah.”

(Mari bersama-sama saling menjaga dan mengingatkan untuk tidak terjerumus dalam pergaulan bebas yang salah. Jauhi narkoba sebelum terlambat).

Contoh Naskah Drama Singkat Beserta Prolog dan Epilog

Prolog merupakan pengantar cerita yang menceritakan kilas balik sebuah peristiwa dalam cerita. Sedangkan epilog adalah bagian akhir dari cerita yang umumnya digunakan sebagai berikut.

Kedua komponen ini sangat penting dalam sebuah naskah drama sehingga umumnya sering digunakan. Berikut contoh naskah drama dengan prolog dan epilog:

Judul : Jalan Kehidupan

Prolog : Di sebuah kampus, terdapat beberapa mahasiswa berprestasi yang sebentar lagi akan menghadapi ujian. Ketiga mahasiswa tersebut adalah Roro, Sheila dan Gagas. Mereka sedang berusaha keras mempersiapkan diri untuk ujian.

Sheila : “Apakah kalian sudah mempersiapkan diri untuk ujian besok?”

Gagas : “Pastilah. Saya sudah belajar dengan giat!”

Roro : “Saya juga.”

Sheila : “Bagaimana jika orang yang dapat nilai terendah kita berikan hukuman?”

Gagas dan Roro : “Ok. Setuju.”

Sheila : “Ngomong-ngomong setelah kuliah kalian mau kerja di mana?”

Gagas : “Kalau aku sih ingin kerja di rumah sakit sebagai dokter.”

Roro : “Saya juga mau jadi dokter deh.”

Gagas : “Yang benar? Lihat darah aja pingsan gimana mau ngobatin orang.”

Roro : “Gak tau enak aja. Nilai aku akan selalu di atas kalian. Mendingan kalian belajar yang giat deh.”

(Ujian pun berlangsung. Mereka mengerjakan soal tanpa halangan dan berkumpul kembali setelahnya.)

Roro : “Gimana ujian kalian?”

Sheila : “Aku dapat nilai 92.”

Gagas : “Aku cuma dapat 78.”  (Sedih)

Roro : “Ok. Gagas dapat hukuman yaa. Kamu dihukum mendapatkan pelajaran tambahan.”

(Ujian akhir pun telah selesai. Mereka akhirnya berpisah untuk mencari pekerjaan masing-masing. 3 tahun pun berlalu akhirnya mereka janjian untuk bertemu pada acara reunian. )

Sheila : “Wiih, Gagas. Gak berubah yaa kamu masih kayak dulu. Wih sekarang bawa mobil, pasti kerjaannya bagus, yaa.”

Gagas : “Alhamdulillah akhirnya aku menjadi dokter dan membuka praktek sendiri. Kalo kamu gimana Sheila?”

Sheila : “Aku membantu ayahku di rumah sakit. Ehh itu Roro datang. Gimana nih kabar siswa andalan kita.”

Roro : “Alhamdulillah baik.”

Sheila : “Kerjaan gimana?”

Roro : “Alhamdulillah sekarang aku memulai bisnis.”

Sheila : “Gak jadi dokter?”

Roro : “Pas praktek aku takut dengan darah jadi kesulitan menyesuaikan diri. Jadi, ya gtu deh.”

Sheila : “Ya udah gak papa Ro, jadi wirausaha juga bagus, kok.”

Gagas : “Iya, jangan menyerah. Wirausaha juga bisa sukses, kok. Semangat. Yuk, masuk ke dalam.”

Sheila dan Roro : “Yuk.”

Kisah tersebut memperlihatkan bahwa mendapatkan pekerjaan bukan hanya karena nilainya saja, tapi juga karena kemampuan. Angka tidak bisa menentukan kesuksesan. Belajar yang penting fokus dan tetap berusaha untuk bisa menggapai cita-cita.

Baca Juga : Contoh Naskah Film Pendek

Wahyu Blahe Guru SEO, Digitalpreneur, Public Speaker, Konsultan Digital Marketing, Blogger Medan | WA: 085261199133