Contoh Skenario Film Pendek

Contoh Skenario Film Pendek

Contoh skenario film pendek dokumenter di beberapa media dapat dengan mudah Anda temukan. Salah satu genre film pendek yang cukup terkenal adalah film dokumenter.

Kalau film pendek merupakan salah satu jenis film yang memiliki durasi pendek. Cerita yang disajikan juga beragam. Namun, film dokumenter adalah sebuah film yang dibuat untuk mendokumentasikan suatu fakta.

Kegunaan film ini untuk mempresentasikan kenyataan serta menampilkan fakta dalam kehidupan.

Judul Film Pendek Dokumenter : Membuka Jendela Dunia

1. Scene 1 – Opening

Tampilan kegiatan anak-anak usia SD yang sedang ramai membuat kerajinan dan mainan dari bahan-bahan seadanya. Para anak perempuan berkreasi membuat hiasan berbentuk bunga dari sedotan plastik warna-warni.

Anak laki-laki bergerombol membuat mainan mobil-mobil dari kaleng bekas dan kardus bekas. riuh tawa dan canda anak-anak terdengar ramai. Sesekali mereka berlari kesana kemari mencari bahan lain. Di depan anak-anak terlihat buku tentang kreasi mainan yang terbuka.

2. Scene 2 Sebuah Tempat – Menjelang Sore

Talent: 4 anak laki-laki dan 4 anak perempuan

Ketika hari menjelang sore, anak-anak yang dari siang hari membantu orang tuanya di ladang atau sawah, menghabiskan waktu bermain di tanah kosong pinggir desa. Anak laki-laki bermain mobil-mobilan atau bola. Sedangkan anak perempuan bermain lompat tali sambil bergurau.

3. Scene 3 Jalanan – Siang Hari Menjelang Sore

Talent: Budi

Budi mengendarai motor butut secara perlahan. Menyusuri jalanan desa yang tidak mulus dan berlubang. Di bagian jok belakang motor ada sebuah kardus yang diikat kencang.

4. Scene 4 Sebuah Tempat – Siang Hari Menjelang Sore

Talent: Budi, 4 anak perempuan, dan 3 anak laki-laki

Terlihat dari kejauhan motor yang dikendarai oleh Budi mulai mendekat ke arah anak-anak. Mereka sedang asyik bermain. Wahyu yang sedang bermain mobil-mobilan kemudian menoleh ke arah budi dan berteriak.

Wahyu : Woiii, itu Kak Budi datang!

Mendengar teriakan tersebut, anak-anak yang lain segera menghentikan permainan mereka. Seketika mereka berlari mendekati Budi. Motor butut itu diparkirkan di bawah pohon, kemudian Budi mulai membuka ikatan dus di jok motornya. Anak-anak antusias untuk membantu Budi.

Wahyu sigap menangkap kardus dan meletakkan di tempat kosong. Anak-anak yang dari tadi sudah bekerumun segera menyerbu kardus tersebut. Budi terlihat tersenyum dan geleng-geleng kepala dengan tingkah anak-anak.

Budi : Pelan-pelan ya anak-anak, hati-hati jangan sampai bukunya menjadi rusak. (Budi mengingatkan anak-anak dengan nada lembut)

Hampir setiap minggu sore Budi mengunjungi Desa Arum Sari dengan motor butut dan beberapa buku untuk anak-anak. Akses informasi ke daerah ini memang masih terbatas, dan hanya ada 1 SD saja yang jaraknya 10 km dari desa.

Anak-anak sangat senang dengan kehadiran Budi, walaupun buku yang dibaca adalah buku bekas. Tanah kosong di pinggir desa menjadi tempat bagi Wahyu dan teman-temannya menikmati buku dari Budi.

5. Scene 5 Belakang Rumah Wahyu – Pagi

Talent: Bapak, Ibu (orang tua Wahyu), Mia (adik Wahyu)

Bapak sedang menimba air di belakang rumah bambu sederhana miliknya. Ibu muncul dari dalam rumah membaca baskom berisi piring dan gelas kotor. Terlihat Mia sedang duduk di dekat sumur.

Bapak menuangkan air ke dalam barisan ember di dekat Mia. Ibu juga ikut duduk di dekat sumur sambil meletakkan baskom.

Ibu : Pak, makin lama kok airnya makin keruh ya? (Sambil melihat air di ember yang warnanya keruh kecoklatan)
Bapak : Iya ya bu, bapak juga heran, padahal baru minggu kemarin kan dikuras.

6. Scene 6 Rumah Wahyu – Malam

Talent: Wahyu, Mia, Karno, Jito, Anwar, bunga, Ifah, Neni

Anak-anak berjalan bersama-sama sepulang mengaji diterangi sinar bulan dan lampu yang tidak terlalu terang. Di ujung jalan mereka berpisah menuju rumah masing-masing.

Wahyu : Kita duluan ya!
Karno : Yu, jangan lupa besok kumpul tempat biasa ya!
Wahyu : Oke.
Wahyu dan Mia bergegas masuk ke dalam rumah.

7. Scene 7 Sawah – Siang Hari

Talent: Wahyu, Karno, Anwar, Jito

Wahyu duduk di bawah pohon, kemudian terdengar suara memanggil namanya. Karno, Anwar, dan Jito tampak berlari ke arah Wahyu.

Karno, Anwar, Jito : Oiiii… Wahyu! (Bergegas duduk di sebelah wahyu dengan nafas yang masih terengah-engah)
Karno : Yu, kamu sudah selesai baca buku dongengnya belum? Aku pinjam.
Wahyu : Nih bacalah! (Sambil menyerahkan buku ke arah Karno)
Jito dan Anwar tampak berebut memilih buku yang ada di sebelah Wahyu, beberapa buku masih belum terbaca.

Masing-masing asyik dengan buku bacaannya, namun Wahyu terlihat paling serius di antara teman-teman yang lain. Setelah beberapa waktu mereka terlihat lelah dan gerah karena cuaca yang terik.
Jito : Panas ya? Yuk kita nyebur di sungai biar segar! (Ajak Jito yang diiyakan oleh teman-temannya)

8. Scene 8 Pinggir Sungai – Siang Menjelang Sore

Talent: Wahyu, Karno, Anwar, Jito

Buku yang dibawa oleh Wahyu diletakkan di atas batu agar tidak basah. Karno, Jito, dan Anwar telah melepas kaos dan bersiap untuk terjun ke sungai. Wahyu masih berdiri di tepi sungai dan memandang air sungai yang keruh, sama dengan air sumur di rumahnya.

Karno : Yu…ayo sini nyebur! Airnya segar!
Wahyu : Iya, lepas baju dulu.
Akhirnya mereka bermain air dengan gembira di sungai yang keruh.

9. Scene 9 Rumah Wahyu – Malam

Talent: Wahyu, Bapak

Wahyu : Pak, tadi Wahyu baca buku tentang cara menjernihkan air sumur kita. Wahyu pinjam buku dari Mas Budi.
Bapak : Apa yang kamu pelajari?
Wahyu : Besok kita coba praktekkan ya pak, siapa tau air sumur jadi jernih.
Bapak mengangguk-angguk tanda setuju. Bapak melihat jam dan sudah menunjukkan pukul 21.00 WIB, segera mengajak Wahyu untuk tidur.

10. Scene 10 Belakang Rumah Wahyu – Siang

Talent: Bapak, Emak, Wahyu

Sudah beberapa hari ini Wahyu mencoba mencari cara agar air sumurnya tidak lagi keruh. Untungnya dia dapat buku dari Budi dan mencoba mempraktekkan bersama bapak. Beberapa persiapan seperti botol plastik besar, kerikil, pasir, kain biasa, kain kasa, ember, ijuk, dan arang telah disiapkan.

Percobaan pertama masih gagal, diulang lagi dengan percobaan berikutnya. Setelah beberapa kali mencoba akhirnya berhasil, air terlihat lebih jernih. Wahyu bersorak-sorak hingga Mia muncul karena penasaran. Bapak dan emak juga bahagia dan mereka tertawa bersama.

11. Scene 11 Suatu Tempat – Siang Hari

Talent: Wahyu, 4 anak perempuan, dan 4 anak laki-laki

Terik matahari tidak menyurutkan semangat anak-anak dalam bermain. Mereka terlihat ceria dengan aneka permainan sederhana. Beberapa anak terlihat berteduh di bawah pohon karena tidak kuat menahan panas matahari siang itu.

12. Scene 12 Rumah Wahyu – Malam

Talent: Wahyu, Abah, Pak Kades

Wahyu terlihat duduk di teras sambil membaca buku bekas dari Budi. Tiba-tiba datang Pak Kades dan menyapa.

Pak Kades : Wahyu, apakah bapakmu ada?
Wahyu : Ada pak, silahkan duduk, saya panggilkan bapak dulu.
Wahyu masuk kedalam rumah dan memanggil Bapak. Sedangkan Pak Kades duduk di kursi teras rumah. Bapak muncul dan bersalaman, kemudian duduk di sebelah Pak Kades. Ibu datang membawakan kopi.

Bapak : Tumben Pak Kades datang, ada apa ya pak? Sepertinya ada hal serius.
Pak Kades : Ini pak, saya dan beberapa warga ingin tahu tentang cara menjernihkan air yang kemarin
dibuat oleh Wahyu dan Bapak. Kami ingin mencoba juga.
Bapak : Alhamdulillah, saya senang sekali. Untung Wahyu menemukan cara agar air menjadi jernih. Besok pagi mari sama-sama membuatnya dengan warga yang lain.

Pak Kades akhirnya pamit pulang. Dari dalam rumah Ibu dan Wahyu mendengarkan dengan bangga karena bisa membantu warga dengan pengetahuan yang didapatkan dari membaca buku.

Demikian artikel mengeni contoh skenario film pendek, semoga bermanfaat untuk referensi bacaan Anda. Dan bacaan berikutnya yang mirip yakni : Contoh naskah film pendek durasi 5-10 menit tentang motivasi, komedi, lucu, fiksi, sedih, sekolah, dan keluarga.

Wahyu Blahe Guru SEO, Digitalpreneur, Public Speaker, Konsultan Digital Marketing, Blogger Medan | WA: 085261199133