Bisnis

2 Faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha

Setiap bisnis pasti memiliki tantangan tersendiri. Namun, ada kalanya seorang wirausaha menyerah akan bisnisnya karena tidak berjalan sesuai dengan harapan. Ada banyak faktor penyebab kegagalan wirausaha dipandang dari berbagai sudut.

Kegagalan tersebut seringkali memang datang dari diri wirausaha tersebut.

Faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha Secara Internal

Ada kalanya kondisi di luar menyebabkan bisnis harus gagal. Walau demikian, setiap kegagalan pasti membawa sebuah pembelajaran. Baik bagi wirausaha itu sendiri maupun pihak lain yang mengerti tentang kegagalan tersebut.

Berikut beberapa faktor penyebab kegagalan wirausaha secara internal :

Perencanaan yang Kurang Matang

Tantangan utama ketika menjalankan sebuah bisnis adalah saat mengambil keputusan di saat genting. Misalnya saat terjadi pandemi, semua sektor ekonomi mengalami kelesuan dan hampir tidak memiliki pemasukan.

Di saat seperti ini, keputusan seorang pemimpin sangat diperlukan. Untuk pemilik restoran, tentu saja harus menerima pemasukannya berkurang karena jumlah pengunjung yang datang makan berkurang drastis.

Namun hal ini bisa diatasi dengan menyiapkan paket makanan yang bisa diantar atau membuat makanan beku sehingga pelanggan bisa menikmatinya meski sedang jauh. Walau terkesan sepele, namun semua keputusan tersebut harus dibuat secara matang.

Perubahan bentuk layanan seperti ini tentu berimbas pada iklim kerja yang juga berubah. Maka sebagai pemilik usaha yang mengenal usahanya, Anda harus bisa memperkirakan setiap langkah dengan tepat.

Takut Mengambil Resiko

Seiring berkembangnya zaman maka sebuah bisnis harus mau beradaptasi. Hal ini memang wajib meskipun terkadang berbeda dari prinsip awal yang diinginkan.

Memang perubahan itu seringkali menakutkan sehingga tidak banyak yang mau mengambil resiko. Sebagai contoh adalah perusahaan alat telekomunikasi ternama Nokia. Saat pasar Android muncul, mereka dengan gagahnya berkata bahwa mereka tidak akan mengikuti arus.

Hal ini dikarenakan mereka percaya pasar mereka masih besar dan pelanggan mereka setia. Sehingga jika mereka melakukan perubahan, ada peluang pelanggan mereka malah akan lari. Namun sayangnya keputusan mereka untuk main aman malah membuat mereka tidak aman.

Dalam konferensi pers saat menyatakan akan menutup layanan, pimpinan Nokia baru menyatakan bahwa mereka keliru tidak mengikuti arus. Saat mereka menyadari hal tersebut, sayangnya semua sudah terlambat.

Tidak Berani Mencoba

Bisa dikatakan bahwa bisnis start up yang berkembang sekarang ini adalah sebuah inovasi baru. Sebelumnya Anda pasti tidak pernah menyangka bahwa layanan ojek bisa menjadi premium seperti sekarang.

Layanan antar makanan pun sudah tidak lagi terbatas jarak karena ada layanan yang mampu mengirim hingga ke luar negeri dengan aman.

Semua itu diawali dari keberanian untuk mencoba. Tentu saja ada resiko yang akan dihadapi, sebab tidak semua orang bisa percaya dengan sebuah produk baru. Namun, nyatanya percobaan tersebut berhasil.

Bagi orang-orang yang takut mencoba, maka mereka akan tetap berada di tempat. Bisnis tidak akan berkembang dan malah ada kemungkinan mengalami kemunduran.

Mudah Menyerah

Salah satu ciri untuk bisa menjadi seorang pengusaha sukses adalah memiliki ketangguhan mental. Sejak dari awal mendirikan usaha pasti akan ada banyak orang yang memberikan suara-suara sumbang.

Jika Anda mendengarkan suara-suara ini maka bisa jadi Anda kehilangan kepercayaan diri dan jua kepercayaan terhadap usaha yang Anda rintis.

Belum lagi saat bisnis sudah berjalan, akan ada tantangan lain yang pasti akan menghadang. Pandemi yang tidak terduga adalah salah satu pukulan hebat bagi semua pelaku bisnis.

Namun orang yang tidak menyerah pasti akan menemukan jalan keluar dari masalah yang timbul. Sebaliknya, orang yang mudah menyerah akan pasrah dengan keadaan dan lambat laun membiarkan bisnisnya terbengkalai.

Terlalu Terburu-buru

Keinginan untuk memperluas bisnis pasti dimiliki oleh semua pengusaha. Dengan bisnis yang berkembang maka tentu saja penghasilan yang didapatkan akan lebih banyak.

Namun tentu saja untuk mengembangkan bisnis tidak hanya diperlukan kemampuan untuk mengelola bisnis besar, tetapi juga modal yang cukup.

Sayangnya, ada banyak pengusaha yang melupakan hal tersebut dan terburu-buru untuk segera membuka cabang. Padahal ada banyak hal yang belum siap, misalnya dari segi permodalan atau tenaga kerja.

Hasilnya tentu tidak akan maksimal mengingat akan ada tekanan yang tidak bisa diatasi. Ini adalah salah satu contoh terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Ada banyak contoh lain yang bisa saja terjadi dalam bisnis Anda. Terburu-buru menutup bisnis pun juga bisa menjadi masalah. Asalkan semua aspek masih bisa terpenuhi, maka bisnis masih dapat berjalan meski sedikit melambat.

Tidak Percaya Diri

Ketidakpercayaan diri akan membawa kehancuran. Sebab siapa lagi yang akan percaya dengan bisnis Anda selain Anda sendiri? Maka untuk mengambil keputusan, Anda harus percaya pada diri sendiri dan juga tim.

Jika semua keputusan sudah dipikirkan matang-matang dan segala kemungkinan sudah terdapat rencana tambahan maka tidak ada yang perlu dipikirkan.

Ketidakpercayaan diri akan membuat Anda menunda keputusan. Padahal di saat-saat tertentu keputusan cepat harus bisa segera diambil. Semua tentu ada resiko, namun saat Anda percaya diri maka Anda akan dapat melihat peluang lain yang lebih baik.

Faktor Penyebab Kegagalan Wirausaha Secara Eksternal

Modal Kurang

Seperti yang sudah dibicarakan di atas, ketika segala kemampuan diri mencukupi tetapi modal yang ada masih kurang, hal ini bisa menghambat jalannya bisnis.

Hal ini terutama saat Anda akan mengembangkan bisnis, tentunya dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Meminjam modal di lembaga keuangan memang bisa menjadi solusi, tetapi jika penghasilan yang didapatkan tidak dapat menutupi biaya cicilan maka malah akan menambah masalah baru.

Bencana Alam

Ketika terjadi bencana maka semua yang terjadi sudah berada di luar kuasa manusia. Misalnya saat terjadi banjir bandang dan banjir tersebut mengenai tempat usaha Anda, maka hal ini bisa memperlambat bahkan bisa mematikan usaha.

Jika kerusakan yang terjadi cukup parah dan tidak ada asuransi yang bisa mengganti, maka itu artinya adalah memulai bisnis dari nol.

Hal ini tentu tidak mudah. Bukan hanya membutuhkan modal tetapi juga kemampuan personal pemilik usaha yang juga diuji. Memulai bisnis dari nol malah umumnya membutuhkan tenaga dua kali lebih banyak daripada saat pertama merintis bisnis dan ini seringkali membuat orang menyerah.

Tekanan Sosial

Salah satu faktor penyebab kegagalan wirausaha yang kerap tidak disadari adalah tekanan sosial. Misalnya ketika lahan tempat Anda membuka usaha tidak mendapatkan persetujuan dari warga sekitar.

Tentu Anda tidak akan bisa melakukan kegiatan bisnis dengan nyaman. Meskipun sudah ada izin dari pihak berwenang, tapi tanpa dukungan dari masyarakat maka pasti akan ada kendala yang muncul di kemudian hari.

Tidak jarang cekcok antara pemilik usaha dengan warga akan menghambat proses produksi. Jika proses produksi melambat maka penghasilan juga akan berkurang. Bahkan tidak jarang pelanggan akan kabur karena layanan yang tidak lagi optimal.

Maka sebelum mendirikan usaha, pastikan ada dukungan yang baik dari penduduk sekitar.

Klik 2x Selengkapnya

Wahyu Blahe

Guru SEO, Blogger Medan, Public Speaker, Digitalpreneur, Konsultan Digital Marketing | WA: 085261199133

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button