Ragam

Jelaskan Penyebab Keberagaman Suku Bangsa dan Budaya di Indonesia

Di artikel ini saya dapat jelaskan penyebab keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia dari beberapa sudut pandang yang saya rangkum sebagai berikut ini.

Ada banyak sekali penyebab keberagaman budaya Indonesia, mulai dari letak geografis, historis, serta beragam faktor lainnya.

Tingginya keberagaman tersebut membuat Indonesia menjadi salah satu negara dengan kekayaan warisan budaya terbesar di dunia.

Saat ini tercatat lebih dari 1300 suku yang mendiami berbagai wilayah Nusantara, dengan populasi terbanyak berupa suku Jawa, sekitar 41%. Keragaman ini juga membuat Nusantara memiliki kekayaan bahasa, ada lebih dari 700 bahasa lokal yang berkembang hingga saat ini.

Meskipun memiliki tingkat keberagaman tinggi, namun tidak membuat Indonesia terpecah belah. Justru dengan adanya keragaman tersebut tercipta harmonisasi atau kerukunan dalam beraktivitas, sesuai dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Penyebab Keberagaman Budaya Indonesia

Keberagaman ini merupakan sebuah anugerah yang harus disyukuri, menjadi ciri khas dari Negara Indonesia. Terjadinya keanekaragaman kultur ini terjadi karena berbagai sebab, paling umum adalah adanya perbedaan cara bertahan hidup, berikut detailnya.

Pengaruh Unsur Geografis

Apabila diminta jelaskan penyebab keberagaman suku bangsa, jawaban paling awal adalah karena kondisi geografis yang sangat beragam. Nusantara terletak di daerah khatulistiwa, dengan kontur beragam, mulai dari pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, sabana, serta lainnya.

Perbedaan kondisi geografis tersebut paling dasar berpengaruh pada pola hidup masyarakatnya, contohnya masyarakat pegunungan cenderung beternak atau berkebun, sedangkan dataran rendah cenderung bertani, di pesisir menjadi nelayan.

Kekayaan Alam

Meskipun terletak di daerah zamrud khatulistiwa, tidak semua daerah memiliki kekayaan yang sama. Masyarakat dataran rendah di Pulau Jawa dengan Pulau Madura memiliki kekayaan berbeda, akhirnya menyebabkan pola perilaku atau pemenuhan kebutuhan yang berbeda juga.

Belum lagi perbedaan kekayaan alam karena berbeda kondisi geografis, seperti masyarakat Jawa tanahnya cocok digunakan bercocok tanam padi sehingga makanan pokoknya adalah nasi. Sedangkan masyarakat Papua, sagu menjadi bahan pangan pokok yang sangat berlimpah.

Akulturasi dan Asimilasi

Keberagaman ras budaya Indonesia sangat berkaitan dengan ciri adanya akulturasi serta asimilasi, yaitu ketika beberapa kebudayaan bertemu. Contoh keragaman budaya karena adanya proses akulturasi asimilasi adalah penyebaran agama Islam di Indonesia.

Para Wali menggabungkan unsur kebudayaan lokal, seperti tembang, gamelan, serta pertunjukan wayang dengan nilai – nilai islami. Kegiatan tersebut menjadikan bentuk tradisinya berbeda dari negeri arab, seperti muncul tradisi halal bihalal, kupatan, dan sebagainya.

Penerimaan Terhadap Perkembangan

Faktor lainnya adalah adanya keterbukaan terhadap perkembangan, baik karena faktor asing, teknologi, maupun pola pemikiran baru. Contoh paling sederhana yang terlihat sehari – hari adalah tentang gaya berpakaian, kini banyak generasi muda meniru gaya berpakaian idolanya.

Keberagaman Budaya Indonesia Adalah Kekayaan Bangsa

Meskipun berbeda – beda tetapi tetap satu juga, adalah semboyan Bangsa Indonesia, sebagai sebuah komitmen untuk hidup berdampingan mencapai kesejahteraan bersama. Semboyan ini juga merupakan bentuk syukur terhadap Tuhan YME atas keragaman yang ada.

Keanekaragaman tersebut juga menjadi salah satu yang membuat Nusantara diketahui, dikenal, serta memiliki daya tarik tersendiri. Orang – orang luar menyebutnya sebagai salah satu bentuk kekayaan yang tidak bisa tergantikan secara material.

Banyak bentuk kebudayaan yang sudah diakui, paling populer adalah batik, yaitu corak pada kain, khas menggambarkan bentuk dan nilai tertentu. Teknik pembuatannya adalah menggunakan canting dan lilin untuk membuat polanya, kemudian dicelup ke tinta, menghasilkan corak khas.

Tingginya tingkat keragaman tersebut juga memberikan manfaat dalam berinteraksi dan membangun bangsa. Perbedaan komoditas dan sumber daya mampu membangun sistem kerja sama yang efektif serta efisien untuk memenuhi berbagai kebutuhan nasional.

Selain itu perbedaan kultural dan pola hidup juga membangun kedewasaan dalam bersikap, masyarakat menjadi lebih empati serta mau memahami orang lain. Karenanya masyarakat Indonesia terkenal ramah – ramah serta lebih terbuka terhadap perbedaan.

Tidak sedikit negara – negara lain dengan keanekaragaman kultur, tetapi tingkat diskriminasinya tinggi. Kemampuan menghargai, bertoleransi, berempati, dan mengesampingkan ego adalah salah satu kekayaan yang sangat langka serta mahal harganya.

Tantangan Keberagaman Budaya Indonesia

Ada berbagai jenis keberagaman di Indonesia, seperti banyaknya suku, agama, ras, golongan, wilayah, dan masih banyak lainnya. Apa yang seharusnya kita lakukan terhadap keberagaman budaya yang dimiliki bangsa Indonesia adalah memupuk perbedaan tersebut.

Tetapi dalam realitasnya, tidak semudah itu, banyak tantangan – tantangan yang terjadi, seperti konflik antar suku atau diskriminasi. Meskipun tidak ekstrem, tetapi itu menjadi tantangan atau PR yang harus diselesaikan bersama sebagai sebuah bangsa.

Individualisme

Hidup berdampingan dengan beragam jenis orang tidak berarti menghasilkan tatanan kehidupan yang rukun nan harmonis. Tingginya pengaruh kebudayaan asing seperti individualisme atau eksklusivitas kelompok tertentu akan membentuk sikap individualisme yang tinggi.

Kontras Sosial

Keberagaman suku bangsa dan budaya di Indonesia memiliki dampak positif kecuali tingkat kontras sosialnya tinggi. Hal ini terjadi apabila tidak ada kepedulian terhadap sesama anggota masyarakat, terlebih dalam bidang gaya hidup maupun ekonomi.

Perbedaan kapasitas, gaya hidup, serta kemampuan ekonomi cenderung terlihat kurang harmonis, terlebih apabila ada faktor suku serta budaya. Perbedaan tersebut akan memicu timbulnya kecemburuan sosial dan berakhir dengan berbagai konflik sosial.

Peran Digital Media

Tantangan berikutnya adalah bebasnya media digital dalam menangkap atau menyajikan berbagai narasi. Tidak sedikit ujaran hoax atau provokatif berkembang melalui sosial media. Ini menjadi tantangan di era modern, kecakapan memilah informasi dan etika bersosial media.

Memupuk Keharmonisan Meski Ada Keberagaman Budaya Indonesia

Belajar dari konflik dan diskriminasi berkepanjangan di Amerika tentang ras kulit putih dengan ras kulit berwarna, Indonesia yang sudah sejak awal hidup berdampingan juga harus dipupuk keharmonisannya. Hal ini harus dimulai dari kesadaran diri sendiri, seperti :

Belajar Berempati dan Memahami Orang Lain

Kunci dari kemampuan hidup berdampingan adalah bisa berempati dan memahami orang lain, berbeda gender saja sudut pandangnya berbeda, terlebih apabila ada perbedaan pada suku serta gaya hidup. Tentu untuk bisa terkoneksi, harus menyadari bahwa perlu memahami orang lain.

Fokus Pada Penyelesaian Masalah Bersama

Manfaat keragaman budaya Indonesia adalah munculnya berbagai inovasi dan pemecahan masalah yang lebih luas. Mengingat setiap suku memiliki pandangan dan pola pemecahan sendiri – sendiri, sehingga memperkaya inovasi dan penyelesaian masalahnya.

Namun tantangannya adalah bagaimana mengomunikasikan gagasan tersebut, tidak jarang orang akan terfokus pada permasalahan individual dibandingkan masalah utamanya. Karenanya harus dibiasakan untuk fokus pada penyelesaian masalah dibandingkan ke personalnya.

Menghindari Hal – Hal yang Menyebabkan Provokasi

Salah satu langkah efektif untuk menjaga dan memupuk keharmonisan berkehidupan berbangsa dan bernegara adalah menghindari hal – hal penyebab provokasi. Seperti ikut menyebarkan berita hoax atau responsif ketika melihat suatu fenomena tertentu terkait isu SARA.

Langkah terbaik adalah dengan senantiasa memeriksa terlebih dahulu apabila mendapatkan informasi, meskipun itu berasal dari orang terpercaya. Begitu juga isu di internet, usahakan tidak langsung percaya, baca secara menyeluruh, terlebih apabila narasinya cenderung negatif.

Indonesia adalah negara kaya, mulai dari kondisi alamnya hingga budayanya, memupuk dan menjaga keharmonisan adalah tugas setiap warga negaranya. Keberagaman budaya Indonesia dapat dipupuk dengan meningkatkan sikap empati dan berhati – hati bersosial media.

Klik 2x Selengkapnya

Wahyu Blahe

Guru SEO, Blogger Medan, Public Speaker, Digitalpreneur, Konsultan Digital Marketing | WA: 085261199133

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button