Letak Astronomis, Geologis, Geografis Indonesia

Letak Astronomis Indonesia

Sebagai sebuah negara kepulauan, letak geografis Indonesia bisa dikatakan cukup strategis baik dari segi ekonomi, kekuatan laut dan bahkan geopolitiknya. Posisi Indonesia yang sangat strategis tersebut membuat negara ini sesungguhnya memiliki banyak sekali potensi yang dapat digali.

Dikelilingi oleh samudera dan lautan lepas, Indonesia dilewati oleh jalur perdagangan internasional penting yang membuat negeri ini sangat mudah mengakses pasar internasional. Dilihat dari letak astronomis Indonesia, negeri ini memiliki iklim tropis yang membuat berbagai tanaman dapat tumbuh subur.

Jika dilihat dari posisi geologis Indonesia, negeri ini dilewati oleh jalur gunung berapi dan lempengan besar dunia. Oleh karena itu tidak heran jika Indonesia menjadi salah satu negara di dunia yang rawan terkena bencana alam berupa gempa bumi. Berikut penjelasan lebih lengkapnya terkait posisi Indonesia.

Letak Astronomis Indonesia

Letak astronomis Indonesia adalah posisi wilayah Indonesia dilihat dari letaknya terhadap garis lintang serta garis bujur. Letak astronomis mempengaruhi pembagian waktu di Tanah Air yang dibagi menjadi Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA) dan Waktu Indonesia Timur (WIT).

Posisi Wilayah Terhadap Garis Lintang

Letak astronomis Indonesia di antara garis lintang 6 derajat Lintang Utara (LU) sampai 11 derajat Lintang Selatan (LS). Garis lintang sendiri adalah garis astronomis yang ditarik sejajar dengan garis khatulistiwa. Garis lintang digunakan untuk menyatakan letak selatan dan utara suatu wilayah.

Di Indonesia sendiri, lokasi paling utara adalah di Pulau Rondo yang masuk ke dalam wilayah Sabang. Sementara lokasi paling selatan ada di Pulau Pamana yang masuk ke dalam provinsi Nusa Tenggara Timur.

Berdasarkan letak astronomis Indonesia merupakan salah satu negara di dunia yang dilewati oleh garis khatulistiwa. Posisi Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa membuat negara ini memiliki iklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun.

Selain itu, iklim tropis juga membuat Indonesia mempunyai tingkat kelembaban udara yang tinggi dan mendapat penyinaran matahari selama setahun penuh. Tingkat kelembaban udara yang tinggi disebabkan karena banyak uap air yang terbentuk akibat pemanasan dari sinar matahari.

Memiliki iklim tropis membuat negara ini tidak memiliki variasi suhu yang cukup ekstrem sepanjang tahun. Rentang suhu cenderung tidak terlalu lebar dan tidak pernah mengalami suhu ekstrem terlalu dingin atau terlalu panas. Indonesia juga memiliki hutan hujan tropis yang subur berkat curah hujan tinggi.

Posisi Wilayah Terhadap Garis Bujur

Letak astronomis Indonesia dilihat dari garis bujur adalah 95 derajat Bujur Timur (BT) sampai 141 derajat Bujur Timur (BT). Garis bujur sendiri adalah garis khayal yang ditarik di peta dan bola dunia yang menghubungkan antara kutub selatan dan kutub utara bumi.

Garis bujur 0 derajat mengambil acuan di wilayah Greenwich di Inggris. Dilihat dari garis bujur, Pulau Benggala yang masuk ke dalam wilayah Aceh Besar merupakan titik paling sebelah barat Indonesia. Titik paling timur Indonesia adalah daerah perbatasan Indonesia dan Papua Nugini di Muara Torasi.

Garis bujur berpengaruh terhadap pembagian zona waktu di suatu tempat. Indonesia sendiri mempunyai tiga pembagian zona waktu di Tanah Air. Berikut penjelasannya.

a) Zona Waktu Indonesia Barat

Zona WIB (Waktu Indonesia Barat) adalah zona waktu dengan perbedaan waktu dari UTC + 7. Sehingga perbedaan waktu Indonesia dengan Greenwich adalah 7 jam lebih cepat. Wilayah di Indonesia yang masuk ke dalam Waktu Indonesia Barat adalah Jawa, Sumatera, dan Pulau Kalimantan Provinsi Kalimantan Barat.

b) Zona Waktu Indonesia Tengah

Zona WITA (Waktu Indonesia Tengah) adalah zona waktu dengan perbedaan waktu dari UTC + 8. Sehingga perbedaan waktu wilayah Indonesia yang masuk ke zona waktu WITA dengan Greenwich adalah 8 jam lebih cepat.

Wilayah di Indonesia yang masuk ke dalam Waktu Indonesia Tengah adalah Pulau Kalimantan sebelah timur seperti provinsi Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara dan Kalimantan Tengah. Selain itu, provinsi Nusa Tenggara Barat dan Timur, Sulawesi juga masuk ke zona waktu WITA.

Negara tetangga Indonesia seperti Malaysia dan Singapura juga memiliki zona waktu UTC + 8.

c) Zona Waktu Indonesia Timur

Zona WIT (Waktu Indonesia Timur) adalah zona waktu dengan perbedaan waktu dari UTC + 9. Sehingga perbedaan waktu Indonesia yang masuk ke zona waktu WIT dengan Greenwich adalah 9 jam lebih cepat.

Wilayah di Indonesia yang masuk ke dalam Waktu Indonesia Timur adalah Maluku hingga seluruh Pulau Papua atau Irian Jaya. Perbedaan waktu WIT dengan WIB adalah 2 jam lebih cepat dari WIB.

Letak Geologis Indonesia

Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, negeri ini dilewati oleh jalur pegunungan api dan juga lempeng besar dunia yang menyebabkan Indonesia rawan terkena bencana. Posisi Indonesia terhadap lempeng dunia dan jalur gunung api merupakan posisi negeri ini dilihat dari lokasi geologis Indonesia.

Posisi geologis sendiri merupakan posisi suatu wilayah dilihat berdasarkan kondisi geologis di tempat tersebut. Kondisi geologis yang dimaksud adalah kondisi pada suatu wilayah dilihat dari susunan batuan permukaan bumi di tempat tersebut berada.

Pertemuan Tiga Lempeng Besar Dunia

Dilihat dari letak geologis Indonesia, negara ini berada pada pertemuan tiga lempeng besar yang ada di dunia yakni Lempeng Pasifik, Lempeng Eurasia dan Lempeng Indo-Australia. Baik lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia keduanya mengalami gerakan konvergen subduksi di bawah daratan Indonesia.

Gerakan konvergen subduksi yang berada tepat di wilayah Tanah Air membuat negeri ini kerap mengalami berbagai bencana alam seperti gunung api, gempa bumi hingga terbentuknya berbagai barisan pegunungan.

Frekuensi terjadinya gempa di Tanah Air tergolong besar bahkan bisa mencapai lebih dari 6000 kali gempa dalam setahun. Dikelilingi oleh lautan yang sangat luas membuat Indonesia berpotensi besar mengalami tsunami yang disebabkan oleh terjadinya gempa di bawah lautan.

Sirkum Pegunungan Besar

Selain berada di pertemuan tiga lempeng besar dunia, dilihat dari kondisi geologis Indonesia juga dilalui oleh jalur pegunungan besar dunia seperti sirkum Pasifik dan sirkum Mediterania. Sirkum Pasifik di Nusantara membentang di sisi timur Indonesia dan dikenal dengan nama Pacific Ring of Fire.

Sirkum Mediterania membentang paling jauh dan melintasi berbagai pulau di Nusantara dari mulai ujung Pulau Sumatera bagian utara, Pulau Jawa, Bali hingga Sunda Kecil. Indonesia sendiri memang dikenal dilalui oleh jalur ring of fire yang merupakan jalur gunung berapi di daerah Samudera Pasifik.

Dilalui oleh sirkum pegunungan besar dunia atau ring of fire membuat Indonesia memiliki banyak sekali gunung-gunung berapi yang tersebar di Jawa, Sumatera, dan Bali. Letusan gunung berapi memang menimbulkan dampak kerugian yang tidak sedikit bagi masyarakat.

Tidak hanya menelan harta benda, letusan gunung berapi bahkan bisa memakan korban nyawa. Meski begitu, letusan gunung berapi juga membawa keberkahan tersendiri bagi masyarakat sekitar. Letusan dari gunung berapi membawa banyak sekali unsur penting yang sebelumnya terpendam di perut bumi.

Unsur-unsur penting yang awalnya terpendam di dalam perut bumi tersebut kemudian naik hingga permukaan serta menyuburkan tanah di sekitarnya. Kondisi geologis Indonesia membawa keuntungan terhadap negeri ini dengan tanahnya yang subur serta sangat baik untuk pertanian.

Dangkalan

Indonesia mempunyai dangkalan yang menghubungkan berbagai kepulauan di negara ini dengan benua lain yang berukuran lebih besar. Dangkalan Sunda adalah dangkalan yang menghubungkan daratan Indonesia dengan benua Asia yang lebih besar melalui Pulau Kalimantan dan Sumatera.

Dangkalan Sahul merupakan dangkalan yang berfungsi untuk menghubungkan antara Pulau Papua dengan benua Australia di sisi selatan Indonesia.

Kaya Sumber Daya Bahan Tambang

Salah satu keuntungan dari posisi geologis Indonesia adalah negara ini memiliki sumber daya alam dari bahan tambang yang cukup melimpah. Gerakan konvergen dari dua buah lempeng tektonik yang ada di Indonesia menyebabkan banyak barang tambang yang terbuka dan dapat dengan mudah digali.

Indonesia kaya akan pertambangan emas, batu bara, minyak bumi, panas bumi, tembaga, timah, gamping dan bauksit. Sumber panas bumi di Indonesia yang tinggi juga dikarenakan wilayah ini mempunyai aktivitas vulkanisme yang cukup aktif.

Letak Geografis Indonesia

Posisi geografis Indonesia adalah posisi negeri ini dengan melihat kenyataan letaknya di atas permukaan bumi atau posisi suatu daerah yang ada di bola bumi dan membandingkannya dengan posisi daerah di sekitarnya.

Posisi geografis berbeda dari letak astronomis Indonesia yang absolut. Posisi geografis negeri ini dilihat dengan menggunakan objek lainnya sebagai acuan penentuan lokasi geografis.

Batas Wilayah Indonesia

Sebagai salah satu negara terluas yang ada di dunia, Indonesia berbatasan darat dan laut dengan beberapa negara. Total luas wilayah Indonesia termasuk daratan dan juga lautan mencapai 5.180.083 km persegi. Jumlah pulau yang dimiliki Indonesia mencapai lebih dari 17 ribu pulau.

Luas lautan Indonesia mencapai 3.257.483 km persegi sehingga tidak heran jika Indonesia memiliki potensi sebagai negara agraris. Di sebelah utara, Indonesia berbatasan darat dengan Malaysia di Pulau Kalimantan, berbatasan laut dengan Singapura, Filipina serta Laut China Selatan.

Di sebelah Selatan, Indonesia berbatasan darat dengan Timor Leste serta berbatasan laut dengan Australia di Samudera Hindia. Di sebelah barat Indonesia berbatasan dengan Samudera Hindia. Sementara sebelah timur Indonesia berbatasan darat dengan Papua Nugini serta Samudera Pasifik.

Diapit Dua Benua dan Dua Samudera

Jika dilihat dari posisi geografis Indonesia diapit oleh dua samudera dan juga dua benua. Negeri ini berada di antara benua Australia dan juga benua Asia. Indonesia juga diapit oleh dua samudera besar yakni Samudera Pasifik dan Samudera Hindia.

Posisi geografis Indonesia yang diapit oleh dua samudera dan juga dua benua membuat negara ini sesungguhnya memiliki posisi silang yang sangat strategis. Posisi Indonesia yang sangat strategis ini dapat mendatangkan keuntungan baik dari segi sosial budaya, ekonomi dan juga iklimnya seperti berikut.

a. Aspek Ekonomi

Lokasi geografis Indonesia sesungguhnya sangat menguntungkan mengingat negeri ini diapit oleh dua samudera dan dua benua sehingga menjadi salah satu jalur pusat perdagangan besar dunia. Banyak kapal-kapal besar pengangkut besar yang harus melewati jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI).

Jalur di selat Malaka yang terletak di antara Pulau Sumatera serta daratan Singapura atau Malaysia merupakan salah satu jalur perdagangan tersibuk di dunia. Rute ini merupakan rute utama kapal dagang dari Afrika menuju Asia, Asia ke Eropa serta perdagangan minyak dari Negara Teluk ke Asia Timur.

Apabila kita mampu memanfaatkan peluang dengan benar, maka sesungguhnya kita dapat menarik devisa dari kapal dagang yang sedang berlabuh.

Sayangnya, mayoritas kapal dagang dunia lebih memilih untuk bersandar di pelabuhan besar milik Singapura yakni Port of Singapure dan pelabuhan milik Malaysia atau Port Klang dibandingkan di Indonesia. Hal ini menyebabkan mimpi besar Indonesia sebagai negara maritim harus tertunda.

b. Aspek Iklim

Posisi geografis Indonesia yang berada di antara dua benua yakni benua Australia-Oseania dan benua Asia menyebabkan negara ini mempunyai dua musim yakni musim kemarau dan musim hujan. Musim hujan dan kemarau yang terjadi di Indonesia adalah efek dari hembusan angin muson.

Angin muson yang berhembus dari daratan Australia melalui Samudera Hindia memiliki karakteristik udara yang kering atau memiliki sedikit uap air. Ketika angin muson dari daratan Australia bergerak menuju Asia, maka Indonesia mengalami musim kemarau.

Angin muson dari Australia ke Asia ini biasanya berhembus pada bulan April hingga Oktober. Sementara angin muson yang bergerak dari Asia ke Australia memiliki karakteristik lebih basah karena membawa banyak uap air dari Samudera Pasifik.

Saat angin muson dari Asia ke Australia ini melewati Indonesia, maka negara ini akan mengalami musim hujan. Angin muson yang bergerak dari Asia ke Australia umumnya terjadi pada bulan Oktober sampai April.

Pergerakan angin muson di negeri ini mendatangkan berkah bagi pertanian. Angin muson yang kaya akan uap air menyebabkan Indonesia mempunyai curah hujan yang cukup tinggi sehingga dapat mengairi pertanian dan perkebunan.

c. Keanekaragaman Hayati Tinggi

Indonesia yang terletak di antara dua benua membuat negeri ini mempunyai keanekaragaman hayati yang cukup tinggi. Keanekaragaman hayati yang tinggi dipengaruhi oleh letak Indonesia secara biogeografis yang berada di dua wilayah biogeografi yakni Australasia dan Indo-Malaya.

Diapit oleh dua wilayah biogeografi menyebabkan Indonesia mempunyai tiga jenis flora dan fauna yang dibedakan berdasarkan posisi wilayah Indonesia, yakni flora dan fauna bagian barat, tengah dan timur. Pada Indonesia bagian barat, keanekaragaman hayati lebih didominasi oleh flora fauna jenis Asiatis.

Fauna jenis Asiatis seperti badak bercula satu, gajah sumatera, orang utan, jalak bali dan bekantan. Pada Indonesia bagian tengah, keanekaragaman hayati lebih didominasi oleh flora fauna peralihan antara Asiatis dan Australis.

Sementara pada Indonesia bagian timur, keanekaragaman hayati lebih didominasi oleh flora fauna jenis Australis seperti kasuari, wallaby dan kanguru pohon. Bentuk Indonesia yang berupa kepulauan membuat negeri ini sangat kaya akan hewan endemik atau hewan yang khas untuk suatu pulau saja.

d. Aspek Sosial Budaya

Indonesia termasuk daerah yang sangat aktif dilewati oleh jalur perdagangan dunia. Hal ini menyebabkan masyarakat Indonesia dari sejak ratusan tahun yang lalu sering berinteraksi dengan dunia luar dan mendapat pengaruh budaya yang cukup luas.

Internalisasi budaya luar menjadi satu kesatuan dengan budaya Indonesia dapat kita lihat di berbagai bidang kehidupan, dari mulai gaya pakaian, arsitektur, kuliner hingga pengaruh agama. Ada banyak kuliner Nusantara yang terpengaruh oleh budaya luar dan sudah menyatu dengan budaya Indonesia.

Indonesia memiliki letak yang sangat strategis dan kekayaan alam yang berlimpah. Penjelasan dari letak astronomis Indonesia, letak geologis Indonesia, letak geografis Indonesia, telah dirangkum sedemikian rupa. Semoga menjadi referensi bacaan yang bermanfaat ya.

Wahyu Blahe Guru SEO, Digitalpreneur, Public Speaker, Konsultan Digital Marketing, Blogger Medan | WA: 085261199133