Orang Terkaya di Indonesia

Orang Terkaya di Indonesia menjadi artikel yang layak saya tulis, karena motivasi kita menjadi sukses seperti mereka itu perlu ada.

Apalagi, kita perlu belajar dari pengalaman mereka yang kebanyakan orang kaya berani bermimpi besar. Terkadang sangat tinggi, tidak masuk akal dan mustahil untuk dicapai. Keberanian yang mereka punya itu diwujudkan dengan usaha dan kerja keras untuk mewujudkannya. Akhirnya membuahkan hasil, jadi orang yang berhasil, dan menjadi sebuah cerita yang layak diberitakan seperti informasi berikut :

 

Orang Kaya Versi Forbes

 

Menurut majalah ekonomi terkemuka; Forbes merilis 30 orang terkaya di Indonesia

#1 R. Budi & Michael Hartono (kekayaan bersih: $35 B) (umur: 69) (asal kekayaan: conglomerate)
#2 Susilo Wonowidjojo $9.2 B 63 tobacco
#3 Eka Tjipta Widjaja $8.6 B 96 palm oil
#4 Sri Prakash Lohia $7.5 B 67 petrochemicals
#5 Anthoni Salim $5.3 B 70 diversified
#6 Tahir $4.5 B 67 diversified
#7 Chairul Tanjung $3.5 B 57 diversified
#8 Boenjamin Setiawan $3.2 B 86 pharmaceuticals
#9 Jogi Hendra Atmadja $3.1 B 73 consumer goods
#10 Prajogo Pangestu $3 B 75 petrochemicals

#11 Low Tuck Kwong $2.5 B 71 coal
#12 Mochtar Riady $2.3 B 90 diversified
#13 Putera Sampoerna $1.75 B 71 investments
#14 Peter Sondakh $1.7 B 69 investments
#15 Martua Sitorus $1.69 B 59 palm oil
#16 Garibaldi Thohir $1.67 B 54 coal
#17 Theodore Rachmat $1.6 B 75 diversified
#18 Kuncoro Wibowo $1.58 B 63 retail, tools
#19 Alexander Tedja $1.5 B 74 real estate
#20 Husain Djojonegoro $1.46 B 69 consumer goods

#21 Bachtiar Karim $1.45 B 62 palm oil
#22 Murdaya Poo $1.4 B 78 diversified
#23 Eddy Katuari $1.35 B 68 consumer goods
#24 Djoko Susanto $1.33 B 69 supermarkets
#25 Sukanto Tanoto $1.3 B 69 diversified
#26 Eddy Kusnadi Sariaatmadja $1.29 B 66 media, tech
#27 Ciputra $1.2 B 88 real estate
#28 Ciliandra Fangiono $1.19 B 43 palm oil
#29 Husodo Angkosubroto $1.15 B 64 agribusiness, property, insurance
#30 Harjo Sutanto $1.1 B 93 consumer goods

Orang Terkaya di Aceh

 

Orang Terkaya di Aceh

Berikut daftar orang-orang paling kaya di Aceh :

 

Teuku Markam

 

Tau Tugu Monas (Monumen Nasional) di Jakarta? Baca biografi beliau terlebih dulu. Teuku Markam adalah seorang pengusaha kaya Aceh pada zaman pemerintahan Presiden RI Soekarno.

Teuku Markam keturunan uleebalang yang lahir tahun 1925 di Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara dan ayahnya bernama Teuku Marhaban. Terlibat dalam pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat, jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan yang didanai oleh Bank Dunia.

Beliau yang telah menyumbangkan 28 kg emas dari 38 kg emas untuk Monumen Nasional (Monas).

Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang betul-betul mampu menangani masalah perekonomian Indonesia.

Tahun 1957, ketika Teuku Markam berpangkat kapten (NRP 12276), ia kembali ke Aceh dan mendirikan PT. Karkam. Ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda). Akibatnya Teuku Markam ditahan dan baru keluar tahun 1958.

Pertentangan dengan Teuku Hamzah berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu.

Keluar dari tahanan, Teuku Markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan itu dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola rampasan perang untuk dijadikan dana revolusi.

Teuku Markam menggeluti dunia usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya.

Bisnis Teuku Markam mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden.

Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang dilakukan oleh Soekarno.

Dari bisnis inilah Teuku Markam bisa menyumbang 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Peran Teuku Markam menyukseskan Konferensi Asia Afrika juga terbilang tidak kecil berkat bantuan sejumlah dana.

Meskipun beliau telah tiada, kekayaan beliau yang telah disumbangkan dalam bentuk emas untuk tugu Monas menjadi pengetahuan yang berharga dan tetap diingat terutama bagi masyarakat Banda Aceh.

 

Ibrahim Risjad

 

Atau Ibrahim Pidie, konon dia katanya memiliki kelapa sawit yang sangat luas sehingga kemegahannya menyebar ke setiap seantaro Aceh. Ibrahim Risjad masuk dalam majalah forbes sebagai orang terkaya peringkat 64 dunia.

Pria kelahiran Sigli, 3 Maret 1934, ini adalah penguasa perekonomian Indonesia pada zaman Soeharto. Bersama tiga pengusaha lainnya yaitu Liem Sio liong, Djuhar Soetanto dan Sudwikadmono ia berbagi peran dalam mendirikan perusahaan-perusahaan besar seperti PT Indocement Perkasa Tunggal Tbk, PT Indofood Sukses Makmur Tbk, indomaret, dan masih sangat banyak lagi perusahaan yang di tandai nama perusahaan mereka dengan awalan Indo.

Berita dari majalah Globe Asia 2012 menempatkan Amirsyah Risjad, seorang putra tertua Risjad sebagai orang terkaya ke 65 se Indonesia dengan kekayaan sekitar $470 juta, setelah setahun yang lalu menempati posisi 57 dengan kekayaan sekitar 469.

Dengan bekal ilmu bisnis yang di pelajarinya di Amerika tidak mustahil putra tertua Risjad ini bisa menjadi 10 besar orang terkaya Indonesia.

Pada 1968 hingga 1973, ia menjabat sebagai direktur II PT Waringin Kencana. Sejak 1973, Ibrahim Risjad menjabat sebagai direktur PT Indocement.

Ia juga sempat menjabat sebagai presiden direktur PT Sarida Perkasa merangkap presiden direktur PT Branta Mulia sejak 1979. Pada 1986, menjabat direktur utama PT Semen Madura.

Nama Ibrahim Risjad sebagai pengusaha papan atas Indonesia menjulang tinggi pada masa Soeharto berkuasa. Almarhum dikenal luas sebagai salah satu dari anggota The Gang of Four bersama tiga konglomerat lainnya.

 

Orang Terkaya di Bandung

 

Orang Terkaya di Bandung

Berikut kisah orang-orang yang berasal dari Bandung yang kini sudah tergolong sukses dalam menjalankan usaha mereka masing-masing.

 

Osbert Lyman

 

Pria berusia 65 tahun ini dikenal melalui perusahaan keluarga Lyman Group yang didirikan oleh ayahnya, Susanta Lyman pada 1959. Lyman Group sebelumnya dikenal dengan nama Satya Djaya Raya Group, sebagai grup usaha di bidang properti. Forbes menyebut kekayaan Osbert mencapai US$ 600 juta.

Nama Lyman Group kembali bersinar saat membangun Casa Domaine, proyek mentereng di kawasan pengembangan Kota BNI, Jakarta Pusat.

Proyek tersebut terdiri dari menara apartemen kembar mewah dengan 323 unit yang nilainya ditaksir lebih dari Rp 2 triliun. Dalam perkembangan terakhir di proyek Kota Baru Parahyangan, Lyman Group akan meluncurkan perumahan dengan luas tanah 7-10 hektare yang terdiri dari 5 klaster berkapasitas 500 unit.

Tak hanya itu, Lyman Group juga bakal meluncurkan proyek komersial seluas 3-8 hektare yang terdiri dari 4 klaster berkapasitas 8-20 unit.

 

Iwan S. Lukminto

 

Nama Iwan S. Lukminto, 40 tahun, tak akan bisa lepas dari PT Sri Rejeki Isman Tbk atau Sritex. Betapa tidak, ia adalah generasi kedua yang memegang nahkoda perusahaan tekstil tersebut sejak 1997. Namun, masuknya Iwan menjad orang terkaya ke-45 di Indonesia tak lepas dari manuver perseroan untuk melantai di bursa saham. Kekayaan Iwan disebut Forbes mencapai US$ 540 juta.

Pada 2013, Sritex meramaikan pasar modal dengan menawarkan 30,12 persen kepemilikan atau sebanyak 5,6 miliar sahamnya. Dengan mematok harga Rp 240 per lembar, Sritex sukses mengantongi dana hingga Rp 1,3 triliun.

Kini, saham Sritex dengan kode SRIL adalah salah satu primadona di pasar modal. Dari sisi kinerja keuangan, Sritex juga mampu mencatatkan performa positif.

Sepanjang Januari-September 2015, perseroan mampu mencatatkan penaikan penjualan kotor sebesar 13,4 persen menjadi US$ 475,2 juta, dari US$ 419,4 di periode yang sama 2014. Sementara laba bersih Sritex juga menanjak 29,6 persen menjadi US$ 38,3 juta dari US$ 29,5 juta.

 

Soejtipto Nagari

 

Pendiri PT Summarecon Agung Tbk ini telah mengecap asam garam bisnis properti di Indonesia. Pria berusia 74 tahun mendirikan salah satu perusahaan properti terbesar di Indonesia tersebut pada 1975 bersama dua anggota keluarga lainnya. Ia disebut Forbes menggenggam kekayaan senilai US$ 400 juta.

Proyek Summarecon yang terkenal adalah kawasan perumahan elit di Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam perjalanannya, pada 1990 perseroan mencatatkan sahamnya di lantai bursa. Kemudian pada 1992, keluarga Soetjipto Nagari yang aktif menjadi aktivis sosial organisasi Buddha Tzu Chi ini menjadi penguasa perusahaan tersebut.

 

Dede Yusuf

 

Beliau yang sekarang menjabat sebagai anggota DPRD, mendapatkan kekayaan tersebut melalui Kader PAN, pekerjaannya yang juga artis ini melalui film yang dibintanginya, bintang iklan (kita sering melihatnya dalam iklan bodrex obat sakit kepala), dan MC diberbagai macam acara.

Dari penghasilan selama 25 tahun sebagai artis, tentu bisa memgumpulkan harta yang sebegitu banyaknya Rp 15,5 M. Adapun harta selebihnya antara lain berasal dari warisan orang tuanya berupa tanah dan bangunan senilai Rp 9,29 miliar.

Harta warisan itu pun, kini dikuasai pihak bank sebagai jaminan saat dia mengambil kredit untuk keperluan kampanye menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat.

 

Orang Terkaya di Balikpapan

 

Orang Terkaya di Balikpapan

Balikpapan merupakan sebuah kota di Indonesia di Kalimantan Timur, yang memiliki lebih kurang 701.066 jiwa, yang merupakan 22 % dari keseluruhan penduduk Kalimantan Timur. Balikpapan merupakan kota dengan biaya hidup termahal se-Indonesia.

Berikut merupakan orang-orang kaya yang terdapat di kota Balikpapan dari sekian banyak penduduknya tersebut:

 

Eka Tjipta Widjaja

 

Tak ada orang sukses yang tidak pernah merasakan kegagalan. Seperti kisah dari salah satu pengusaha besar ini, Eka Tjipta Widjaja merupakan seorang pengusaha di kota Balikpapan dan konglomerat Indonesia.

Berkat keuletannya dalam menjalankan bisnis perusahaannya, ia merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia menurut Majalah Globe Asia edisi bulan desember di tahun 2012, dengan kekayaan mencapai 8,7 milyar Dolar Amerika Serikat.

Bos Grup Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja dinobatkan sebagai orang terkaya di Indonesia.

Siapapun awalnya tak akan percay bahwa beliau bukanlah orang yang berpendidikan tinggi, malahan beliau adalah seseorang yang kurang beruntung dalam bidang pendidikan, yap, beliau pun bahkan tak tamat SD.

Namun, Kekayaannya mencapai USD 8,4 miliar atau sekira Rp 92,4 triliun berdasarkan kalkulasi situs berita ekonomi Bloomberg. Menurut data Indeks Miliader Bloomberg, konglomerat Grup Sinar Mas itu menempati peringkat 139 dari 200 orang terkaya di dunia.

Pada daftar terbaru itu pemilik Microsft Bill Gates berada di puncak dengan total kekayaan USDD 72,5 miliar.

Eka Tjipta Widjaja sudah masuk daftar orang terkaya di Indonesia sejak pertama kali majalah bisnis dunia, forbes, merilis daftar orang terkaya khusus Indonesia pada tahun 2006.

Pada tahun-tahun sebelumnya forbes hanya merangking orang terkaya di Asia Tenggara dan belum membuat peringkat khusus untuk Indonesia.

 

H.M Jos Soetomo

 

Gaya bicaranya meledak-ledak, sangat terbuka jika diajak ngobrol. Topiknya pun macam-macam. Mulai dari filsafat, kenegaraan hingga urusan perut serta nilai-nilai luhur. Itulah sekilas gambaran penampilan HM Jos Soetomo. Perjalanan hidup Jos teramat panjang dan penuh dengan perjuangan.

Berkat kegigihannya dalam menjalani kehidupan, berdirilah Hotel Bumi Senyiur di Samarinda dan Hotel Gran Senyiur di Balikpapan.

Bahkan belum lama ini sang pemilik PT Sumber Mas Group kelahiran Desa Senyiur, Kecamatan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, melakukan ekspansi ke Jawa.

Ia membangun Hotel Royal Senyiur, di kaki Gunung Welirang, Kecamatan Prigen, Pasuruan, Jawa Timur yang membuatnya menjadi salah satu orang kaya di Kota Balikpapan.

 

Karsiman Hady

 

Karsiman Hady (55). Tentu nama ini asing di telinga kita terutama bagi masyarakat Kota Balikpapan. Tapi bila nama itu dikaitkan dengan perusahaan besar kilang minyak Pertamina di Balikpapan, tentu semua orang di Pertamina mengenalnya. Sebab Karsiman adalah mantan sekuriti Pertamina Kalimantan yang berubah menjadi seorang miliarder.

Lika-liku pria asal Madiun tersebut terbilang sangat panjang dan penuh derita. Bahkan, lelaki ini pun tidak pernah menyangka hidupnya berubah drastis seperti sekarang ini.

Pria yang akrab disapa Karsiman kini memiliki rumah mewah yang berdiri di atas tanah seluas 2,5 hektar di Jalan Soekarno Hatta Km 12, Balikpapan.

Mobil mewah pun berjejer di garasinya. Koleksi sepeda motor trail dan balap juga tidak ketinggalan. Karsiman tergolong pengoleksi lahan tanah di wilayah Karingau. PT Bimantara Coal Energy Inti Perkasa didirikan setahun lalu. Hasilnya perusahaan tambangnya sukses menggaet kerjasama dengan perusahaan Korea LG.

Dan bila dihitung maka jumlah kekayaan asetnya diperkirakan mencapai Rp 100 Miliar lebih.

 

Orang Terkaya di Banjarmasin

 

Orang Terkaya di Banjarmasin

Tokoh orang kaya berikut merupakan pengusaha yang berasal dari latar belakang usaha yang berbeda. Sebenanya banyak sekali pengusaha besar di kota Banjarmasin, dari bisnis Properti, Pengadaan bangunan, Pertambangan , Keuangan, dan Industri.

Ada catatan kesuksesan, ada pula kisah prestasi, dan sejumlah peristiwa unik seputar mereka, berikut penjelasannya :

 

H Abdussamad Sulaiman HB

 

Pengusaha yang akrab di sapa Haji Leman. Beliau adalah pemilik sekaligus pendiri kerajaan bisnis dengan Merk Hasnur Group yang bergerak di Sektor Pertambangan, Kontraktor jalan, pelabuhan, Perkebunan Sawit juga Pemilik Media massa. Uniknya, brand nama Hasnur Grup di ambil dari salah satu nama anaknya H.Hasnuryadi yang juga seorang pengusaha dan salah pengurus PSSI pusat.

H. Leman juga Pemilik Klub Sepakbola Kalsel, Barito Putra, beliau juga menjabat sebagai Ketua Koni dan merupakan petinggi partai Golkar di Kalsel selama Tiga Periode hingga tak heran di kenal dekat dengan sosok Aburizal Bakri Ketua Umum partai Golkar.

Baru-baru ini , melalui yayasan Hasnur Centernya, H. Leman mendirikan SMA Global Islamic Boarding di Kabupaten Batola.

Sekolah bertaraf internasional yang dilengkapi sarana dan fasilitas yang sangat lengkap seperti, gedung olahraga, Studio musik, workshop, koperasi, diklat, Fasilitas bersama, poliklinik, service, asrama, guest house, gedung perawatan, dan lainnya.

Karena Ketokohan dan loyalitas itulah H.leman di usulkan sebagai tokoh Pemersatu berpengaruh di Kalimantan Selatan,

 

Drs. Zaini Mahdi

 

Beliau berasal dari Kecamatan Binuang, Kabupaten TAPIN. Beliau adalah pengusaha Batubara yang cukup terkenal di Kalimantan Selatan. Menjalankan usahanya dengan bendera PT Batu Gunung Mulia (BGM), mengantarkan H.Ijai terkenal di kalangan pemain tambang Lokal dan luar kalsel.

Ketenaran yang santer membuat beliau banyak di bicarakan saat beliau membangun Rumah Mewahnya tepat di bahu jalan di Kecamatan Binuang.

Banyak yang memperkirakan biaya pembuatan rumah tersebut mencapai 40 Milyar. Karena selain mewah rumah yang terletak jauh dari pusat keramaian Kota banjarmasin itu di halaman rumahnya terdapat beberapa pohon Kurma yang kabarnya di datangkan langsung dari Timur Tengah.

Beliau juga membangun Sebuah Sirkuit Balap “BALIPAT” yang juga berada di Binuang.

 

H. Muhammad Ramlan

 

Atau di kenal H. Ramlan. Beliau juga adalah Pengusaha Batubara, Pengusaha Kayu, Pemilik TV lokal, memiliki bisnis perhotelan dan juga pemilik beberapa wahana Rekreasi di Kota Banjarmasin.

Namanya semakin populer manakala beliau pernah hampir maju menjadi calon Gubernur Kalimantan Selatan Tahun 2010 lalu.

Kepopuleran beliau pun seakan di topang karena memiliki anak-anak yang juga menjadi tokoh dan selebriti. Sebut saja Olla Ramlan, bintang Film, model dan Presenter Nasional .

 

H. Andi Syamsuddin Arsyad

 

Akrab di kenal H. Isam. Dulunya beliau di kenal sebagai pekerja perkayuan, tukang tebang, buruh muat, dan sopir angkutan, hingga jadi tukang ojek pun sempat dilakukannya. Menurut banyak warga, pria yang berperawakan gemuk ini bukan berasal dari keluarga pengusaha.

Namun sekarang H. Isam telah menjelma menjadi Pengusaha besar dan salah satu orang terkaya di kota Banjarmasin karena telah memiliki beberapa Perusahaan dengan berbagai sektor.

Diantaranya di bidang tambang PT. Jhonlin Baratama, dan PT. Jhonlin Marine and Shipping dan juga PT. Jhonlin Air Transport, yang tersebar di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

Kini H. Isam tak hanya dikenal di kawasan Kabupaten Tanah Bumbu, tapi di kenal luas di Kalimantan selatan.

 

Anton Gunadi

 

Dia adalah Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Kalsel. Merupakan Bos PT Bina Benua Grup yang dulu pernah jaya di bidang Perkayuan. Beliau juga Pemilik CV Bina Benua perusahaan kayu ekspor.

Nama Anton Gunadi sempat menjadi bahan perbincangan karna dugaan Illegal Logging tahun 2006-2007 silam.

Beliau yang juga ketua Ikatan Keluarga Tionghoa Kalimantan selatan ini di isukan dekat dengan Tomy Soharto. Pada 30 Desember 2007 lalu pernah menjadi DPO ( daftar pencarian Orang ) karena perusahaan yang dimilikinya di duga melakukan Ilegal Logging.

Hingga di tahun yang sama penyidik Mabes Polri menjemputnya dari Singapura, atas bantuan Interpol.

 

Orang Terkaya di Banyuwangi

 

Orang Terkaya di Banyuwangi

Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya adalah Banyuwangi. Kabupaten ini terletak di ujung paling timur pulau Jawa, di kawasan Tapal Kuda.

Kabupaten Banyuwangi merupakan kabupaten terluas di Jawa Timur sekaligus menjadi yang terluas di Pulau Jawa, dengan luas wilayahnya yang mencapai 5.782,50 km2, atau lebih luas dari Pulau Bali (5.636,66 km2).

Namun siapa saja yaa orang-orang kaya di Banyuwangi?

 

Edwin Soeryadjaya

 

Edwin Soeryadjaya lahir 17 Juli 1949 yang juga dikenal sebagai Tjia Han Pun adalah seorang pengusaha Indonesia Tionghoa, Dia adalah putra dari almarhum William Soeryadjaya, mantan miliarder yang mendirikan grup otomotif Astra International tetapi akhirnya kehilangan kendali dan banyak dari kekayaannya.

Soeryadjaya mulai bekerja untuk mengembalikan keberuntungan keluarganya, mendirikan perusahaan investasi Saratoga Investama Sedaya pada tahun 1998.

Hari ini, melalui perusahaan ekuitas swasta nya Saratoga Capital, ia memegang sebagian besar di tambang batubara Adaro Energy, yang ia geluti secara ilegal dari Sukanto Tanoto dan Hasyim Djojohadikusumo.

Dia juga memiliki saham di perusahaan menara seluler Tower Bersama Infrastructure dan membeli Mandala Airlines pada tahun 2011 dengan pasangannya Sandiaga Uno.

Edwin Soeryadjaya merupakan orang kaya di Banyuwangi dan orang terkaya di Indonesia ke-33 PT Merdeka Copper Gold Tbk. Edwin Soeryadjaya adalah orang terkaya ke-33 di Indonesia dengan nilai kekayaan US$930 juta setara dengan Rp12 triliun.

Merdeka Copper Gold memiliki sumber daya mineral berupa emas, perak dan tembaga berada di Proyek Tujuh Bukit, Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Ratna Ani Lestari

 

Ratna Ani Lestari, SE, MM lahir di Banten, 6 Desember 1965 umur 50 tahun adalah mantan Bupati Banyuwangi yang menjabat pada periode tahun 2005 hingga 2010.

Ia adalah bupati wanita pertama di Kabupaten Banyuwangi. Ia adalah mantan isteri dari bupati Jembrana, I Gede Winasa, ia lulusan S3 Doktor Ekonomi Universitas Brawijaya.Bupati Banyuwangi. Dengan total kekayaan Rp6.020.500.000.

Bupati Banyuwangi pertama yang dipilih secara langsung ini mendapat serangan terus menerus dari lawan politiknya, namun ia mampu bertahan hingga akhir masa jabatan, hasil pembangunan yang dilakukan pada masa Ratna Ani Lestari diantaranya 100% jalan desa diaspal, pendidikan 9 Tahun Gratis dan Jaminan Kesehatan Banyuwangi.

Namun hal ini justru diputar balik oleh lawan politiknya diantaranya konflik yang meradang antara PGRI Banyuwangi dengan Bupati akibat kebijakan pembebasan bea sekolah yang terlalu keras sehingga tidak memungkinkan tiap sekolah atau guru untuk berbisnis.

Alasannya telah ada BOS dan subisdi disamping dorongan akibat kebencian pasca Pilkada 2005.

Pembangunan infrastruktur Lapangan Terbang Sayu Wiwit yang belakangan di ubah lagi namanya menjadi Lapter Blimbingsari, STIKES, Politeknik Banyuwangi dan pembangunan 24 gedung kecamatan dihasilkan pada masa pemerintahannya.

Ratna mampu dicintai rakyat bawah karena programnya yang langsung diturunkan ke bawah melalui Kelompok Masyarakat. Gapoktan, dan PNPM disamping Ratna adalah figur yang merakyat, Program bedah rumah, dan berbagai bantuan langsung ke rakyat menjadi tulang punggung masanya.

Hal ini membuat Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Banyuwangi sangat padat kegiatan, pelayanan publik khususnya perizinan di era Ratna menjadi raw model nasional ia tegas melarang pungli ke setiap dinas tidak sedikit kepala Dinas hingga kepala sekolah di copot karena kasus tersebut.

 

Orang Terkaya di Batam

 

Orang Terkaya di Batam

Berikut daftar orang-orang kaya di Kota Batam :

 

Ir Cahya F Yusuf

 

Beliau merupakan ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Provinsi Kepulauan Riau, dan merupakan salah satu orang terkaya di kota Batam.Sejak dilantik sebagai Ketua Apindo Provinsi Kepri pada Oktober 2009, Ir Cahya yang kesehariannya sudah sibuk mengurusi puluhan perusahaannya mesti rela berbagi waktu untuk mengurus organisasi pengusaha yakni Apindo.

Bahkan, Cahya yang kesehariannya sudah sibuk mengurusi puluhan perusahaannya dibawah bendera Arsikon Group, mesti rela berbagi waktu untuk mengurus organisasi Pengurus Provinsi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (Pengprov PBSI) Kepri.

Cahya yang lahir di Tanjungbalai Karimun pada 1 Juli 1964, adalah Direktur Utama PT Bangun Arsikon Batindo, Direktur dan Komisaris Arsikon Group, dan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kepri. Direktur Arsikon Group Ir Cahya sewaktu kecil pernah berjualan telor ayam di pasar.

 

Abidin

 

Pengusaha sukses di Batam, Abidin Hasibuan, Bos Sat Nusa Persada. Lebih dari 17 tahun Abidin bersusah payah membesarkan Sat Nusapersada (SN) dari nol.

Kini, SN telah go public, punya 10 pabrik, beromset Rp 1,6-2 triliun, mempekerjakan 4 ribu karyawan, dan produknya diekspor ke 8 negara. Abidin mengaku sudah punya mimpi jadi orang kaya sejak kelas tiga SD.

Berawal dari mimpi itulah akhirnya dia mewujudkan jadi kenyataan. Maka dari itu beliau saat ini perjuangkan nasib masyarakat bukan cari untung lagi.

Sebelum mencapai kekayaan seperti sekarang ini, beragam cara dilakukan. Mulai jadi preman sampai jadi calo paspor. Yang penting bagi Abidin dalam menjalani hidup, manusia tidak boleh memvonis diri sendiri. Itu sudah 50 persen menghakimi diri sendiri.

Menurut Abidin, empat hal untuk menjadi sukses.

Yang pertama percaya diri. Setiap melakukan sesuatu harus percaya diri.

Yang kedua, memiliki komitmen dan kepercayaan.

Yang ketiga, kerja keras. Kamu mesti kerja keras jangan malas, Abidin dalam membesarkan Sat Nusa di tahun 1991, pernah mengalami masa sulit.

Keempat, hoki, dan garis tangan.

Abidin termasuk orang yang yakin dengan garis tangan. Termasuk ketika Sat Nusa jadi perusahaan publik yang merupakan hasil kerja kerasnya selama ini. Kalau perusahaaan belum terdaftar di bursa, berarti belum sukses bagi Abidin.

Untuk masuk ke bursa, Abidin kerja keras selama enam bulan. Dia mengingatkan agar selama jadi pengusaha jangan curang. Pengusaha juga harus taat pajak.

Lebih jauh dia mengingatkan, agar pengusaha jangan putus asa dalam menghadapi masalah. Dan yang terpenting tidak terjebak dengan mengkonsumsi obat haram. Menurutnya, dalam berusaha, pasti ada turun naik.

Bahkan, Abidin juga mengeluarkan pengakuan cukup mengejutkan yakni, ia pernah tidur di semua kuburan yang dianggap keramat. Tiga tahun saya tidur di kuburan keramat, biar nyali saya teruji. Dan ini terbukti.
Baginya, cara tersebut mampu melatih dan mengasah nyalinya agar lebih siap berwirausaha.

 

Awing Asmawi

 

Hasil audit kekayaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi menyebutkan, Awing memiliki harta mencapai Rp61 miliar.

Dalam rinciannya, kekayaan Awing terdiri atas harta tidak bergerak senilai Rp 52 miliar, harta bergerak Rp 1,005 miliar, giro dan setara kas Rp 6,8 miliar, piutang Rp 2 miliar, dan utang Rp 1,072 miliar. Jumlah harta itu berbanding jauh dengan Andi Zabidi yang menjadi pasangan Awing.

Harta milik Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bekasi itu hanya sebesar Rp 3,375 miliar.

Awing pernah menjabat sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Partai Demokrat. Awing bersedia “turun gunung” untuk keduakalinya maju sebagai Walikota Bekasi 2012-2017.

Sebelum menjadi seorang politikus, Awing Asmawi adalah seorang pengusaha yang mempunyai reputasi internasional. Beberapa transaksi internasional yang melibatkan pejabat publik negara pun pernah dilakoninya melalui usaha tranportasi dan forwarding miliknya, PT Bandar Metropolitan Jaya.

Masa remaja Awing di SMA Yayasan Fransiscus ASISI telah memberikannya kesuksesan dalam kehidupan berbisnisnya ini, rupanya tak membuatnya lupa pada asal usul dan lingkungannya dibesarkan. Dari keuntungan usaha dan tabungannya, lelaki kelahiran asli Betawi 17 Juli 1964 ini mendirikan sebuah koperasi simpan pinjam di daerah Pondok Gede tempatnya dibesarkan.

Anak yatim yang pernah mengalami hidup miskin ini, bukanlah termasuk dari keluarga yang berkecukupan. Itulah sebabnya dia menjadi anak angkat dan bersekolah di satu sekolah yang pastinya tidak mungkin bisa dimasuki oleh orang tak mampu.

Karena bantuan dan kasih sayang orang tua angkat, Awing Asmawi remaja ini bisa masuk sekolah ASISI, sekolah dimana Barack Obama pernah empat tahun belajar.

 

Orang Terkaya di Bengkulu

 

Orang Terkaya di Bengkulu

Berikut daftar orang-orang terkaya di Bengkulu :

 

Bando Amin

 

Siapa yang tak kenal dengan sosok yang satu ini, khususnya di Provinsi Bengkulu dan sekitarnya. Adalah Drs. H. Bando Amin C Kader MM, Bupati Kepahiang dua periode.

Selain itu, ia juga dikenal sebagai salah satu tokoh pendidikan dan seorang enterpreneur sukses. Pria yang dilahirkan di sebuah desa terpencil dan berkutat dengan berbagai persoalan ekonomi ini, memulai secara bertahap, sejengkal demi sejengkal untuk meraih kesuksesan.

Dan saat ini, buah dari proses panjang yang ia lalui, selain sebagai Bupati yang mampu membawa Kabupaten Kepahiang menuju pentas nasional, juga dikenal sebagai pengusaha sukses, sebagai pemilik dua kampus megah di Provinsi Bengkulu.

Bando Amin lahir pada 30 November 1951 di Desa Kembang Seri – Muara Langkap, tepat berada di bibir perbatasan. Berbatasan langsung dengan Desa Simpang Perigi yang termasuk dalam wilayah Sumatera Selatan.

Kehidupan yang keras, menjadi bagian penting yang menempa dirinya hingga kemudian ia terlahir sebagai sosok yang tangguh dalam menghadapi berbagai hal.

 

Haryono

 

Haryono atau biasa disapa Ono (21) adalah salah satu pemuda yang bisa dikatakan sukses di kalangan seumurnya. Owner Distro satu-satunya di Bengkulu yang mendesign sendiri baju-baju yang kemudian ia jual itu berbekal kemampuan seni mendesign gambar yang diturunkan oleh almarhum ayahandanya sebagai pelukis.

Lelaki yang hobi mendengar lagu Punk Melodic itu mampu membuat usaha pakaiannya digemari remaja-remaja saat ini. Dengan latar belakang anak yatim piatu, membuatnya harus dapat mandiri menghadapi gerusan dunia ini. Pengusaha muda yang punya banyak mimpi ini dapat meraup keuntungan dari usaha distronya 15 sampai 25 juta rupiah dalam sebulan.

Pemilik Mongkey Party Distro itu memiliki filosofi hidup “jadilah pemuda yang sukses dan dapat maju 10 langkah dari orang lain tanpa ke luar dari dunianya sendiri” sebagai anak seusia 20 tahunan.

Tidak hanya katak dalam tempurung, Mongkey party tidak hanya dikenal di Bengkulu saja, di Jakarta dan Bali, gaung Brand mongkey party sudah sampai terdengar di sana, hal itu dibuktikannya dari pemesanan secara Online.

Suatu pencapaian yang membanggakan bagi masyarakat Bengkulu umumnya dan Mongkey Party Khususnya.

 

H Reskan Effendi Awaluddin, SE

 

Tidak ada yang mampu menandingi harta kekayaan Bupati Bengkulu periode 2010-2015, Reskan Effendi. Total harta Reskan bahkan jauh melampaui harta dua orang cagub, Ridwan Mukti maupun Sultan B Najamudin. Pada saat menjadi Cagu, Reskan Effendi menjadi calon terkaya dengan total harta kekayaan mencapai Rp 50,106 miliar. Kandidat lain yang mendekati kekayaan Reskan adalah Cabup Lebong Leni Haryati Jhon Latief dengan total harta kekayaan mencapai Rp 37,877 miliar.

Bahkan, harta kekayaan dua calon gubernur (cagub) dan dua cawagub jauh di bawah harta kekayaan Reskan. Ridwan Mukti (RM) yang menjadi cagub terkaya, harta kekayaannya tak sampai seperempat dari kekayaan Reskan. Total kekayaan RM senilai Rp 9,334 miliar.

 

Haidir

 

Banyak orang-orang sukses di daerah, tapi tidak mencuat. Setelah dari Kaur, Kepahiang dan Bengkulu Utara, Dia adalah Haidir, S.IP warga Desa Gajah Mati.

Di usianya yang masih terbilang muda, Haidir sudah memiliki kebun sawit puluhan hektare. Selain itu, dia juga memiliki ekspedisi angkutan batu bara di Bengkulu Utara. Namun yang menarik dari kisah Haidir bukan karena kesuksesannya meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

Namun dia mampu menjadi inspirasi warga di Kecamatan Sungai Rumbai untuk bisa lebih maju dan kaya. Saat ini siapa yang tidak kenal dengan ekonomi warga di Kecamatan Sungai Rumbai. Mayoritas rumah di sana bak gedung mewah, berjejer di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera.

Dia mengatakan karena usahanya itu ia memiliki modal yang cukup lumayan dari hasil kerja kerasnya itu. Hingga akhirnya dia mulai bekerja menjadi pengusaha kayu. Seiring perkembangan zaman, permintaan kayu tidak sebanyak dulu, sehingga tahun 2000, dia mengubah usahanya dengan menjadi pekebun sawit. Awal dia membuka kebun sawit sebanyak 10 hektare.

Jika dikalkulasikan, kebun sawit perhektarenya dalam kondisi panen normal mencapai 1,5 ton setiap kali panen. Dalam sebulan ada dua kali panen. Sehingga dalam sebulan setiap hektare menghasilkan 3 ton.

Jika harga sawit katakanlah Rp 1.000 per ton. Maka satu hektarenya menghasilkan Rp 3 juta. Haidir mengaku saat ini memiliki kebun sawit 60 hektare. Itu berarti, penghasilannya dari kebun sawit saja mencapai Rp 180 juta per bulan.

Setelah menjadi angggota DPRD Mukomuko karirnya terus menanjak. Saat Pilkada Bupati Mukomuko 9 Desember 2015 lalu, dia terpilih sebagai Wabup berpasangan dengan Choirul Huda sebagai bupatinya.

 

Orang Terkaya di Bogor

 

Orang Terkaya di Bogor

Kota Bogor adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 59 km sebelah selatan Jakarta, dan wilayahnya berada di tengah-tengah wilayah Kabupaten Bogor.

Dahulu luasnya 21,56 km², namun kini telah berkembang menjadi 118,50 km² dan jumlah penduduknya ±1.030.720 jiwa. Bogor dikenal dengan julukan kota hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi.

Tak hanya dikenal sebagai kota hujan, beberapa masyarakat bogor juga dijuluki sebagai orang terkaya di antara masyarakat lainnya :

 

Rachmat Yasin

 

Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bogor mengumumkan kekayaan empat pasangan calon Bupati dan calon Wakil Bupati Bogor periode 2013-2018. Rachmat Yasin merupakan calon terkaya dengan total kekayaan sebesar Rp 7,8 miliar. Harta calon bupati inkumben ini naik sebesar Rp 2,3 miliar dari laporan sebelumnya.

“Saat mencalonkan bupati periode yang pertama, laporan kekayaan saya sebesar Rp 5,5 miliar. Kalau sekarang naik menjadi Rp 7,8 miliar, itu wajar,” kata Rachmat di Kantor KPU Kabupaten Bogor.

Rachmat yang diusung 10 partai politik itu mengatakan, sebagai bupati ia mendapat gaji pokok sebesar Rp 6,3 juta. Perolehan sah lainnya berasal dari tunjangan dan insentif pajak yang mencapai Rp 100 juta perbulan.

Dalam Pemilihan Bupati Bogor 2013, KPU menetapkan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 3.196.200 atau turun sekitar 110 ribu orang dibanding DPT Pemilihan Gubernur yang mencapai 3.3 juta. Jumlah TPS sebanyak 7.716 tersebar di 40 kecamatan.

 

Vat Motman

 

Banyak juga warga Bogor yang tidak menyadari apa peran nama ini dalam sejarah keberadaan Bogor. Van Motman, adalah nama keluarga, nama sebuah dinasti keluarga. Nama tersebut mengambil nama dari orang pertama dari keluarga tersebut yang menginjakkan kakinya di Bogor, Gerrit Willem Casimir (GWC) van Motman.

GWC lahir di tahun 17 Januari 1773 dan wafat di tahun 25 Mei 1821. Namanya tidak bisa dilepaskan dari sejarah Bogor karena ia pada masanya merupakan manusia terkaya di wilayah Kota Hujan ini. Kekayaannya sangat luar biasa menurut ukuran di masa itu.

Bahkan, untuk ukuran masa sekarang sulit sekali dicari bandingannya. Kalau Anda membayangkan memiliki tanah seluas 100-200 hektar sudah sangat kaya, maka bila apa yang dipunya GWC dan dinasti Van Motmannya, maka hal tersebut tidak ada apa-apanya.

Luas lahan yang dimiliki oleh Van Motman pada masa kejayaannya mencapai kurang lebih 117,099 hektar.

Bandingkan dengan luas Kota Bogor yang berkisar 118,000 hektar saja. Lahan perkebunan yang dimiliki GWC hanya kurang sedikit saja.

Lahan tersebut mayoritas adalah lahan perkebunan kopi, gula, teh, karet dan lain sebagainya. Ia adalah penyuplai utama bagi Batavia dan Buitenzorg pada masanya.

Konon dalam sekali pengiriman ke Batavia/Jakarta di masanya, perkebunan Van Motman membutuhkan 400 kereta kuda dan dilakukan secara rutin.

Keluarga ini juga memiliki berbagai rumah besar pada masanya. Salah satunya dikenal dengan Groot Dramaga, sebuah rumah yang disebut sebagai rumah yang sangat indah oleh Cateu Van Kerkhoven, salah satu tuan tanah di Jawa Barat lainnya.

 

Fauzi Bowo

 

Dr.Ing. H. Fauzi Bowo adalah mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta dengan total kekayaan sebesar Rp 59.389.281.068 dan 325.000 dollar AS. Pria kelahiran di Jakarta, 10 April 1948 ini masuk dalam daftar orang kaya di Kota jakarta dan merupakan Duta Besar RI untuk Republik Federal Jerman sejak 24 Desember 2013.

Ia adalah Gubernur Jakarta dari 7 Oktober 2007 hingga 7 Oktober 2012. Ia terpilih pada pemilu kepala daerah DKI Jakarta tahun 2007 dan berpasangan dengan Prijanto.

Sebagai pejabat publik, peningkatan sedemikian rupa adalah hal yang luar biasa. Gaji Pokok seorang Kepala Daerah, menurut Keputusan Presiden no.8/2001 hanya berjumlah Rp. 3 juta rupiah. Ditambah tunjangan (sesuai Kepres no.59/2003) untuk Gubernur sebanyak 5,4 juta, maka gaji bulanan Gubernur hanya berkisar 8,4 juta.

Per tahunnya (dikali 12) menjadi Rp. 100,8 juta. Untuk 5 tahun, penambahan kekayaan dari gaji yang diterima hanyalah sebesar Rp. 504 juta.

Memang sebagai gubernur, juga mendapatkan tunjangan non gaji. Insentif Pajak Daerah misalnya. Menurut PP no. 69 tahun 2010, jika Penerimaan Pajak diatas 7.5 Triliun (DKI 14,8 Triliun), maka Gubernur berhak menerima insentif sebesar 10 kali gaji pokok dan tunjangan.

Dalam hal ini, sebagai pejabat publik, berhak membawa pulang uang rakyat tersebut sebesar 84 juta/tahunnya. Dalam lima tahun setidaknya, mengantongi uang pajak sebanyak Rp. 420 juta.

 

Fadjar Panjaitan

 

Drs. H. Fadjar Panjaitan lahir di Jakarta, 26 Agustus 1955 adalah Walikota Jakarta Barat Rp. 3,929,610,559 Tahun 2005dan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta periode 2010 – 2013. Ia memantapkan diri untuk menjadi Pamong Masyarakat dengan menempuh pendidikan di Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN).

Perjalanan kariernya tidak pernah keluar dari jalur kepamongan dimulai staf kelurahan, wakil camat, camat, asisten walikota, kepala biro, asisten pemerintahan dan terakhir menjabat sebagai Sekretaris Daerah.

Fadjar Panjaitan dipercaya sebagai Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta untuk mendampingi masa transisi kepemimpinan gubernur yang baru. Fadjar Panjaitan resmi mengajukan surat pengunduran diri kepada Gubernur DKI Jakarta pada tanggal 8 April 2013 karena sesuai aturan PNS wajib mengundurkan diri apabila terdaftar sebagai anggota partai politik.

 

Anas Effendi

 

H. M. Anas Effendi, S.H., M.M. lahir di Jakarta, 15 April 1959 adalah Wali Kota Jakarta Barat yang menjabat sejak 11 Maret 2014.

Pernah menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Selatan sejak 25 November 2011 hingga 14 Februari 2013, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan sejak 6 November 2008 hingga 25 November 2011, dan Sekretaris Kota Jakarta Selatan sejak 28 Desember 2006 hingga 6 November 2008.

Dan kini Anas Effendi menjabat sebagai Wali Kota Jakarta Barat dan menjadi pejabat setingkat wali kota dan bupati di Jakarta yang memiliki harta kekayaan terbesar berdasarkan laporan harta kekayaan pejabat negara (LHPKN). Pada laporan 1 Juni 2012, saat menjabat Wali Kota Jakarta Selatan, hartanya mencapai Rp 8.840.475.706.

Berdasarkan laporan tersebut, harta tidak bergerak yang dimiliki Anas Rp 7.197.940.000, harta bergerak Rp 707.000.000, harta bergerak lainnya seperti emas dan logam mulia Rp 250.000.000, giro setara kas Rp 761.535.706, dan utang Rp 760.000.000.

 

 

Orang Terkaya di Lampung

 

Orang Terkaya di Lampung

Walaupun tidak begitu dikenal, beberapa Pengusaha di Kota Lampung berikut adalah orang yang terkenal dengan kesuksesannya dalam berbisnis sehingga masuk kategori sebagai orang terkaya di kota Lampung, yang biografinya hampir sama seperti orang-orang kaya ataupun pengusaha lainnya, adapun orang kaya yang telah tiada dirangkum untuk lebih memotivasi pengusaha muda.

Siapa sajakah mereka?

 

Purdi E. Chandra

 

Ia lahir di Lampung 9 September 1959. beliau mulai berbisnis ketika masih duduk di bangku SMP di lampung, yaitu ketika dirinya mulai beternak ayam dan bebek, lalu kemudian menjual telurnya di pasar.

Sosok Purdi kini dikenal sebagai pengusaha sukses. Bisnis resminya sendiri dimulai pada 10 Maret 1982, yakni bersama dengan teman-temannya mendirikan Lembaga Bimbingan Test Primagama, yaitu Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel).

Primagama yang didirikannya bahkan masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun.

Kini Primagama sudah menjadi Holding Company yang membawahi lebih dari 20 anak perusahaan yang bergerak diberbagai bidang.

 

Agus Musin Dassad

 

Dasaad dilahirkan di Filipina, 25 Agustus 1905 dan wafat pada 11 November 1970 diusianya yang ke 65 tahun pada saat hari raya Idul Fitri. Dasaad memiliki garis keturunan dari pihak ayahnya yang berdarah Menggala, Tulangbawang, Lampung. Sementara ibundanya adalah orang Moro, Filipina Selatan yang merupakan puteri dari Sultan Sulu, Kepulauan Moro.

Walaupun telah tiada, Beliau adalah orang terkaya di kota Lampung yang perjalanan hidup dan bisnisnya cocok dijadikan pembelajaran, begitu hebatnya putra daerah Lampung di mata nasional hingga internasional.

Jauh sebelum suksesnya pengusaha retail asal Lampung Bambang Mustari Sadino (Bob Sadino) maupun Aburizal Bakrie, pria ini ternyata lebih dahulu menjadi seorang konglomerat nasional yang mempunyai perusahaan perniagaan terbesar di Indonesia bernama Musin Dasaad Concern.

Ya, dialah Agus Musin Dassad.

 

Bob Sadino

 

Bambang Mustari Sadino lahir di Tanjung Karang sekarang Bandar Lampung, 9 Maret 1933 dan meninggal di Jakarta, 19 Januari 2015 pada umur 81 tahun atau akrab dipanggil Bob Sadino, adalah seorang pengusaha asal Indonesia yang berbisnis di bidang pangan dan peternakan.

Ia adalah pemilik dari jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Dalam banyak kesempatan, ia sering terlihat santai dengan mengenakan kemeja lengan pendek dan celana pendek yang menjadi ciri khasnya sehari-hari.

Pekerjaan pertama yang dilakoni Bob Sadino setelah keluar dari perusahaan adalah menyewakan mobil Mercedes yang ia miliki, ia sendiri yang menjadi sopirnya. Suatu hari, seorang teman menyarankan Bob memelihara dan berbisnis telur ayam negeri untuk melawan depresi yang dialaminya.

Bob tertarik dan mulai mengembangkan usaha peternakan ayam. Ketika itu, di Indonesia, ayam kampung masih mendominasi pasar. Bob-lah yang pertama kali memperkenalkan ayam negeri beserta telurnya ke Indonesia. Walau telah tiada, pengusaha yang satu ini tetap menjadi panutan.

 

Haji Dasril

 

Sekolah memang menjadi faktor penting bagi kesuksesan seseorang. Namun bagi Haji Dasril, meski tidak menempuh sekolah tinggi, karena hanya tamat Sekolah Dasar (SD), tidak menjadikannya kecil hati, minder dan berhenti menggapai harapan. Pengusaha yang masuk 5 besar orang terkaya di Propinsi Lampung ini mengapresiasi YMI dan taujih yang disampaikan Ketua Umum YMI Adhi Azfar.

Pemilik Hotel Nusantara Lampung dan 6 Restoran Begadang ini menyampaikan bahwa “Saya hanyalah tamatan SD di Jambi pada tahun 1956, waktu itu saya tidak punya ilmu apa-apa, tapi Alhamdulillah saat ini saya sudah mempekerjakan 400 kepala keluarga,” jelasnya.

 

 

Orang Terkaya di Lombok

 

Orang Terkaya di Lombok

Berikut orang-orang kaya dari Pulau Lombok :

 

Qurais H Abidin

 

Harta kekayaan milik Walikota Bima Qurais H Abidin tercatat yang paling besar yaitu Rp16,71 miliar diantara 13 penyelenggara negara di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi mengumumkan harta kekayaan penyelenggara negara di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Walikota Bima, H. Qurais H. Abidin, menjadi pejabat terkaya dalam jajaran pemerintahan provinsi NTB.

Sesuai Undang Undang Nomor 28 tahun 1999 pasal 5 tentang penyelenggara Negara yang bersih dan bebas KKN. Walikota Bima H. Qurais H. Abidin memiliki kekayaan tertinggi di banding Pejabat Negara lainnya seperti Gubernur, Wakil Gubernur dan Kajati termasuk Kapolda dan Dirut Bank NTB.

H. Qurais memiliki harta sebesar Rp 16,71 miliar. Jika dibandingkan dengan pejabat lain, angka ini jelas fantastis sebab tidak ada yang mencapai mencapai Rp 10 miliar.

Diakuinya harta bergerak meliputi peternakan, perikanan, perkebunan, pertanian, kehutanan, pertambangan dan usaha lainnya, kosong. Namun per 28 Juli 2010, tercatat menjadi Rp 10,5 miliar.

Menurut Wakil Ketua KPK, Bibit Samad Rianto, pengumuman hasil Kekayaan Penyelenggara Negara di Provinsi NTB dinilai sangat Kooperatif di banding daerah lainnya di Indonesia.

Diharapkan menjadi percontohan daerah lainnya sebab bukan saja untuk 13 Pejabat Penyelenggara Negara yang sudah melaporkan Harta Kekayaannya namun saat ini masih sedang berlangsung untuk seluruh Pejabat di Daerah NTB.

 

Muhammad Zainul Majdi

 

Dr. K.H. TGH. Muhammad Zainul Majdi, M.A atau yang akrab disapa Tuan Guru Bajang lahir di Pancor, Selong, 31 Mei 1972 umur 44 tahun adalah Gubernur Nusa Tenggara Barat 2 periode dan termasuk orang kaya di pulau Lombok, masa jabatan 2008-2013 dan 2013-2018.

Pada periode pertama dia didampingi oleh Wakil Gubernur Badrul Munir dan pada periode kedua didampingi oleh Wakil Gubernur Muhammad Amin. Muhammad Zainul Majdi memiliki harta sebesar Rp11.431.212.601 + USD$ 129,774.

Bersamaan peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi diberikan penghargaan sebagai Gubernur Termuda di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia.

Pada saat dilantik sebagai Gubernur NTB, 17 September 2008, Majdi berusia 36 tahun tiga bulan 17 hari. Gubernur termuda sebelumnya adalah Gubernur Bengkulu Agusrin Maryono Najamuddin berusia 36 tahun lima bulan pada saat dilantik Maret 2006.

 

Komari Subakir

 

Dirut PT Bank NTB, memiliki kekayaan sebesar Rp8,013 miliar dan US$2,176. Pria yang pernah berkarier di Bank Bumi Daya dan Bank Mandiri tersebut didatangkan ke Mataram. Namun ternyata, sempat terjadi penolakan

Di tangan Komari, Bank NTB masuk dalam jajaran bank daerah yang diperhitungkan di Indonesia, bahkan sempat menjadi bahan acuan bagi bank lainnya. Di kesempatan terpisah, Komari juga sempat menceritakan pencapaiannya selama enam tahun terakhir.

Sejak tahun 2010 sampai tahun 2015 asetnya terus bertambah. Di tahun 2010 nilainya Rp 2,7 triliun, lalu pada 30 Juni 2015 mencapai Rp 7,3 triliun. Kredit yang diberikan pun terus bertambah. Pada tahun 2010 angkanya sekitar Rp 2 triliun, lalu pada tahun 2015 Rp 4,36 triliun.

Modal inti bank di tahun 2010 Rp 328 miliar, kini sudah mencapai Rp 800 miliar.

 

Orang Terkaya di Padang

 

Orang Terkaya di Padang

Berikut ini daftar orang-orang kaya yang berasal dari Kota yang terkenal dengan Jam Gadangnya; Kota Padang merupakan icon wisata yang juga sangat di minati, selain icon Jam Gadang, Jembatan Layang Kelok 9, Pantai yang katanya ada batu legenda cerita Malin Kundangnya juga memiliki sederet orang-orang kaya loh, siapa aja yaa!

 

Chairul Tanjung

 

Pengusaha yang mendapat julukan Anak singkong jadi Raja media ini memang memiliki usaha yang tak main-main, dengan kata lain usaha yang dimiliki beliau begitu besar dengan hasil yang menggiurkan. Nama beliau juga selalu masuk dalam jajaran pengusaha terkaya, tersukses di Indonesia.

Beliau yang berdarah minang ini lahir di Jakarta pada tanggal 16 Juni 1962. Awalnya beliau kuliah sambil berbisnis dengan mengambil jurusan dokter gigi, beliau memulai usaha berjualan buku stensilan, berjuala kaos lalu beliau memulai usaha bersama temannya dengan membuka usaha foto copy di kampusnya.

Ia juga membuka kios di daerah Senen Raya Jakarta pusat yang menyediakan kebutuhan dan peralatan kedokteran dan laboratorium. Dan sekarang bisnis beliau merambah dibidang keuangan, properti, multimedia, dan lainnya.

 

Basrizal Koto

 

Beliau lahir di kampung Ladang, Pariaman, Sumatera Barat pada tanggal 11 oktober 1959, umur 57 tahun. Adalah pengusaha besar atau konglomerat Indonesia asal Sumatera barat, Kota Padang. Basrizal atau yang biasa dipanggil Basko sukss berbisnis dibanyak bidang, diantaranya bisnis media, percetakan, pertambangan, peternakan, perhotelan dan properti.

Basko yang panjang akal dan visioner mengawali usahanya dengan berjualan pete. Perjalanan hidupnya penuh warna dan keinginan untuk terus mengubah nasib mengantarnya menjajal berbagai macam profesi.

Kemahirannya berkomunikasi, membangun jaringan, menepati janji dan menjaga kepercayaan akhirnya membawa kesuksesan padanya hingga sekarang jumlah perusahannya kini berjumlah 15 perusahaan.

 

Amir Rasydin Datuk Basa

 

Beliau adalah pengusaha asal Indonesia, yang bergerak di bidang properti, kontruksi, hasil bumi, dan penginapan. Amir Rasydin adalah seorang pengusaha Minangkabau yang memulai bisnisnya pada tahun 1957 dengan melakukan penjualan hasil bumi.

Pada tahun 1979, dia berkongsi dengan Sofyan Ponda mendirikan Hotel Menteng I, II, dan III. Pada tahun 1983 mereka berpisah, dan Amir Rasydin atau yang akrab disapa dengan Pak Datuk mendapatkan Hotel Menteng I dan II. Dari sini bisnis hotel dan resortnya terus berkembang.

Di bawah kendali Hotel Menteng Group, jaringan hotelnya terus membesar hingga mencapai 15 hotel.

 

Zairin Kasim

 

Drs. H. Zairin Kasim lahir di Pariaman, Sumatera Barat, 8 Agustus 1945 umur 71 tahun adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia. Ayahnya, Sutan Kasim adalah seorang pengusaha yang mengelola perusahaan yang tersebar di Pulau Sumatera, di bawah bendera PT Sutan Kasim Ltd.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di SMA 2 Padang, Zairin melanjutkan kuliahnya di Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Padang. Di kampus itu, ia merupakan salah satu lulusan terbaik. Zairin kemudian melanjutkan kuliahnya di Universitaet Hamburg, Jerman mengambil jurusan manajemen.

Zairin melanjutkan usaha yang telah dirintis ayahnya, dengan mengembangkan perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, rumah sakit, perdagangan umum, perkebunan dan lain-lain.

Salah satu perusahaannya PT Suka Fajar Ltd, bergerak dibidang otomotif sebagai dialer Mitsubishi, juga servis dan suku cadang yang memiliki belasan outlet di beberapa wilayah Sumatera, antara lain di Padang, Bengkulu, Jambi, Pekanbaru, dan Medan.

 

Orang Terkaya di Makassar

 

Orang Terkaya di Makassar

Salah satu kota terbesar di Indonesia itu pernah menjadi kampung halaman, tempat belajar dan berkembangnya banyak orang hebat negeri ini. Selain memberi kontribusi untuk negara dan masyarakat, kehidupan orang-orang ini pun bisa menjadi panutan.

Selain termasuk orang kaya Di Kota Makassar, orang-orang ini merupakan orang yang berpengaruh di kota mkassar. Bergerak di bidangnya masing-masing, orang-orang ini bisa menjadi inspirasi dengan segudang prestasi yang mereka miliki.

 

Jenderal Mathius Salempang

 

Kepala Kepolisian Daerah, Inspektur Jenderal Mathius Salempang, tercatat sebagai Orang Kaya di kota Makassar dan menjadi penyelenggara negara terkaya di Sulawesi Selatan dan Barat.

Jumlah kekayaan tersebut terungkap dalam pengumuman kekayaan pejabat Sulawesi Selatan di Hotel Kenari, Makassar.

Pengumuman disampaikan Wakil Ketua bidang Pencegahan KPK, Haryono Umar. Penyelenggara negara Sulawesi Selatan yang diumumkan kekayaannya adalah Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang, Pangdam VII Wirabuana, Mayjen Djoko Susilo Utomo, Kapolda Sulselbar, Irjen Polisi Mathius Salempang, dan Ketua Pengadilan Tinggi Sulsel, Rivai Rasyad.

Sementara Muspida untuk tingkat Pemerintah Kota Makassar hanya dihadiri oleh Walikota Makassar Ilham Arief Siradjuddin bersama wakilnya, Soepomo Guntur. Pengumuman kekayaan pejabat itu juga dilakukan oleh Rektor Universitas Hasanuddin, Idrus Paturusi. Dalam pengumuman itu, Haryono Umar memberikan kesempatan kepada para pejabat untuk mengumumkan sendiri kekayaannya secara berturut-turut.

Dalam pengumuman itu terungkap, Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mathius Salempang menjadi pejabat terkaya di Makassar, Sulawesi Selatan. Yakni dengan kekayaan mencapai lebih dari Rp 9,1 miliar. “Harta tidak bergerak mencapai Rp 5,2 miliar sedangkan yang bergerak dan kekayaan lainnya sekitar Rp 3,7 miliar kemudian ditambah dengan kekayaan USD 59,842,” jelas Mathius Salempang.

 

Muhammad Jusuf Kalla

 

Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla atau sering disebut sebagai JK, kini menjabat sebagai Wakil Presiden RI. Di Makassar, Jusuf Kalla dikenal akrab disapa oleh masyarakat dengan panggilan Daeng Ucu.

Pengaruh JK di Indonesia tak hanya dalam bidang politik dan pemerintahan. Sosok yang dikenal memiliki kemampuan berdiplomasi baik ini memiliki banyak peran dalam organisasi masyarakat seperti, ketua umum Palang Merah Indonesia periode 2009-2014, Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) di alamamaternya Universitas Hasanuddin dan sebagainya.

Meski besar di keluarga pengusaha, namun JK adalah sosok yang bersahaja dan selalu fokus akan pencapaian yang diinginkannya. Jusuf Kalla mengenyam pendidikan tinggi dan banyak bergaul dengan pebisnis maupun tokoh masyarakat.

Yang khas dari gaya bicara Jusuf Kalla ialah gaya yang santai tapi selalu mengena pada hal yang sedang dibicarakan. Total nilai harta kekayaan Jusuf Kalla adalah Rp465.610.495.057 dan 1.058.564 dolar AS.

 

Aksa Mahmud

 

Aksa Mahmud terbilang masih keluarga dengan JK. Ia merupakan pemilik Bosowa Corp. dan disebut sebagai orang terkaya ke 38 versi Forbes. Aksa Mahmud lahir di Baru, Sulawesi Selatan. Bosowa Corp. sendiri merupakan bisnis rintisannya yang meliputi bidang Otomotif, Semen, Logistik & Transportasi, Pertambangan, Properti, Jasa Keuangan, Infrastruktur, Energi, Media, dan Multi Bisnis.

Bosowa Corporindo merupakan induk usaha perusahaan dari Bosowa Group, kelompok usaha yang menjalankan bisnis di 9 sektor usaha dengan lebih dari 40 anak perusahaan.

Lahirnya Bosowa bermula dengan didirikannya sebuah perusahaan yang bergerak di bidang perdagangan umum bernama CV Moneter di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 22 Februari 1973 oleh H.M. Aksa Mahmud.

Aksa Mahmud pernah menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI. Meski tidak lahir di Makassar, namun beliau menyelesaikan pendidikan di Makassar dan beberapa kali menjadi aktivis organisasi di sana. Total kekayaan sebesar 860 juta dolar AS, setara Rp 10,58 triliun.

 

Orang Terkaya di Palembang

 

Orang Terkaya di Palembang

Apa yang terkenal dan terbenak difikiranmu ketika mendengar Kota Palembang, Pempek kah? Jembatan Ampera, Sungai Musi atau hal yang lainnya?

Sama seperti di kota lainnya, Kota pemiliki makanan khas pempek ini juga punya jejeran orang-orang paling kaya di kota ini, dilihat dari kebiasaan dan hadiah yang diberikan pada anak-anaknya, orang-orang ini pantas di sebut sebagai orang-orang terkaya di Kota Palembang :

 

Haji Halim

 

Pak Haji yang satu ini merupakan orang terkaya di Palembang, bukan pengusaha di bidang kuliner seperti pengusaha-pengusaha kebanyakan. Beliau memiliki banyak usaha, mulai dari punya perkebunan sawit, perkebunan karet, dll. Kekayaan Properti seperti Rumah juga banyak dimiliki oleh beliau, Pak Haji punya 4 rumah yang dibuat seperti komplek.

Pada tanggal 3 Juli 2013. Selain mobil sport, hal unik yang ada di AAC Palembang adalah kehadiran 2 peserta yang notabene Putra dari H. Halim, adalah Muhammad Ath Thariq Halim dan kakaknya Aldi, mengikuti kegiatan AAC (Accelera Auto Contest) 2013 di Palembang.

Thariq yang baru saja naik kelas 2 SMP di Palembang menggunakan mobil BMW Seri 1 seharga Rp 525 juta off the road di Jakarta. Thariq lebih menyukai sebuah mobil asal Jerman ketimbang kakaknya yang menggemari mobil Jepang seperti Honda CR-V dan Honda CR-Z. Thariq dihadiahi BMW 116 saat lulus SD. Hal fantastis lainnya hingga kini hanya 2 unit BMW 116 yang berkeliaran di Palembang, dan salah satunya adalah milik Thariq. Untuk menambah tampilan sport ala Eropa, Thariq menghabiskan dana hingga Rp 212 juta.

Lembaga Pendidikan dan Dakwah Islam yang berdiri kokoh di Jl Kol H Barlian KM 7, ternyata dibangun Kemas H Halim. Kawasan seluas 2,5 haktare ini dibangun pusat pendidikan dan ibadah lengkap dengan berbagai aktivitas sosial dan keagamaan dengan sumber dana dari dana abadi umat yang ia sisihkan dari keuntungan penjualan sawit dan karet dasil kebunnya.

Usai bertemu dengan Gubernur Sumsel Ir H Alex Noerdin SH, H Halim mengatakan, orientasi hidupnya selama ini memang diakui mencari uang dengan cara berusaha di berbagai bidang pekerjaan.

Dari perusahaan kayu, kini beralih ke usaha perkebunan kelapa sawit dan perkebunan karet. Setiap penjualan satu kilogram sawit, ia sisihkan Rp 50 sedangkan komoditas karet Rp 150 per kg sehingga total uang yang terkumpul selama satu bulan Rp 400-500 juta atau Rp 5 miliar per tahun.

 

Eddy Tan Tjong Leng

 

Seberang Ulu dikenal sebagai daerah asli masyarakat Palembang, baik Tionghoa maupun Melayu. Ada banyak klenteng di sana. Banyak orang Tionghoa bermukim di sana, yang secara ekonomi kurang mampu. Hanya ada beberapa pengusaha hasil bumi yang sangat kaya seperti Goei Kim Hock. Sedangkan di Seberang Ilir, yang dibatasi sungai Musi, merupakan hunian peranakan atau pendatang, yang secara ekonomi lebih mapan. Ekonomi yang baik dan bentuk bangunan yang modern, membuat seberang Ilir dianggap daerah kota dibandingkan Seberang Ulu.

Diantara peranakan Seberang Ilir ini adalah Eddy Tan Tjong Leng, saudagar pendatang dari Cirebon. Eddy Tan Tjong Leng yang kaya, menikah dengan wanita kaya di Palembang, membuat beliau menjadi salah satu orang terkaya di Palembang saat itu, selain Goie Kim Hock.

Dialah, bersama Goei Kim Hock merupakan orang pertama yang punya mobil di Palembang. Untuk pembabaran Dharma di Seberang Ilir, dibuatlah cetiya pertama di Rumah Eddy Tan. Tempat kebaktian dan pembabaran Dharma dilakukan.

Pada jamannya, Rumah Eddy Tan di Jalan Teratai nomor 1/5571, merupakan rumah mewah di Palembang. Saat kebanyakan rumah masih dari kayu, rumah Eddy Tan yang menjadi cetiya, sudah merupakan rumah tembok berasitektur Belanda.

 

Orang Terkaya di Papua

Orang Terkaya di Papua

Papua adalah sebuah provinsi terluas Indonesia yang terletak di bagian tengah Pulau Papua atau bagian paling timur Papua Bagian Barat (dulu Irian Jaya).

Belahan timurnya merupakan negara Papua Nugini. Provinsi Papua dulu mencakup seluruh wilayah Papua Bagian barat, namun sejak tahun 2003 dibagi menjadi dua provinsi dengan bagian timur tetap memakai nama Papua sedangkan bagian baratnya memakai nama Papua Barat. Papua memiliki luas 808.105 km persegi dan merupakan pulau terbesar kedua di dunia dan terbesar pertama di Indonesia.

Mungkin jika berbicara mengenai orang kaya di provinsi papua masih dipandang minim oleh kebanyakan orang, namun orang berikut salah seorang berikut merupakan orang kaya di provinsi papua, siapakah beliau?

 

Jacky. W. B Noya

 

Jacky Noya yang memiliki nama lengkap Jacky William B Noya ini yang akan berencana menjadi orang nomor satu di Maluku pada 2013-2018. JackyNoya merupakan putra asli Maluku yang lahir di Ambon pada 17 April 1967.

Ia adalah pengusaha sukses asal Maluku di tanah rantau Papua. Si raja emas Papua yang berasal dari ambon terkenal dengan berentetan emas yang di pakainya, yaitu berupa jam seharga 5 milyar, dan cincin serta kalung yang beratnya 10 kg.

Konon sebelum menemukan tambang emas dan kaya raya / si raja emas, Jacky Noya berjumpa dengan naga di langit. Seperti yang ada di kamera hapenya. Jacky noya seorang tinggi besar ini di kenal sebagai sosok yang dermawan suka menolong dan tidak sombong.

Noya menjelaskan, apa yang diperolehnya di tanah rantau adalah berkat yang melimpah dari Sang Pencipta saat dirinya berada di tanah rantau, dan sebagai rakyat kecil yang pernah dirasakannya, kini dirinya merasa pantas kembali ke daerahnya untuk berbagi kepada masyarakat di Maluku setelah memiliki kelebihan berkat dari Tuhan.

 

Orang Terkaya di Pekanbaru

 

Orang Terkaya di Pekanbaru

Siapa sih yang tidak ingin sukses di dunia ini ? sukses dalam kategori positif yaa, misalnya sukses dalam berwirausaha, seperti pengusaha-pengusaha sukses yang terlahir di Kota Pekanbaru berikut, mungkin bisa menjadi panutan bagimu yang masih bingung atau kurang motivasi dalam memulai usaha :

 

Ir. H. Arsyadjuliandi Rachman, M.B.A

 

Atau yang dikenal Andi Rachman lahir di Pekanbaru, Riau 8 Juli 1960 adalah seorang pengusaha dan politisi Indonesia. Saat ini beliau menjabat sebagai Gubernur Riau setelah Annas Maamun ditetapkn sebagai tersangka oleh KPK.

Beliau merupakan pengusaha yang memiliki banyak jenis usaha yang berbasis di Riau. Di bawah Group Riau Muda, Andi menguasai bisnis transportasi, SPBU, pertambangan dan perkebunan. Kesuksesan Andi sebagai pengusaha ini tercermin dari pengumuman KPU Riau yang menyatakan Andi sebagai Calon Wakil Gubernur Riau Terkaya dengan kekayaan sebanyak Rp. 132 Miliar tunai.

 

Sandiaga Uno

 

Sandiaga Salahudin Uni lahir pada 28 Juni 1969 di Rumbai, Pekanbaru, Riau. Sandi merupakan pendiri PT Saratoga Investama sedaya, merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan sekitar $795 juta.

Sandi merupakan pribadi yang cerdas dan cemerlang, bahkan hal ini terlihat dari track record prestasi akademiknya selama menempuh studi.

Pada tahun 1997, Sandi Uno mendirikan PT Recapital Advisors dengan teman sekolahnya, Rosan perkasa Roeslani dan pada tahun 1998 ia mendirikan saratoga Capital bersama Edwin Soeryadjaya. Sebagai slah satu pengusaha muda terkaya di Indonesia, ia merupakan seorang musli sunni. Dan termasuk orang yang dermawan.

 

Jufri Zubir

 

Nama beliau saat ini banyak diperbicangkan ditengah-tengah masyarakat kota Pekanbaru, hal ini karena nama beliau masuk bursa calon walikota Pekanbaru periode 2017-2022. Jufri Zubir adalah Putra asli Pekanbaru yang dilahirkan pada 65 tahun silam.

Pada tahun 2004 setelah H Jufri Zubir diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil akhirnya beliau memutuskan untuk mengundurka diri karena beliau melihat peluang bisnis semakin besar dihadapannya.

Setelah itu beliau mendirikan perusahaan berskala Internasional yang beliau beri nama Putty Grup yang bergerak disegala bidang bisnis baik itu property dan bisnis-bisnis lainnya.

 

Handry Satriago

 

Dr. Handry Satriago lahir di Pekanbaru, Riau, 13 Juni 1969 umur 47 tahun adalah seorang profesional Indonesia.

Ia merupakan CEO dari GE Indonesia, bagian dari GE (General Electric) Company, salah satu perusahaan terbesar dan tertua di dunia. Sebelumnya, ia pernah bekerja di beberapa perusahaan lokal sebagai Direktur Business Development. Handry pertama kali bergabung dengan General Electric (GE) pada tahun 1997.

Pria yang gemar membaca, mengoleksi lukisan tradisional Bali dan travelling ini, sering ditulis oleh media sebagai “Pemimpin GE Indonesia pertama yang merupakan “produk” Indonesia, karena Ia berasal dari keluarga perantau sederhana dari Minang, serta menamatkan seluruh proses pendidikannya di Indonesia.

 

Nicodemus Kasan

 

Grand Zuri belum dikenal banyak khalayak. Namun jaringan hotel milik pengusaha Indonesia Nicodemus Kasan Kurniawan ini sudah mulai unjuk gigi. Dalam 10 tahun ke depan, Grand Zuri yang dibangun kali pertama di Pekanbaru, Riau ini, direncanakan beroperasi di semua ibukota provinsi di Indonesia.

Nico, yang menjabat Presiden Direktur Grand Zuri Group dan bermitra dengan beberapa pengusaha lainnya, bertekad memperluas jaringan hotel ini ke seluruh Indonesia.

Beliau terjun dalam usaha properti sejak tahun 1990, membangun banyak perumahan menengah dan menengah atas di Pekanbaru. Mengapa masuk ke bisnis perhotelan? Beliau melihat bahwasanya secara nasional, jaringan hotel nasional belum begitu banyak dan kurang begitu berkembang. Jadi kami melihat ada peluang. Kami membangun, mengelola hotel, dan sekarang sudah berkembang menjadi jaringan hotel nasional.

 

Orang Terkaya di Semarang

 

Orang Terkaya di Semarang

Kota Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah, Indonesia sekaligus kota metropolitan terbesar kelima di Indonesia sesudah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Sebagai salah satu kota paling berkembang di Pulau Jawa, Kota Semarang mempunyai jumlah penduduk yang hampir mencapai 2 juta jiwa dan siang hari bisa mencapai 2,5 juta jiwa, diantara banyaknya penduduk berikut, terdapat orang-orang yang di cap sebagai orang terkaya di kota tersebut, siapa aja yaa?

 

Tasripin

 

Tasripin adalah seorang tuan tanah yang pada masa kejayaannya menguasai banyak sekali daerah di Kota Semarang. Kini, sisa-sisa kejayaan Tasripin masih terlihat di kampung-kampung sekitar Jalan MT Haryono atau orang Semarang sering menyebutnya Jalan Mataram.

Dirinya juga seorang pedagang dan tuan tanah pribumi dari Semarang yang kaya raya. Pada masa kejayaannya menguasai banyak sekali daerah di seantero Semarang. Ia adalah pengusaha kopra, kapuk, dan juga real estate. Tasripin juga memiliki bisnis kulit yang dijalankan di Kampung Kulitan.

Bisnis ini mulai ramai pada permulaan abad ke-19. Bisnis ini yang menyebabkan kampung ini terkenal dengan nama Kampung Kulitan hingga sekarang. Kampung Kulitan dahulu disebut sebagai “Kerajaan Tasripin,” karena ia beserta segenap kerabatnya pernah tinggal di sana.

Tak banyak yang bisa diungkap tentang sosok Tasripin, karena ketertutupan keturunannya untuk dipublikasi. Maka, hanya data secuil yang dapat diperoleh tentang Tasripin. Dari tuturan lisan masyarakat Semarang sedikit dapat diketahui pribadi Tasripin.

Meski sebagai pengusaha dia harus bekerja sama dengan pemerintah Hindia Belanda, tapi dalam hatinya sebenarnya tidak menyukai penjajah itu. Tasripin memiliki jiwa nasionalis yang anti penjajahan.

Tasripin pernah minta izin memasang uang emas untuk ubin atau tegel rumahnya pada Belanda. Ketika sudah dipasang, lalu dia mengundang pejabat Belanda untuk berkunjung ke rumahnya. Pejabat Belanda itu dengan senang hati menerima tawaran Tasripin.

Namun, pejabat itu terkejut dan marah ketika mengetahui bahwa uang emas yang untuk menutupi ubin rumah Tasripin adalah uang logam yang bergambar Ratu Wilhelmina, Ratu Belanda masa itu.

 

Robert Budi Hartono

 

Menduduki peringkat 142 dunia naik 31 tingkat dibanding tahun lalu. Beliau menjadi orang terkaya ke-1 di Indonesia, dengan kekayaan 9 milyar. Lahir di Semarang, 28 April 1940, umur 74 tahun adalah seorang pengusaha Indonesia.

Ia merupakan anak kedua dari pendiri perusahaan Djarum yaitu Oei Wie Gwan. Kakaknya bernama Michael Bambang Hartono. Total kekayaan Robert pada tahun 2015 yang dicatat Forbes mencapai US$ 9 miliar.

Selain Djarum, Robert dan Michael adalah pemegang saham terbesar di Bank Central Asia (BCA). Mereka berdua melalui Farindo Holding Ltd. menguasai 51 % saham BCA.

Selain itu, mereka juga memiliki perkebunan kelapa sawit seluas 65.000 hektare di Kalimantan Barat sejak tahun 2008, serta sejumlah properti di antaranya pemilik Grand Indonesia dan perusahaan elektronik.

Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun.

Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya memproduksi AC dan kulkas, produk video dan audio, dan dispenser. Melalui perusahaan yang baru dibuat yakni Ventures Global Prima Digital, mereka juga membeli Kaskus, situs Indonesia yang paling populer.

 

Oei Tiong Ham

 

Oei Tiong Ham adalah seorang konglomerat yang dilahirkan di kota Semarang, Jawa Tengah, pada tanggal 19 November 1866.

Ia sangat tersohor pada dekade-dekade pertama abad ke 20, sebagai pemilik “Oei Tiong Ham Concern” dan “NV Kian Gwam” yang keduanya berpusat di Semarang dan memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan (tebu), pabrik gula, perbankan dan asuransi, selain di bidang import bahan-bahan pokok.

Bisnis utama dan terpenting dari Oei Tiong Ham Concern adalah dibidang eksport gula pasir, dimana untuk kepentingan tersebut, telah dibangun 5 buah pabrik gula, yang semuanya terletak di pulau Jawa, yang kemudian membuat Oei Tiong Ham dijuluki sebagai “Raja Gula”.

Pada puncak kejayaan bisnisnya di dekade 1920-an, total kekayaannya ditaksir mencapai 200 juta Gulden. Namun justru pada periode tersebut, Oei Tiong Ham sudah tidak berada di Indonesia (Hindia Belanda) lagi. Ia meninggalkan Semarang menuju ke Singapura pada tahun 1921, karena perselisihan dengan pemerintah Hindia Belanda mengenai aturan pajak ganda, serta mengenai hukum waris.

Undang-undang waris yang berlaku di Hindia Belanda saat itu, mengharuskan pemberian warisan secara merata kepada semua anak, sedangkan Oei Tiong Ham sendiri memiliki kebijaksanaan untuk mewariskan aset-aset perusahaan hanya kepada anak-anaknya (ia punya 26 anak dari 8 istri) yang dinilai mampu meneruskan usahanya.

Sedang anak- anak yang lain, yang dinilai kurang mampu berbisnis, tidak diberi hak untuk mengelola perusahaan, dan hanya diberi warisan dalam bentuk uang saja.

Namun hukum Hindia Belanda saat itu tidak mengakomodir konsep tersebut, sehingga dia memutuskan untuk pergi ke Singapura, karena Undang-undang waris Inggris yang berlaku di Singapura, sesuai dengan rencana Oei Tiong Ham perihal pewarisan aset-aset perusahaannya.

 

Orang Terkaya di Solo

 

Orang Terkaya di Solo

Berikut daftar orang-orang dari provinsi Jawa tengah :

 

H M Lukminto

 

Adalah pemilik perusahaan tekstil PT Sri Rejeki Isman Tbk sekaligus orang terkaya asal Solo Jawa Tengah. Lukminto lahir di Jombang, Jawa Timur, 1 Juni 1946 dan meninggal di Singapura, 5 Februari 2014 pada umur 67 tahun. (Ie Djie Shien) merupakan seorang pebisnis berkebangsaan Indonesia yang juga merupakan pendiri dari pabrik tekstil Sritex.

Tahun 1966, Lukminto hanya seorang pedagang pakaian di pasar klewer. Dengan keuntungan yang dimiliki, tahun 1968 Lukminto membangun pabrik tekstil di Solo. Tahun 1982 Sritex mendirikan pabrik Weaving. 10 Tahun kemudian, tahun 1992 mereka memperbesar pabrik dan produksi besar-besaran.

Mereka mulai memproduksi pakaian militer untuk kebutuhan TNI, Polri dan PNS. Tahun 1994, Sritex mulai mengerjakan seragam pesanan pasukan negara-negara di bawah North Atlantic Treaty Organization (NATO). Mereka telah mengantongi sertifikat dari organisasi pakta pertahanan Atlantik Utara itu. Pesanan dari negara lain pun berdatangan.

Tahun 2013 lalu Sritex resmi melantai di bursa saham. Mereka mengumumkan laba perseroan pada 2012 sebesar Rp 229 miliar. Capaian itu mengalami peningkatan sebesar Rp 68 miliar dibanding tahun sebelumnya.

 

Iwan Setiawan Lukminto

 

Produsen pakaian militer milik pengusaha kaya asal Solo Jawa Tengah H.M. Lukminto kini dikendalikan oleh putranya, Iwan Setiawan Lukminto. Bahkan, Iwan Setiawan kini dikukuhkan sebagai salah satu dari 50 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes.

Per kuartal I/2016, emiten bersandi SRIL itu membukukan penjualan US$168,15 juta, naik 1% dibandingkan dengan US$166,7 juta. Laba yang dapat diatribusikan kepada entitas induk mencapai US$15,53 juta naik 5% dari sebelumnya US$14,84 juta.

Majalah Forbes mendaulat Iwan sebagai konglomerat terkaya ke-45 di Indonesia dengan kekayaan ditaksir US$540 juta, setara dengan Rp7,39 triliun. Analisis PT Koneksi Kapital Alfred Nainggolan menilai cemerlangnya kinerja emiten berkode saham SRIL itu mengerek harga saham perseroan. Saham SRIL bahkan memberikan return 136,2% year-to-date dengan kapitalisasi pasar Rp7,15 triliun.

 

Hartono Sundoro Hosea

 

Tidak harus berlatar belakang teknik untuk menggeluti bisnis properti. Siapapun bisa asal punya modal, kemauan, komitmen, dan pandai melihat peluang. Jangan heran tidak sedikit pengusaha dari bisnis lain yang masuk ke bisnis properti.

Salah satunya Hartono Hosea, pengusaha otomotif di bawah bendera Sun Motor dan merupakan orang kaya di kota Solo. Diawali sebuah hotel di Solo, disusul di kota-kota besar lain di Jawa dan Bali bisnis properti Sun Motor Group melalui Sunindo Primaland meluas ke properti ritel dan perumahan.

Hartono sendiri saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur dari Sun Motor Grup, pengusaha besar asal Solo ini juga memiliki jaringan bisnis perhotelan yang tersebar di berbagai kota-kota besar di Indonesia.

Hotelnya lalu dikembangkan sendiri (kecuali satu kondominium hotel di Bali yang dikerjasamakan dengan Gapuraprima Group), properti ritel dan perumahan di-develop bersama pengembang lain.

Semua hotel dipercayakan pengelolaannya kepada Accor yang memiliki segudang brand: Sofitel, Pullman, M Gallery, The Sebel, Novotel, Mercure, Adagio, All Season, Ibis, Formule1, dan HotelF1, kecuali satu hotel di Solo yang dioperatori Haris Hotel.

Dan satu lagi di Bali oleh Best Western Premier. Tak hanya itu, Hartono Hose juga menyukai dan menggeluti dunia fotografer.

Namun kekayaan yang dimiliki oleh Hartono Hosea sangat dinikmati oleh seorang putrinya yakni Karen Vendela Hosea, wanita cantik dengan perawakan tubuh semampai merupakan putri pertama dari pengusaha sekaligus fotografer Hartono Hosea tersebut.

 

Anwar Adnan Saleh

 

Anwar Adnan Saleh lahir di Polewali Mandar, Sulawesi, 20 Agustus 1948 umur 68 tahun adalah politikus dan Gubernur Sulawesi Barat.

Pada 28 Agustus 2006, dia dipastikan memenangi pilkada Sulawesi Barat bersama Muhammad Amri Sanusi sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat. Keduanya dilantik Menteri Urusan Dalam Negeri M. Ma’ruf pada 14 Desember 2006 di Kompleks Rumah Adat Mandar Mamuju.

Beberapa pihak menolak hasil pemilihan kepala daerah, karena menilai terjadi kecurangan-kecurangan berkaitan seputar pemilihan. Meskipun demikian, ia tetap dinyatakan menang dan dilantik dengan penjagaan keamanan yang sangat ketat seputar tarik-ulur soal kemenangannya.

Sebagai seorang politikus Golkar, ia pernah menjabat sebagai Anggota DPR periode 1999-2004 dari daerah pemilihan Sulawesi Tenggara. Setelah Sulawesi bagian barat memisahkan diri lewat otonomi daerah, ia mencalonkan diri sebagai gubernur daerah itu.

Ketika menjabat sebagai anggota DPR, ia duduk di Komisi IV yang membidangi transportasi. Total kekayaan beliau berjumlah Rp. 30.287.981.975

 

S. H. Sarundajang

 

Dr. Drs. Sinyo Harry Sarundajang lahir di Kawangkoan, Minahasa, Sulawesi Utara, 16 Januari 1945 umur 71 tahun adalah mantan Gubernur Sulawesi Utara ke-12 yang menjabat selama dua periode.

Pada pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Utara 2005-2010, ia berpasangan dengan Freddy Harry Sualang. Pada pemilihan Kepala Daerah Sulawesi Utara 2010-2015, ia berpasangan dengan Djouhari Kansil. Sebelumnya ia juga merupakan Birokrat pada Departemen Dalam Negeri yang pernah ditunjuk menjadi Pejabat Gubernur di 2 provinsi yaitu Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Beliau juga merupakan mantan Gubernur Sulawesi Utara dengan total kekayaan Rp. 2.350.767.000

Sarundajang menyelesaikan SMA tahun 1964, kemudian tahun 1968 meraih gelar Sarjana pada Fakultas Sosial Politik, Universitas Sam Ratulangi Manado. Tahun 1970 meraih S1 pada Fakultas Ketatanegaraan dan Ketataniagaan, Untag, Jakarta.

Pada tahun 1975-1976 mendapat tugas belajar dari Departemen Dalam Negeri untuk mendalami Administrasi Teritorial di Institute International Administration Publique Francaise, Perancis.

Di tahun yang sama ia menerima Certificate Asseduite Cours de Perfectionmeet du Francais Universite de Nice. Ia mengikuti Sespanas tahun 1986 dan Terpadnas tahun 1988.

Berbagai sertifikat pendidikan seperti Development Administration, Group School of Public Policy Birmingham University, Inggris pada tahun 1994, Sertifikat Institute. Berbagai sertifikat pendidikan seperti: Development Administration, Group School of Public Policy Birmingham University, Inggris pada tahun 1994, Sertifikat Institute for Housing and Urban Development Studies Rotterdam, Nederland, tahun 1994, Sertifikat Executive Program ini Health Finance and Managed Care, di University of California, Amerika Serikat tahun 1996 diperolehnya.

 

M. Amin Syam

 

Mayjen TNI (Purn.) H. Amin Syam, adalah seorang politikus Indonesia. Ia menjabat Gubernur Sulawesi Selatan sejak tahun 2003 sampai tahun 2008. Pasangannya sebagai wakil gubernur ialah Syachrul Yasin Limpo. Sebelumnya dia pernah menjadi hakin dan guru di militer, bupati, dan ketua DPRD Sulsel. Dia menang telak dalam Pemilihan Gubernur pada tahun 2002.

Amin mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan kedua pada Pemilihan Gubernur Sulsel 2007 namun ia dikalahkan oleh pasangan Syahrul Yasin Limpo dan Agus Arifin dengan hanya memperoleh 37% suara saja. Total kekayaan mantan Gubernur Sulawesi Selatan tersebut yaitu Rp. 1,775,973,000.

 

Orang Terkaya di Surabaya

 

Orang Terkaya di Surabaya

Kota Surabaya adalah ibu kota Provinsi Jawa Timur, Indonesia sekaligus menjadi kota metropolitan terbesar di provinsi tersebut. Surabaya merupakan kota terbesar kedua di Indonesia setelah Jakarta. Kota Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan, industri, dan pendidikan di Jawa Timur serta wilayah Indonesia bagian timur.

Berikut daftar orang kaya di kota Pahlawan ini :

 

Roy Agustin

 

Roy Agustinus, pemuda kelahiran 30 Agustus 1989 silam di Kota Surabaya, Jawa Timur ini menghabiskan masa remajanya dengan kerja keras, karena bukan kesenangan yang dia cari, namun bagaimana menjadikan hidup ini memiliki arti. Alhasil, di usianya yang 23 tahun ini, dia berhasil menjadi seorang enterpreneur muda yang memimpin enam perusahaan sekaligus.

Diakui oleh alumnus Fakultas Ekonomi Bisnis Manajemen Universitas Ciputra, Surabaya ini, bahwa untuk bisa meraih sukses di usia muda, tidak semudah membalik telapak tangan. Tidak hanya kerja keras, tapi juga semangat pantang menyerah untuk terus berinovasi membangun strategi bisnis baru yang mumpuni.

Roy mengaku, apa yang dia lakukan juga tidak pernah lepas dari sosok kedua orang tuanya yang tak kenal lelah dan pantang menyerah agar anak-anaknya bisa mengenyam pendidikan layak.

Dan dari kerja keras sang orang tua itulah, Roy mampu menempuh pendidikannya hingga duduk di bangku kuliah. Saat berada di bangku kuliah, pemilik CV Surya Teknokindo Jaya dan PT Mitra Maju ini, tidak pernah membebani kedua orang tuanya.

Setelah berhasil lolos mengikuti tes di Universitas Ciputra usai lulus SMA, dia berhasil mendapatkan beasiswa.

Di Universitas Ciputra inilah, kemampuan bisnis Roy mulai ditempa. Meski belum lulus kuliah, lulusan SMA Frateran, Surabaya ini, mencoba peruntungan dengan membuka usaha kuliner french fries bersama rekan-rekannya.

 

Alexander Tedja

 

Bagi orang Surabaya, atau orang yang pernah mengunjungi Surabaya, pasti pernah juga mengunjungi Tunjungan Plaza. Mall legendaris dan terbesar di Surabaya bahkan Asia Tenggara ini didirikan oleh Alexander Tedja pada tahun 1986.

Kini, Alexander Tedja merupakan salah satu orang terkaya di Indonesia dengan total kekayaan 790 Juta Dollar atau senilai 7,9 Trilliun Rupiah. Menurut Majalah Forbes, Alexander Tedja adalah orang terkaya nomor 36 di Indonesia.

Sebenarnya, Alexander jarang sekali bersentuhan dengan pers dan media. Beliau hanya muncul sesekali di media untuk mengumumkan proyek prestisius baru atau ketika anaknya menikah.

Ternyata, selain Tunjungan Plaza, beliau juga membangun Menara Mandiri pada tahun 1991, Pakuwon City pada tahun 1994, serta Sheraton Surabaya Hotel dan Tower pada tahun 1996. Bahkan, Tunjungan Plaza 1-4 berhasil menjadi superblock perbelanjaan pertama di Indonesia.

Pada eranya, Tunjungan Plaza sempat menjadi pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara. Praktis, Pakuwon Group berhasil menguasai jaringan perbelanjaan di Surabaya serta jaringan perumahan elit di daerah timur dan barat Surabaya.

 

Cak To

 

Walaupun kali ini bercerita tentang seorang pengemis “sukses”,namun dengan berpenghasilan 9 juta rupiah/bulan Cak To bisa membeli properti mahal dengan kegiatan mengemisnya.

Namanya Cak To, beliau sekarang adalah bos pengemis di Surabaya dan tidak lagi hidup sebagai pengemis, melainkan cukup melatih, mentraining, dan melindungi pengemis-pengemis anak buahnya untuk mengemis dengan baik dan benar.

Berasal dari keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah.

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ”karir”-nya.

Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya. Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup.

Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang. Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

 

Orang Terkaya di Tasikmalaya

 

Orang Terkaya di Tasikmalaya

Kota Tasikmalaya adalah salah satu kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sang Mutiara dari Priangan Timur sebutan lain bagi kota ini, seiring dengan perkembangan kota ini. Berikut adalah orang terkaya di Kota Priangan Timur, siapa aja yaa!

 

H. Budi Budiman

 

Posisi Walikota Tasikmalaya, H.Budi Budiman berada di urutan pertama walikota terkaya di Indonesia. Perhitungan tersebut didasarkan pada harta kekayaan Budi sebelum dan sesudah menjabat sebagai Walikota Tasikmalaya.

Sebagaimana diketahui, sebelum menjabat walikota memang sudah mempunyai latar belakang seorang pengusaha yang sukses sekaligus owner (pemilik) perusahaan dibidang waralaba, perusahaan otomotif, beberapa lembaga pendidikan, saham di beberapa perusahaan-perusahaan terkemuka di Tasikmalaya.

Sebut saja Mall Mayasari Plaza, PT Cakra Putra Parahiangan (otomotif), Maya Taxi (Mayasari Grup) dan LP3I (Lembaga Pendidikan).

Total kekayaan Budi sebelum menjadi Walikota Tasikmalaya dihitung dari ke empat perusahaan tersebut ditambah rumah pribadi, mobil, asset tanah, sertifikat, logam mulia, dan tabungan dibeberapa Bank ditaksir mencapai 3,2 triliyun rupiah.

Sementara setelah menjadi dan menjabat Walikota Tasikmalaya, pada periode tiga tahun dalam kepemimpinannya sebagai orang pertama di Kota Tasikmalaya.

Kekayaan Budi bertambah secara signifikan, tentu ini didasarkan pada hitungan pendapatan gaji sebagai walikota, bunga Bank, laba perusahaan dan dibangunannya perusahaan baru yang bergerak dibidang property kelas menengah ke atas “Grand Mayasari Estate”.

Total kekayaan Budi diprediksi setelah menjadi walikota ditambahkan perusahaan property ditaksir 4,5 triliyun rupiah.

Tentunya Budi Budiman Walikota Tasikmalaya terkaya di Indonesia ini didasarkan pada perolehan harta kekayaan di luar korupsi, karena reputasi Budi sebagai pribadi dan walikota sampai saat ini masih konsisten dan bersih dari korupsi.

 

Achmad Zaini Suparta

 

Achmad Zaini Suparta berusia 52 tahun pria asal Tasikmalaya, Jawa Barat, mengaku mempunyai dana sebesar 20 kali lipat APBN Indonesia. Dana sebanyak itu diperoleh Achmad Zaini dari warisan orangtuanya.

“Saya dapat dari warisan orangtua,” kata Achmad Zaini sebelum memberikan pidato sambutan dalam acara Public Multy Project di Villa Istana Bunga, Lembang, Jawa Barat. Dalam acara yang dihadiri ratusan pengusaha itu, Achmad Zaini akan mengucurkan bantuan ratusan miliar rupiah.

Menurut Achmad Zaini, sebelum meninggal dunia orang tuanya menitipkan sebuah map kepada dirinya. Achmad Zaini baru boleh membuka map itu 1.000 hari setelah orang tuanya meninggal. Achmad Zaini terkejut bukan main saat membuka map warisan orang tuanya itu. Map tersebut ternyata berisi dokumen kolateral emas di berbagai bank di dunia, antara lain di AS, Cina dan sejumlah negara Eropa.

Namun saat ditanya lebih detil lagi tentang bagaimana bisa orangtuanya memilik warisan sebesar itu, Achmad Zaini enggan berkomentar. Misterius!

Baca Juga : (Orang Terkaya di Dunia)

Sekian artikel informasi tentang beberapa daftar Orang Terkaya di Indonesia, semoga artikel ini menjadi referensi bacaan Anda sekalian ya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *