Ragam

Apa Pengaruh Keberagaman Masyarakat Indonesia Terhadap Pola Perilaku Bangsa Indonesia

Apa pengaruh keberagaman masyarakat Indonesia terhadap pola perilaku bangsa Indonesia? Paham tersebut terbilang penting bagi setiap personal. Negara kita memang terkenal sangat berbeda-beda dari segi suku maupun daerah.

Terlebih jika berupa bentang alam, iklim sampai bahasa yang digunakan semua orang.

Ras dan golongan yang tidak sama bukan berarti bermusuhan. Tapi sayangnya meski sudah tahu satu negara, perbedaan sering mendatangkan konflik. Terutama jika ada kaitannya dengan agama.

Bahkan bisa dihukum sangat berat baik oleh negara ataupun masyarakat. Belum lagi dengan adanya pengaruh yang diberikan langsung oleh budaya asing.

Anda boleh belajar lebih jauh agar saling memahami. Selain itu menghindari ikut campur dalam konflik yang dianggap berbahaya.

Pengaruh Keberagaman Masyarakat Indonesia Suku

Dengan banyaknya perbedaan dalam suatu negara, memang tidak dapat menghindarikan muncul konflik. Baik yang hanya ada pada masa lalu maupun sekarang. Terlebih jika sebelumnya memang memiliki history buruk.

Misalnya konflik keberagaman suku yang bukan menjadi rahasia umum lagi. Pernah ada konflik secara fisik bahkan sifatnya perang. Hal ini tercatat dalam konflik yang ada pada suku Madura dan dayak.

Disini terlihat jelas apa pengaruh keberagaman masyarakat Indonesia terhadap pola perilaku bangsa Indonesia. Di mana diawali dengan masalah yang cukup sepele, kemudian berakhir dengan hal kejam.

Selain itu ada juga masalah seperti konflik agama yang terjadi tahun 1999. Hal ini membuat banyak korban bermunculan saat itu. Belum lagi kerugian berupa bangunan ibadah yang rusak dan terbakar.

Contoh lain dari konflik yang pernah terjadi karena perbedaa yaitu pada tahun 1998. Mungkin paling terkenal karena saat itu sedang krisis moneter. Orang tionghoa menjadi incaran warga pribumi.

Meski semua contoh masalah keragaman perilaku warga tersebut ada pada masa lalu, bukan berarti tidak bisa muncul lagi. Tetap ada potensi negatif karena hasil hoax ataupun kesalahpahaman yang bisa terjadi.

Untuk menghindari ada hal buruk terjadi, pemerintah dan warga negara harus bergabung. Terutama dalam mencoba mencegah ada isu sara negatif muncul. Walau ada persaingan, harus dilakukan dengan cara sehat.

Masalah Pola Perilaku Terhadap Adat

Selain masalah tentang suku, klaim atas adat tertentu juga dapat berubah menjadi masalah. Terlebih karena sekarang banyak minoritas mulai berkembang. Meski perkembangan positif, pasti ada pembencinya.

Hal inilah yang kemudian perlu kita atasi jangan sampai menjadi efek negatif. Terlebih sampai mencoba mengalahkan orang dari golongan berbeda dengan cara negatif. Bahkan sampai berakibat pada hukum.

Adapun masalah dari pengaruh keberagaman masyarakat Indonesia pernah terjadi tepatnya pada orde baru. Saat itu terlalu banyak unsur agama, suku maupun kedaerahan belum menyatu. Bahkan membenci satu sama lain karena masalah kecil.

Akhirnya untuk menyelesaikan masalah adat Indonesia masa tersebut, negara membuat provinsi berdasarkan etnis. Demi menghindari juga ada efek buruk lainnya. Tetap dilakukan meski sifatnya termasuk masih pemaksaan.

Kita pantas disebut beruntung hidup di zaman yang lebih modern. Tidak ada tindak atau perilaku terlalu ekstrem dilakukan suatu pihak tertentu. Jika sampai berlebihan, pihak berwajib mengatasi tanpa pandang bulu.

Agar tidak muncul masalah dan konflik baru, kita harus selalu saling hormat sekaligus menghargai. Tidak boleh juga menindas kaum minoritas, melainkan saling berteman. Pentingnya hidup dengan rukun harus menjadi prioritas.

Kita berharap meski memang berbeda, tidak akan pernah muncul masalah kembali. Terlebih apa pengaruh keberagaman masyarakat Indonesia terhadap pola perilaku bangsa Indonesia memang penting demi perkembangan negeri.

Baca Selengkapnya

Wahyu Blahe

Guru SEO, Blogger Medan, Public Speaker, Digitalpreneur, Konsultan Digital Marketing | WA: 085261199133

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button