Apa Itu Podcast?

Apa Itu Podcast

Podcast memang cukup tenar di Indonesia belakangan ini. Sebenarnya, siaran non streaming ini sudah sangat famous di negara-negara barat seperti Amerika, Australia, dan United Kingdom.

Namun baru beberapa waktu ini mulai booming dan diminati oleh para penyiar audio di tanah air.

Meskipun bentuknya berupa rekaman audio, namun jangan berpikir kalau siaran ini sama dengan radio.

Ada beberapa hal yang membedakan keduanya, salah satunya adalah karena dapat diunduh dan didengarkan secara berulang.

Jadi, kalau belum paham, maka bisa tinggal putar ulang.

Apa itu Podcast?

Podcasting memang masih dalam proses berkembang di Indonesia, tidak mengherankan kalau banyak yang belum tahu istilah tersebut.

Baca : Podcast Indonesia, Sejarah Dan Perkembangannya

Secara umum, podcast dapat diartikan sebagai berkas digital dalam bentuk audio. Untuk mendengarkannya, maka Anda harus download terlebih dahulu.

Ada berbagai macam topik menarik yang dapat didengarkan di podcast, mulai dari berita, sharing cerita, sains, dan lain sebagainya. Karena siarannya dapat diulang berkali-kali secara offline, maka Anda bisa mendengarkannya dalam berbagai situasi. Misalnya sambil menunggu bus di terminal.

Meskipun pada hakikatnya sama dengan radio, yaitu menyajikan rekaman suara. Tapi pada siaran pod Anda tidak akan menemukan jeda iklan, sehingga perbincangan terus lancar dan atraktif dari awal sampai akhir. Tentu Anda akan merasa semakin betah mendengarkan siaran tersebut.

Umumnya siaran ini disampaikan dalam bentuk episode bersambung. Sedangkan durasi juga beragam, yakni 10 – 90 menit, tergantung podcaster dan tema yang dibahas.

Karena kalau topiknya tidak terlalu menarik, maka sudah pasti pendengar juga tidak merasa antusias.

Sampai saat ini, ada ribuan kategori topik yang dapat dipilih di podcast, seperti education, games, business, news, art, comedy, health, story, hobbies, dan banyak lagi.

Jadi, tinggal pilih yang diminati kemudian langsung unduh melalui smartphone. Bagaimana praktis sekali, bukan?

Survei membuktikan, bahwa kecenderungan masyarakat Amerika dalam mengunduh TV series menurun drastis sejak kemunculan podcast.

Bayangkan kalau hal ini juga dapat diterapkan di Indonesia, pastinya akan memberikan dampak positif. Khususnya terhadap anak-anak dan remaja.

Tapi sayangnya, sekarang ini jumlah siaran pod dalam bahasa Indonesia masih belum terlalu banyak. Tidak semua topik yang Anda sukai dapat ditemukan.

Namun jika ingin beralih ke bahasa Inggris, tentu akan lebih mudah mencari topik yang sesuai, hitung-hitung sekalian melatih skill listening.

Salah satu platform mendengarkan podcast berbahasa Indonesia adalah Radio BBC Indonesia. Selain itu, bisa juga via platform YouTube dalam bentuk pod video.

Meskipun belum begitu banyak digunakan, tapi membuat konten YouTube podcasting ini cukup menjanjikan.

Sementara itu, siaran pod dibedakan atas beberapa tipe, diantaranya adalah :

Podcast Solo

Seperti namanya, siaran solo dijalankan oleh satu orang tanpa guest atau co-host. Tipe solo umumnya dihadirkan secara monolog (berbicara sendiri).

Sedangkan isi kontennya adalah opini pribadi, biasanya mengomentari berita yang sedang ramai dibicarakan.

Meskipun begitu, namun topiknya sebenarnya sangat variatif, bisa saja mengambil tema bisnis, tutorial, dan lain sebagainya. Jadi, tergantung pada podcaster itu sendiri.

Podcast Multi Host

Selanjutnya ada tipe multi host. Tipe ini umumnya diisi oleh dua host atau lebih, jadi memang kedengaran lebih ramai dan meriah. Kalau kamu sudah cukup lama berkecimpung di dunia podcasting, dan menemukan rekan yang potensial, maka bisa memulai siaran multi host.

Tipe ini biasanya hadir dalam bentuk diskusi, sehingga pendengar bisa mendengarkan perbedaan perspektif dan pendapat dari masing-masing host. Secara tidak langsung, hal ini bisa jadi poin plus yang menghibur untuk pendengarnya.

Podcast Interview

Terakhir ada tipe interview, ini merupakan yang paling populer dikalangan para podcaster. Hal ini dikarenakan formatnya yang mudah, serta tidak membutuhkan metode spesifik.

Pemerannya adalah host dan narasumber (tamu selalu beda di setiap episode).

Awal Mula Podcast

Setelah mengenal dan memahami podcast, sebaiknya Anda juga mengetahui mengenai sejarah kemunculan dan perkembangannya.

Jadi, siaran ini muncul untuk yang pertama kalinya di sebuah artikel tulisan Ben Hammersley pada surat kabar The Guardian yang dicetak di tahun 2004.

Podcast awalnya hadir dalam 1 suku kata, yaitu Pod yang merupakan singkatan dari “Playable on Demand”. Rancangan siaran pod sendiri memang diperuntukkan bagi perangkap iPod dan Mac.

Di negara asalnya, siaran pod mulai populer dan banyak digunakan pada tahun 2007.

Di Indonesia sendiri, podcasting mulai dikenal pada 2012 silam. Seiring dengan berkembangnya teknologi digital, jumlah podcaster dan pendengarnya juga semakin meningkat tajam.

Materi yang disajikan juga sudah lebih beragam, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat dari berbagai usia.

Apalagi, saat ini pod juga sudah lebih fleksibel karena bisa diakses hanya dengan modal perangkat smartphone. Jadi, tinggal unduh aplikasi gratisannya saja. Kemudian log in, dan pilih kategori mana yang mau didengarkan.

Founder dari Box2Box, yakni Pangeran Siahaan, menyebutkan, kalau insight pendengar sangat mempengaruhi podcaster dalam membuat konten selanjutnya.

Masih menurut Pangeran, kategori topik yang paling banyak diminati adalah olahraga dan komedi.

Sedangkan waktu ideal yang banyak dipilih pendengar adalah pukul 21:00 WIB – 00.00 WB, dan 18.00 WIB – 21:00 WIB.

Lebih lanjut, ia mengatakan, bahwa sekitar 60% pendengar channel Box2Box akan mendengarkan siaran pada saat di rumah.

Manfaat Podcast

Selain menghibur, faktanya podcast juga memiliki segudang manfaat lain yang bisa didapatkan oleh pendengarnya.

Penasaran apa saja keuntungan dari mendengarkan siaran Pod ini? Penjelasan lengkapnya ada di bawah ini :

Menambah Wawasan

Podcast menyajikan berbagai informasi dengan pilihan topik yang beragam. Selain materi obrolan ringan yang umum dalam kehidupan sehari-hari. Ada juga topik lebih spesifik seperti sains dan edukasi yang bisa menambah wawasan para pendengar.

Untuk bisa menemukan topik yang tepat, maka bisa mencarinya melalui kategori. Jadi, tinggal menyesuaikan dengan kebutuhan saja.

Melatih Imajinasi

Tidak jauh berbeda dengan membaca, mendengarkan podcast juga bisa melatih imajinasi Anda. Hal ini dikarenakan pod tidak mempunyai visual, dan untuk mencerna informasi yang disampaikan sangat bergantung pada indera pendengaran.

Mau tidak mau situasi tersebut akan mendorong Anda untuk membayangkan topik yang dibicarakan. Kalau sisi imajinatif Anda sudah terasah, tentu saja akan membuat Anda menjadi lebih kreatif lagi saat dihadapkan pada situasi mencari ide-ide unik.

Stimulasi Otak

Kalau diperhatikan, sebenarnya ada banyak situs pendidikan yang menyarankan supaya mahasiswa meluangkan waktu untuk mendengarkan audio mengenai topik pelajaran tertentu. Hal tersebut berkaitan dengan brain gym, dimana indera pendengaran akan diasah.

Meningkatkan Kemampuan Membaca Anak-Anak

Editor bidang edukasi dari The Atlantic online newspaper, Michael Godsey mengatakan, bahwa mendengarkan siaran pod bisa meningkatkan kemampuan anak dalam membaca. Hal ini terjadi karena kebiasaan tersebut dapat menstimulasi otak dalam melakukan decoding.

Oleh sebab itu, anak sekolah dasar sangat dianjurkan untuk mulai dibiasakan mendengarkan podcast. Sementara itu, jika hal ini diterapkan pada pelajar SMP atau SMA, maka bisa membantu meningkatkan minat siswa dalam membaca.

Alternatif Solusi Kecanduan Televisi

Seperti diketahui, bahwa saluran televisi saat ini lebih banyak menyajikan tayangan yang kurang bermanfaat. Namun tidak dapat dipungkiri kalau hal tersebut pula yang justru menjadi daya tariknya. Tentunya hal ini tidak baik, terlebih untuk usia anak-anak.

Supaya bisa lepas dari kecanduan menonton tv, maka orangtua harus mencari alternatif solusi pengganti. Salah satunya adalah mendengarkan podcast yang berisi cerita menghibur.

Bisa Didengarkan Kapan dan Dimana Saja

Podcast sangat praktis untuk didengarkan kapan serta dimana saja, khususnya yang bentuk audio. Jadi, kalau Anda sedang bosan menunggu atau have nothing to do, maka bisa menghabiskan waktu dengan mendengarkan informasi menarik yang disukai.

Membangun Kredibilitas (Podcaster)

Khusus bagi para podcaster, konten pod yang Anda buat juga bisa menjadi cara untuk membangun kredibilitas. Bukan hanya sekedar media menyalurkan hobi bercerita, atau diskusi saja. Self branding ini pasti akan berguna bagi Anda nantinya.

Untuk menjadi seorang podcaster yang baik memang bukan merupakan hal mudah. Tapi bukan berarti Anda bisa melakukannya. Hal paling penting adalah, Anda memilih topik sesuai dengan bidang yang dikuasai, sehingga tidak kehabisan ide saat berbicara.

Aplikasi Podcast

Berminat untuk mulai mendengarkan beragam informasi di podcast, atau malah ingin membuat konten sendiri tapi bingung karena tidak tahu harus mulai darimana? Beberapa aplikasi di bawah ini bisa menjadi solusinya :

Castbox

Aplikasi ini mempunyai lebih dari sejuta koleksi podcast dari berbagai sumber, termasuk iTunes. Menariknya, Castbox juga mendukung hingga 70 bahasa yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan. Aplikasi satu ini dapat Anda download secara free, dan tanpa iklan.

Anchor

Mungkin sudah banyak dari Anda yang pernah mendengar aplikasi satu ini, bukan? Anchor memang cukup familiar di berbagai kalangan. Selain untuk mendengarkan podcast, Anda juga dapat membuat konten pod sendiri via Anchor.

Membuat siaran melalui aplikasi ini bukan hanya bisa menjadi cara menyalurkan hobi Anda. Namun juga dapat membantu menghasilkan uang tambahan. Kalau berminat, bisa langsung mengunduh Anchor melalui App Store atau Play Store.

Anchor menawarkan unlimited hosting sehingga pengguna dapat merekam audio kemudian mempublikasikannya ke berbagai platform, seperti Google Podcasts dan iTunes. Bukan hanya itu, Anda juga bisa mengimpor audio ke device lain untuk di upload.

Podbean

Meskipun kurang populer apabila dibandingkan dengan aplikasi lain, namun Podbean tetap layak untuk dicoba. Ada beragam koleksi podcast disini yang sudah ditata dalam kategori rapi. Jadi, Anda dapat berlangganan memilih channel favorit.

Podbean juga mempunyai fitur yang memungkinkan pengguna untuk mendengarkan audio dengan beragam efek berbeda. Hal ini dikarenakan Podbean di support Amazon Alexa, dan Chromecast. Jadi, dijamin tidak akan membuat penggunanya merasa kecewa.

Google Podcasts

Sejauh ini ada 3 aplikasi Google yang memiliki support terhadap pod. Tapi yang menjadi andalan sampai sekarang adalah Google Podcasts.

Di samping menawarkan tampilan yang simpel dan gampang dimengerti, aplikasi ini juga dibekali library super lengkap.

Di Google Podcasts, Anda bisa download mana yang disukai dan mendengarkannya kapan saja.

Proses pencarian kategori yang dilakukan Google Podcasts ini berdampingan dengan Google Assistant, dan Google Search App, jadi sangat recommended sekali.

Podcast Addict

Aplikasi Podcast Addict adalah kebalikan dari Podbean, dengan kata lain sangat populer. Selain koleksi konten pod, ada juga siaran radio streaming, audio book, dan sebagainya. Menariknya, aplikasi ini bahkan mempunya support saluran Twitch, dan YouTube.

Keuntungan lain dari menggunakan Podcast Addict adalah karena dibekali bermacam-macam fitur menarik. Jadi, Anda bisa memutarnya dalam format Mp3. Di samping itu, aplikasi satu ini juga dilengkapi integrasi speaker SONOS.

Pocket Casts

Bagi pengguna perangkat ponsel pintar berbasis Android, Pocket Casts bisa jadi pilihan terbaik. Aplikasi premium ini menawarkan berbagai hal menarik yang pasti akan Anda sukai. Salah satunya adalah kemampuan sinkronisasi dengan berbagai perangkat.

Ada juga fitur playback yang bakal memanjakan Anda. Pada awal tahun 2019 lalu, Pocket Casts mengupgrade tampilannya menjadi lebih kekinian sehingga lebih enak dipandang. Untuk menggunakan aplikasi ini, maka Anda tinggal mengunduhnya di Playstore.

Podcast Go

Aplikasi ini bisa dibilang masih baru, namun fitur yang ditawarkan tidak kalah bagus dengan aplikasi lain yang sudah lebih senior. Dengan Podcast Go, Anda bisa download, mempercepat pemutaran, mengatur timer, dan lainnya.

Hadir dengan mengusung tampilan desain UI yang apik, Podcast Go memiliki koleksi ratusan ribu konten yang dapat Anda subscribe dengan mudah. Hal ini tentu akan mempersingkat waktu Anda untuk menemukan kategori yang disukai di waktu selanjutnya.

Spotify

Penikmat musik tentu sudah sangat mengenali aplikasi satu ini. Tapi sudah tahukah Anda kalau Spotify juga bisa digunakan untuk membuat serta menyiarkan pod? Selain itu, pengguna juga bisa mendengarkan beragam podcast menarik disini.

Meskipun Spotify ini bisa di download secara gratis, tapi jangan kaget kalau tiba-tiba ada iklan yang numpang lewat saat Anda sedang asik mendengarkan materi. Namun pastinya masih tetap worth to use.

Spreaker Studio

Apabila tertarik untuk terjun di dunia podcasting, Anda juga bisa menjadikan Spreaker Studio sebagai pilihan. Setelah audio selesai direkam, Anda dapat langsung mempublikasikanya secara live, atau share ke media sosial. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur efek suara.

Podcast Youtube

Belakangan ini, konten Youtube dengan model pod memang semakin banyak bermunculan. Beberapa YouTuber di tanah air juga mulai mengaplikasikannya dalam setiap konten yang di upload. Mungkin beberapa dari Anda masih belum begitu paham mengenai seperti apa Podcast YouTube.

Supaya lebih mudah mengenalinya, podcast pada YouTube ini adalah konten rekaman suara dalam bentuk visual, tanpa tampilan video apapun. Jadi, fokus penyajiannya hanya siaran suara saja. Berbeda dengan konten YouTube kebanyakan yang umumnya mengandalkan sisi visual.

Umumnya channel yang mengadopsi pod ini mengusung konsep dan tema seperti berbagi cerita. Salah satu contohnya adalah akun Do You See What I see, yang secara konsisten membagikan konten berupa cerita horor pengalaman dari para narasumber.

Jika Anda tertarik untuk memulai karir sebagai YouTuber dengan basis konten pod, namun tidak tahu harus memulai darimana. Di bawah ini adalah beberapa langkah-langkah yang dapat diaplikasikan :

Convert File Audio ke Video

Untuk mempersingkat waktu mengunggah konten ke YouTube, Anda bisa mengconvert file audio ke video terlebih dahulu. Supaya tampak menarik, silahkan tambahkan background yang sesuai dengan topik materi.

Live Streaming via Webcam

Kalau ingin mencoba sesuatu yang baru, maka bisa langsung record via webcam. Untuk melakukannya, Anda tidak membutuhkan banyak peralatan, cukup sambungkan mikrofon ke komputer dan gunakan webcam pada PC. Perekaman suara bisa dilakukan via Zoom.

Google Podcast

Podcast Google sudah resmi dirilis sejak 2 tahun lalu. Sekarang pendengar setia podcast akan semakin mudah mendapatkan berbagai episode program yang disukai melalui aplikasi Google tersebut. Fitur yang ditawarkan juga cukup kompleks, dan dijamin bakal memanjakan penggunanya.

Tapi sayangnya, aplikasi ini hanya bisa dinikmati oleh para pengguna Android saja. Sedangkan untuk pengguna iOS belum bisa mengaksesnya. Podcast Google sendiri sudah terintegrasi dengan smart speaker dari Google Home, dan Google Assistant.

Setelah berlangganan, maka Anda bisa download, dan mengatur pemutaran konten lain. Selain itu, aplikasi ini juga dilengkapi dengan personalisasi akun, dimana pengguna akan mendapatkan rekomendasi mengenai topik yang sering didengarkan.

Hingga saat ini, aplikasi podcast Google sudah digunakan oleh jutaan pengguna di seluruh dunia. Siaran pod ini juga telah mendukung 47 bahasa, sehingga akan lebih mudah bagi Anda untuk memilih bahasa yang dimengerti.

Cara Membuat Podcast

Di era digital ini, podcast memang semakin dikenal di tanah air. Ini dapat dilihat dari antusias kaum milenial yang mulai tertarik untuk membuat channel-nya sendiri. Jika Anda termasuk satu dari sekian orang yang berminat memulai karir sebagai podcaster, di bawah ini adalah panduannya :

Mempersiapkan Peralatan (Hardware)

Untuk memulai proses pembuatan podcast, Anda membutuhkan perangkat keras seperti, smartphone atau ponsel apa saja yang penting terdapat aplikasi voice recorder. Tapi jika ingin serius mendalami dunia podcaster, sebaiknya pilihlah perangkat perekam terbaik.

Kualitas audio yang direkam akan mempengaruhi respon pendengar. Oleh sebab itu, berikan kenyamanan dan kesan exciting untuk para listener setia. Salah satu perangkat keras yang direkomendasikan untuk podcaster pemula adalah Samson Go Mic.

Perangkat Software yang Mendukung

Selain hardware yang well supported, Anda juga perlu mempersiapkan perangkat lunak berkualitas. Kalau masih belum memiliki ide untuk memilih yang mana, beberapa aplikasi software di bawah ini bisa jadi bahan pertimbangan :

  • Pod hosting
  • Hokusai
  • Image editor
  • Audacity

Menentukan Topik Podcast

Supaya hasilnya bisa sesuai dengan ekspektasi, maka Anda harus bisa memilih tema yang tepat. Disini, sebaiknya sudah mulai menentukan tentang siapa sasaran pendengar, kemudian apa bidang yang menjadi passion Anda, dan terakhir sesuaikan dengan pasar.

Memilih Format

Kalau sudah berhasil menentukan topik terba, selanjutnya adalah memilih format yang sesuai. Beberapa format yang banyak dipakai oleh podcaster diantaranya adalah : Interview, monolog, tanya jawab, dan campuran (penggabungan format).

Proses Perekaman

Kerangka materi pod sudah siap dan script telah berada di tangan? Sekarang saatnya Anda memulai proses perekaman suara sehingga nantinya bisa di publish dalam bentuk audio. Idealnya, pocaster harus memiliki ruangan khusus untuk rekaman.

Dengan begitu, maka suara yang direkam juga lebih jelas dan bersih. Hal ini dikarenakan tidak ada kontaminasi dari suara lain yang mengganggu. Tapi kalau belum bisa menyediakan ruang sendiri, maka bisa diatasi dengan pemilihan waktu record yang tepat.

Misalnya saja pada malam hari ketika suasana sekitar sudah lengang. Selain itu, usahakan untuk tidak menekan tombol berhenti terlalu sering. Dengan begitu, maka bisa menghemat lebih banyak waktu. Kalau salah, maka tidak perlu berhenti karena bisa diedit nanti.

Tahap Pengeditan Audio

Setelah proses rekaman selesai, tahap selanjutnya adalah mengedit audio. Anda bisa mulai menghapus bagian jeda, nervous, dan ucapan yang salah. Di samping itu, bisa juga menambah efek suara tertentu supaya kedengaran lebih real dan berkesan.

Kemudian konversi format file audio dalam bentuk Mp3. Terakhir, berikan meta tag seperti nama artis, nomor track, album, dan tahun produksinya. Sampai disini, proses editing sudah selesai.

Pembuatan Cover

Langkah selanjutnya adalah membuat cover. Supaya hasilnya bagus, maka bisa memanfaatkan aplikasi edit image sesuai kebutuhan. Harus diperhatikan, bahwa untuk membuat cover podcast, ukuran yang ideal biasanya 1400 MP X 1400 MP.

Upload Audio

Proses terakhir adalah mengunggah audio yang sudah selesai ke platform podcast terbaik, seperti Anchor, Spotify, Soundcloud, dan sebagainya. Jika baru mulai, sebaiknya unggahlah audio rekaman Anda secara teratur. Ini dilakukan sebagai bentuk konsistensi Anda.

Promosi

Bagi podcaster pemula, hal terberat dalam memulai karir di bidang podcast adalah mendapatkan subscriber. Apalagi, semakin lama saingannya juga makin banyak. Oleh karenanya, rajinlah promosi melalui sosial media seperti Facebook, Twitter, dan lain-lainnya.

Selengkapnya : Cara Membuat Podcast Berbagai Platform

Kelebihan Podcast Dibandingkan Radio dan Audio Mp3

Sekilas, siaran pod memang seolah tidak ada bedanya dengan radio maupun rekaman audio file Mp3. Tapi faktanya, ada beberapa kelebihan podcast dibandingkan radio dan mp3, diantaranya adalah :

  • Pilihan topik pod lebih variatif. Ada ratusan kategori dan ribuan hingga jutaan materi yang dapat dipilih sesuai minat pendengar. Tentunya jauh beda dengan radio, yang saluran dan kategorinya masih bisa dihitung dengan jari.
  • Podcast juga tidak memiliki selingan iklan mengganggu yang justru membuat bosan menunggu.
  • Selain itu, rekaman pod juga bisa didengarkan kapan saja saat Anda punya waktu luang. Tidak seperti radio yang jadwalnya sudah ditata rapi, dan tidak bisa diganggu gugat.
  • Di samping bisa diunduh dan diputar secara offline, siaran ini juga bisa dihapus supaya memori di ponsel tidak penuh.
  • Setelah subscribe atau berlangganan di akun tertentu, Anda akan mendapatkan notifikasi kalau ada konten baru yang diunggah. Jadi, tidak perlu mengecek setiap saat.

Bagaimana Cara Menghasilkan Uang Melalui Podcast?

Poin ini mungkin sudah Anda tunggu-tunggu jawabannya, bagaimana supaya bisa mendapatkan uang dengan podcasting? Tidak jauh berbeda dengan video YouTube, pembuat konten bisa menghasilkan cuan dari sponsor dan iklan. Namun supaya dilirik klien, Anda butuh audiens banyak.

Selanjutnya adalah dengan membuka layanan kursus dan pelatihan online, dimana Anda menawarkan jasa mengajar bidang tertentu seperti bisnis atau pendidikan. Agar banyak yang tertarik, sebaiknya Anda menggunakan email marketing, atau mencantumkan situs website official.

Cara lain menjadikan podcast sebagai ladang uang adalah dengan membuat eBook. Tentunya Anda harus kompeten di bidang yang dipilih sehingga pendengar juga merasa tertarik, dan berpikir “I gotta get this ebook”. Karena prosesnya cukup berat, disarankan minta pendapat para profesional.

Kalau mau lebih mudah dan tanpa modal, maka bisa memanfaatkan affiliasi. Namun tantangannya adalah, karena Anda dituntut untuk memiliki kemampuan menjual, dan bisa mendapatkan perusahaan mitra. Dengan begitu, maka mendapatkan izin mempromosikan produknya.

Jika Anda merasa sudah mempunyai semua kriteria untuk menjadi seorang podcaster mumpuni, maka bisa menawarkan diri kepada perusahaan-perusahaan yang butuh podcaster.

Tapi untuk mendapatkan decent salary, Anda juga harus punya skill tinggi.

Nah, pertanyaan tentang apa itu podcast, baik arti podcast serta manfaatnya telah dibahas. Demikian informasi mengenai podcast yang bisa saya share!

Wahyu Blahe
Wahyu Blahe Guru SEO, Digitalpreneur, Public Speaker, Konsultan Digital Marketing, Blogger Medan | WA: 085261199133