Teknologi

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Sistem informasi manajemen rumah sakit memiliki berbagai fungsi yang memudahkan pengelolaan data dari rumah sakit. Rumah sakit tentu memiliki begitu banyak data dan informasi yang penting, baik tentang rumah sakit atau pasien.

Setiap waktu akan ada penambahan data dan informasi sehingga membutuhkan pengelolaan yang tepat.

Oleh karena itu, sistem informasi manajemen rumah sakit sangat dibutuhkan dalam setiap kegiatan atau aktivitas dalam rumah sakit.

Mengapa Rumah Sakit Membutuhkan Sistem Informasi Manajemen?

Rumah sakit memiliki banyak kegiatan administrasi yang berkaitan dengan rumah sakit maupun pasien. Itulah mengapa ada banyak berkas atau dokumen yang terkumpul sehingga membutuhkan sistem informasi manajemen rumah sakit.

Data dan informasi tersebut akan terus bertambah seiring dengan semakin banyaknya kegiatan yang dilakukan rumah sakit. Tanpa adanya sistem informasi manajemen rumah sakit maka kemungkinan terjadinya kesalahan akan lebih besar.

Bayangkan saja betapa banyaknya tugas dari staf rumah sakit apabila tidak menggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit. Selain pekerjaan yang melimpah, risiko terjadinya kesalahan petugas juga akan semakin besar.

Berbeda lagi jika petugas dibantu dengan adanya sistem informasi manajemen rumah sakit yang handal. Bukan hanya memudahkan pekerjaan, tapi juga meminimalkan terjadinya kesalahan karena ini akan berdampak fatal bagi RS.

Persyaratan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit

Kegiatan dan aktivitas di rumah sakit tidak boleh sembarangan dilakukan, termasuk dalam penggunaan sistem informasi manajemen rumah sakit. Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 82 Tahun 2013.

Dalam aturan tersebut dikatakan bahwa setiap rumah sakit wajib menggunakan sistem informasi manajemen rumah sakit yang memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh Menteri Kesehatan di Indonesia.

Salah satu persyaratan yang harus dipenuhi sistem informasi manajemen rumah sakit adalah arsitektur. Sistem ini harus memiliki minimal kegiatan pelayanan utama (front office), komunikasi dan kolaborasi serta kegiatan administrasi (back office).

Selain ketiga syarat minimal tersebut, rumah sakit dapat mengembangkan sistem informasi manajemen rumah sakit dengan menambahkan arsitektur pendukung. Misalnya sistem manajemen dokumen, picture archiver system, dan lainnya.

Rumah sakit biasanya juga akan menambahkan fitur bussines intelegence, data warehouse, hingga sistem antar muka peralatan klinik.

Fungsi Sistem Informasi Manajemen untuk Rumah Sakit

Sistem informasi manajemen rumah sakit merupakan sistem teknologi yang berfungsi untuk memproses dan mengintegrasikan semua alur proses pelayanan di rumah sakit sehingga semua kegiatan dan proses dapat bekerja secara sistematis.

Tata kelola sistem informasi harus selaras dengan visi, misi, fungsi dan strategi dari organisasi dalam rumah sakit. Rumah sakit bertugas memberikan pelayanan kesehatan secara kuratif ataupun rehabilitatif kepada masyarakat.

Bukan hanya bermanfaat untuk kesehatan keluarga dan lingkungan, tapi rumah sakit juga menjadi pusar pelatihan tenaga kesehatan dan penelitian biososial sehingga membutuhkan sistem informasi manajemen rumah sakit untuk membantu.

Rumah sakit juga menjadi pelayanan rujukan medik spesialistik dan sub spesialistik sehingga membutuhkan manajemen data yang sangat rumit dan banyak. Itulah mengapa sistem informasi manajemen rumah sakit sangat dibutuhkan.

Proses Bisnis dalam Rumah Sakit, Tata kelola sistem informasi

Rumah sakit bukan hanya tempat untuk melayani masyarakat dalam hal kesehatan, tapi juga merupakan organisasi yang menjalankan bisnis. Banyaknya urusan dalam rumah sakit membutuhkan sistem informasi manajemen rumah sakit yang baik.

Implementasi sistem informasi manajemen rumah sakit akan berhasil jika proses bisnis berjalan lancar, begitu juga dengan tata kelola IT hingga perubahan manajemen. Oleh karena itu, komprehensif sistem informasi sangat dibutuhkan.

Rumah sakit tidak bisa berdiri sendiri dalam penggunaan sistem informasi manajemen rumah sakit karena dibutuhkan seorang ahli. Oleh karena itu, rumah sakit harus bekerja sama dengan developer sistem informasi manajemen terbaik.

Bisnis lainnya yang dimiliki rumah sakit akan terintegrasi dalam sistem informasi manajemen rumah sakit sehingga semua bisa berjalan dengan lancar. Dengan begitu, pekerjaan pengelolaan data dan informasi rumah sakit akan lebih terjamin.

Ruang Lingkup Sistem Informasi Manajemen di Rumah Sakit

Sistem informasi manajemen rumah sakit dapat didesain dalam bentuk aplikasi atau web. Kementerian Kesehatan menyediakan kode sumber terbuka (open source) yang digunakan pada aplikasi sistem informasi manajemen yang dibuat untuk rumah sakit.

Ruang lingkup sistem informasi ini meliputi beberapa hal, yaitu interoperabilitas, strategi, arsitektur aplikasi, arsitektur data, arsitektur infrastruktur, keamanan sistem informasi, tata kelola, dan menjangkau hal-hal yang berkaitan dengan proses bisnis.

Luasnya ruang lingkup sistem informasi manajemen rumah sakit membuat pekerjaan staf menjadi lebih mudah. Data dan informasi dalam sistem menjadi lebih terorganisir dan lebih terjamin keamanannya jadi risiko hilang lebih kecil.

Sistem informasi manajemen rumah sakit memiliki fitur dan arsitektur yang lengkap sehingga mampu mengelola lebih banyak data dan informasi. Hal ini tentu membuat pekerjaan menjadi lebih mudah dan cepat.

Bagi Anda yang membutuhkan sistem informasi manajemen, pastikan terlebih dahulu kebutuhan organisasi. Dengan begitu, Anda bisa membangun sistem informasi manajemen rumah sakit yang sesuai kebutuhan dan tepat sasaran.

Klik 2x Selengkapnya

Wahyu Blahe

Guru SEO, Blogger Medan, Public Speaker, Digitalpreneur, Konsultan Digital Marketing | WA: 085261199133

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button