Apa Itu Startup? Ini Adalah Jenis dan Contohnya

Startup Indonesia

Startup adalah fenomena bisnis paling banyak digandrungi. Bisnis rintisan berbasis teknologi semacam ini begitu menginspirasi masyarakat luas, terutama generasi milenial.

Generasi melek teknologi ini mudah sekali mengawali bisnis startup.

Sayangnya, tidak semua generasi milenial memiliki tujuan terarah dalam mendirikan usaha rintisan. Tidak sedikit dari mereka justru hanya sekadar ikut tren semata.

Mereka hanya memandang titik sukses dari seorang Mark Zuckerberg, Evan Spiegel, Jan Koum hingga David Karp.

Membangun suatu bisnis startup bukan merupakan perkara mudah.

Seringkali dalam pembangunan bisnis ini, generasi milenial cenderung lebih condong terhadap inovasi produk dan melupakan perkara finanasial.

Itulah penyebab gagalnya suatu bisnis rintisan.

Pengertian Startup Secara Umum

Barangkali Anda baru menyadari fakta bahwa startup merupakan kata serapan yang berasal dari bahasa Inggris. Startup secara umum didefinisikan sebagai suatu proses dimulainya bisnis baru.

Startup merujuk pada usaha baru atau bisnis belum lama dirintis.

Istilah startup juga dikaitkan dengan bisnis kecil baru dimulai. Pada tahap pertama bisnis ini mulai bergerak dengan ide usaha, pendanaan, peletakkan dasar sistematika bisnis dan barulah mengawalinya.

Seiring perkembangan zaman, startup lebih dikenal sebagai bisnis yang memanfaatkan teknologi digital.

Paul Graham mendefinisikan startup sebagai perusahaan yang dirancang guna tumbuh secara cepat. Jadi, esensi dari bisnis ini adalah pertumbuhan.

Seluruh komponen yang ada dalam bisnis ini akan tumbuh secara bersamaan baik itu inovasi, kerjasama, pemasaran hingga urusan finansial.

Ahli bisnis lain juga turut serta menyumbangkan pemikirannya terkait definisi bisnis startup.

Mudo dalam artikelnya yang dimuat pada tahun 2015 menyebutkan bahwa bisnis startup dapat dimaknai sebagai bisnis baru berkembang.

Bisnis ini begitu identik dengan bidang teknologi, internet dan website.

Kurniati dalam jurnalnya pada tahun 2017 memberikan opini bahwa bisnis tersebut dapat didefinisikan sebagai suatu institusi guna menciptakan produk baru yang inovatif pada kondisi ketidakpastian.

Tidak jarang produk tersebut merupakan produk yang benar-benar baru.

Google juga ikut serta dalam memberikan pendapatnya tentang makna bisnis startup. Menurut Google bisnis ini merupakan suatu usaha yang inovatif dalam bentuk perusahaan.

Bisnis ini memiliki kaitan yang cukup erat dengan dunia internet.

Jenis Startup

Bisnis startup terdiri atas berbagai macam jenis. Seperti halnya di Indonesia, bisnis jenis ini berkembang begitu pesat. Adapun macam-macam dari bisnis ini bergantung pada letak bergeraknya.

Berikut ini adalah beberapa jenis startup yang ada pada negara Indonesia.

1. Games

Bisnis startup games merupakan salah satu jenis paling banyak digandrungi generasi milennial. Terlebih lagi games dapat dengan mudah dimainkan melalui smartphone maupun perangkat komputer.

Games sangat praktis dioperasikan sehingga memunculkan peluang yang begitu besar sebagai ide bisnis rintisan.

Hasil penelitian oleh lembaga riset industri games dunia menyatakan bahwa perkembangan industri games di Indonesia sangat berpotensi untuk menghasilkan pendapatan hingga trilunan rupiah.

Tidak heran jika banyak generasi muda yang berlomba-lomba untuk merintis usaha di bidang ini.

2. Properti

Saat ini jenis bisnis rintisan properti tengah begitu digandrungi oleh masyarakat luas. Tidak hanya generasi milennial saja yang ikut andil dalam bisnis rintisan ini melainkan juga orang dewasa.

Hal ini dikarenakan bisnis properti terbilang mampu memberikan keuntungan yang lebih banyak.

Jika Anda hendak merintis bisnis, maka bisa mencobanya dalam bidang properti. Untuk mengawali bisnis semacam ini, maka Anda mesti siap menyediakan informasi bagi klien terkait solusi maupun tips dalam mencari hunian yang pas.

Anda juga perlu mencarikan solusi terkait pengajuan KPR maupun KPA dengan angsuran ringan. Tidak lupa untuk memberikan gambaran lokasi hunian strategis dan sehat. Bila perlu Anda bisa bekerjasama dengan pihak lain yang berkaitan.

3. Perdagangan

Jenis rintisan usaha yang marak dijumpai di Indonesia berikutnya ada pada bidang perdagangan. Anda tentu sudah akrab dengan aplikasi e-commerce serta situs marketplace belanja online.

Untuk itu, tidak ada salahnya jika Anda mengikuti jejak sukses William Tanuwijaya dalam mendirikan startup e-commerce.

Di zaman serba praktis seperti sekarang ini, ketertarikan orang untuk berbelanja secara online terbilang cukup tinggi. Selain mudah, belanja online juga memberikan harga barang lebih terjangkau dibanding belanja langsung di pasaran.

Alasan lainnya adalah orang-orang tidak perlu boros waktu untuk berbelanja online. Cukup membuka ponsel pintar saja, maka mereka dapat dengan mudah mendapatkan barang yang diinginkan.

Jadi, ini adalah kesempatan besar bagi Anda untuk merintis usaha di bidang ini.

4. Sekuritas

Sekuritas adalah salah satu bisnis rintisan yang marak digandrungi saat ini. Bisnis rintisan ini senantiasa terus tetap tumbuh, berkembang dan berpeluang mencari pembiayaan menggunakan penawaran saham pada pasar modal.

Bisnis rintisan ini terbilang sangat diminati khususnya oleh para investor.

Usaha rintisan ini terbilang cukup potensial untuk berkembang. Adapun startup dalam bidang fintech sekuritas terpopuler di Indonesia ialah Bareksa.com. Perusahaan yang berdiri sejak 17 Februari 2013 ini bergerak di bidang jual beli reksa dana dan saham online.

Bisnis rintisan ini memungkinkan bagi siapa saja untuk melakukan investasi secara daring. Tidak hanya itu saja, bisnis ini juga memberikan layanan informasi, data hingga obligasi.

5. Asuransi

Jenis startup ini menyasar tentang jaminan hidup manusia. Usaha rintisan yang bergerak dalam bidang asuransi ini sedikit berbeda dengan perusahaan asuransi ternama.

Bisnis permulaan semacam ini memungkinkan seseorang untuk mendapatkan rujukan dari rumah sakit terdekat.

Tidak hanya itu saja, usaha rintisan ini juga memungkinkan para nasabahnya agar mendapatkan pelayanan kesehatan prima, dokter terpercaya hingga aneka layanan bermanfaat lainnya. Misalnya, PT. Pasarpolis Indonesia.

Perusahaan rintisan di bidang asuransi ini bahkan telah menggandeng tiga unicorn Indonesia terkait penyediaan jaminan tersebut.

Istimewanya lagi, asuransi startup ini menawarkan premi yang begitu terjangkau yakni mulai dari Rp.7000,00.

Contoh Startup di Indonesia

Guna memperjelas gambaran Anda terkait usaha rintisan, maka berikut ini adalah contoh bisnis startup yang ada di Indonesia.

1. E-Fishery

eFishery

E-Fishery merupakan salah satu contoh usaha rintisan yang cukup populer di Indonesia.

Usaha ini menyediakan solusi teknologi guna pengelolaan kolam ikan komersial. Adapun produk yang dipasarkan oleh perusahaan ini ialah alat pemberi makan otomatis.

Alat ini tidak hanya mampu memberikan makan pada ikan dalam kolam saja, melainkan juga dapat digunakan untuk mendeteksi tingkatan nafsu makan dari ikan.

Dengan demikian, E-Fishery merupakan salah satu usaha rintisan dengan konsep baru yang perlu membuktikan kesuksesannya di pasaran.

Perusahaan yang diprakarsai oleh Gibran Chuzaefah Amsi El Farizy ini baru saja telah mendapatkan suntikan dana dari Aqua-Spark Belanda dan Ideosource pembiayaan lokal.

CEO perusahaan ini sangat yakin bahwa usaha rintisannya dapat mengguncang pasaran global hingga milyaran dollar.

2. Zeemi.tv

Zeemi.tv

Usaha rintisan ini bergerak di bidang live streaming ramah keluarga. Melalui Zeemi.tv maka semua orang dapat menampilkan karya-karyanya secara daring dan berhak memperoleh hadiah atas karya tersebut.

Hadiah yang dimaksud bisa berupa uang tunai.

Tom Damek sebagai CEO sekaligus founder Zeemi.tv begitu yakin dapat menggaet lebih banyak pengunjung pada situs buatannya tersebut.

Belum lama ini saja, Zeemi.tv telah mendapatkan pendanaan yang berasal dari Jepang yaitu DeNa berjumlah sekitar 13, 5 milyar rupiah.

3. HijUp

HijUp

Bisnis rintisan ini bergerak di bidang toko online khusus busana muslim Indonesia. Bisnis ini terbilang mengalami perkembangan yang cukup pesat dibanding perusahaan rintisan lain dalam bidang serupa.

Pada awal tahun berdirinya saja, HijUp berhasil mendapatkan pendanaan hingga 13,5 milyar rupiah.

HijUp telah memiliki toko online total lebih dari 200 yang diyakini mampu berekspansi secara global. Tidak tanggung-tanggung, HijUp diyakini dapat menyaingi rekan bisnisnya yaitu Saqina dan Hijabenka.

Usaha yang cukup potensial ini tentu membuat banyak investor berlomba-lomba untuk berinvestasi.

4. Jualo

Jualo

Bisnis rintisan yang begitu populer di Indonesia ini bergerak dalam bidang situs iklan. Saingan terberatnya adalah OLX Indonesia. Akan tetapi, traffic Jualo kini terus merangkak naik karena adanya jutaan pengunjung pada beberapa bulan terakhir.

Jualo juga telah mendapatkan pendanaan dari dua perusahaan ternama dunia yaitu Alpha JWC Ventures dan Mountain Kejora.

Chaim Fetter sebagai CEO sekaligus founder Jualo mengklaim bahwa situs buatannya tersebut mampu melompat untuk meraih kesuksesan di pasar global.

5. Fabelio

Fabelio

Didirkan oleh Christian Sutardi, Fabelio merupakan sebuah usaha rintisan yang mengincar situs e-commerce lokal khususnya komoditas furniture.

Bisnis baru ini digadang-gadang akan mendulang sukses besar di Indonesia karena masih jarang pesaing.

Belum lama ini saja, Fabelio telah mendapatkan suntikan dana serta dukungan oleh lebih dari 500 perusahaan rintisan serta investor.

Hal ini mengingat bahwa pasaran furniture di Indonesia masih sangat terbuka lebar dan begitu menggiurkan bagi berbagai tingkatan kelas ekonomi masyarakat.

Pada situs Fabelio, Anda akan banyak menjumpai berbagai macam jenis furniture mulai dari kursi, meja, lemari, ranjang dan sebagainya. Karena minimnya pesaing di bidang serupa, tidak heran jika bisnis ini diprediksi dapat sukses besar.

6. Ruang Guru

Ruang Guru

Anda tentu sering melihat tayangan Ruang Guru di layar kaca. Ruang Guru adalah salah satu perusahaan startup berbasis teknologi digital yang berfokus pada dunia pendidikan.

Perusahaan ini menawarkan platform pembelajaran menggunakan video interaktif oleh guru.

Pada tahun-tahun pertama pendiriannya, perusahaan yang didirikan oleh M. Iman Usman dan Adamas Belva Syah Devara ini didanai oleh East Ventures.

Tahun berikutnya, Ruang Guru kembali mendapatkan pendanaan sebesar 13 milyar rupiah dari Venturra Capital milik Lippo Group.

Perusahaan ini kini semakin melebarkan sayapnya bahkan hingga ke luar negeri. Perusahaan yang berpusat di Jakarta ini, kini telah meluncurkan aplikasi serupa di Vietnam dengan nama Kien Guru.

7. Kitabisa.com

Kitabisa

Selain Ruang Guru, perusahaan startup ini juga tentu sering wira-wiri di layar kaca Anda. Paling sering dijumpai pada sosial media dalam gelaran galang dana.

Kitabisa.com sebenarnya merupakan sebuah perusahaan rintisan yang menyediakan platform khusus galang dana secara daring.

Di platform Kitabisa.com masyarakat bisa melakukan galang dana untuk berbagai macam tujuan. Pada mulanya usaha ini didirikan sebagai proyek sosial pada tahun 2013. Barulah pada tahun 2014, perusahaan ini berfokus menjadi wadah donasi daring.

Platform galang dana ini telah memperoleh izin PUB dari Kemensos. Tidak hanya itu saja, Kitabisa.com juga rutin diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Indonesia.

Foto Jadul Pas Lagi Heboh Startup!

Startup Medan

Ada yang kenal dengan brand yang dimiliki masing-masing mereka di atas?

Dengan demikian, Anda dapat merasa aman dalam menggunakan platform ini untuk menyebarkan beragam kebaikan.

Ok, salam startup!

Wahyu Blahe
Wahyu Blahe Guru SEO, Digitalpreneur, Public Speaker, Konsultan Digital Marketing, Blogger Medan | WA: 085261199133