Marketing

Struktur Teks Iklan dan Kaidah Kebahasaan Teks Iklan

Struktur teks iklan sendiri mudah dipahami dan tidak sulut untuk menulisnya. Teks seringkali digunakan sebagai media komunikasi terlebih bagi satu perusahaan pada banyak konsumennya.

Paling banyak digunakan yakni teks iklan dan digunakan untuk mempromosikan produksi suatu perusahaan secara terbuka.

Teks selanjutnya bisa dimuat di berbagai platform baik secara digital maupun konvensional.

Tidak bisa sekedar dibuat, Anda juga sebaiknya mempertimbangkan aspek kaidah kebahasaan. Kaidah ini penting diperhitungkan guna terciptanya kalimat promosi yang lebih enak dibaca.

Ada sedikitnya 5 kaidah teks iklan yang bisa disesuaikan dengan jenis iklan yang dibuat.

Apa Itu Struktur Teks Iklan?

Struktur sendiri berarti bagian-bagian yang dibuat jadi satu kesatuan. Maka struktur teks bisa diartikan bagian di dalam teks yang membuat teks iklan menjadi utuh dan padu. Tentu setiap teks harus memiliki semua struktur.

Bila salah satu struktur dihilangkan maka bisa jadi teks yang dibuat bukan termasuk dalam teks iklan. Teks yang padu dengan struktur yang lengkap bisa membuat pembacanya yakin akan produk yang sedang diiklankan.

Tidak hanya kelengkapan struktur, penggunaan bahasa dengan kaidah yang baik juga selanjutnya jadi penentu penerimaan iklan oleh konsumen.

Penggunaan kaidah yang singkat, padat, dan jelas bisa jadi kriteria penentu selanjutnya.

Struktur dan Kaidah Teks Iklan

Tentu memahami struktur dan ciri kebahasaan teks iklan saja juga jadi keharusan. Ini dilakukan agar teks yang dihasilkan mudah dicerna oleh siapa saja yang membacanya.

Berikut struktur dalam teks iklan:

Orientasi

Bagian atau struktur awal dari teks iklan adalah orientasi. Dalam bagian ini Anda bisa memperkenalkan produk baik barang atau jasa yang dijual. Tentu berbagai metode pengenalan bisa digunakan dalam struktur ini.

Metode awal yang kini paling banyak digunakan adalah metode tanya. Dengan menghadirkan kalimat tanya, pembacanya secara diajak berbicara dan membuatnya menghabiskan teks sekaligus.

Menghadirkan informasi terkini juga bisa dilakukan di awal teks.

Anda bisa menggunakan metode persuasif atau menggunakan tagline perusahaan di awal. Bagaimanapun tagline bisa bantu membangun ingatan konsumen terhadap produk Anda.

Bagian ini jadi bagian mutlak yang harus ada tidak terkecuali dalam struktur iklan baris.

Tubuh Iklan

Tubuh iklan jadi bagian dimana Anda menjelaskan produk atau jasa apa yang hendak ditawarkan. Anda bisa menuliskan cara kerja atau spesifikasi produk yang sedang diiklankan.

Menjelaskan bahan dasar pembuatan produk juga bisa dituliskan di bagian ini.

Bagian tubuh iklan bisa jadi lebih panjang dari bagian pembuka atau orientasi. Sebenarnya tidak ada batasan kalimat bahkan paragraf untuk menuliskan tubuh iklan.

Namun, jangan terlalu terpaku pada intensitas kedetailan informasi produk yang hendak dipromosikan.

Bila bagian orientasi hanya menyebutkan jenisnya saja, di bagian struktur teks iklan ini Anda bisa lebih leluasa menggambarkan produk yang ditawarkan.

Anda bahkan bisa menyebutkan kelebihan dari produk yang sedang diiklankan.

Justifikasi

Bagian ini disebut sebagai bagian pamungkas. Dimana Anda harus menyertakan tempat, kontak atau link dimana konsumen bisa mendapatkan produk yang ditawarkan.

Bagian ini bisa jadi pintu awal bagi konsumen untuk mengenal produk lain yang Anda tawarkan.

Tidak hanya berfungsi sebagai bagian penutup, justifikasi juga bisa diisi dengan link atau kontak untuk bisa mendapat produk Anda.

Bila Anda menggunakan kontak, maka pastikan kontak yang dituliskan bisa dihubungi kapan pun.

Begitu pula bila alamat web atau link yang dituliskan, pastikan web tersebut gampang diakses. Sebagai opsinya Anda bisa langsung menuliskan nama web ketimbang menuliskan link panjang.

Kejelasan akan akses produk bisa diselipkan dalam bagian terakhir ini.

Susunlah iklan tersebut dengan memperhatikan struktur dan kaidah kaidah kebahasaannya membuat iklan lebih berterima. Bayangkan akan semudah apa pembacanya menerima promosi secara tertulis.

Bila iklan mudah dimengerti maka akan timbul stimulus mengingat bahkan langsung membeli produk berdasar iklan.

Kaidah seperti ini bisa digunakan untuk membentuk iklan yang bagus dan mudah diterima orang banyak.

Berikut kaidah penulisan teks yang bisa digunakan:

1. Menggunakan Kalimat Persuasif

Kaidah yang pertama adalah menggunakan kalimat persuasif. Kalimat jenis ini digunakan agar pembacanya terbujuk untuk membeli atau menggunakan jasa yang diiklankan. Kalimat ini bisa digunakan pada bagian akhir teks.

Kalimat berupa ajakan, bujukan dan anjuran halus ini membuat pembacanya terpacu seketika. Kata yang banyak digunakan seperti:

 Ayo
 Mari
 Tunggu apa lagi
 Jangan sampai kehabisan
 Segera dan masih banyak lagi.

2. Menggunakan Kalimat Berita

Bagaimanapun juga suatu teks harus berisi informasi yang relevan dengan tema teks secara keseluruhan. Termasuk pada jenis teks iklan yang juga harus memuat informasi terkait produk yang sedang dipromosikan.

Informasi selain diberikan untuk memperkuat argumen promosi digunakan juga sebagai penguat perspektif pembaca. Informasi bisa berupa fakta atau angka yang ternyata begitu disukai oleh para pembaca.

Menurut pakar, angka dan fakta bisa memusatkan pikiran pembaca. Tentu saja hal ini bisa menimbulkan ketertarikan di awal pembacaan iklan.

Ini bisa berlaku bila Anda menempatkan kalimat berita di awal paragraf teks iklan.

3. Menggunakan Kalimat Imperatif

Membandingkan produk satu dengan produk lainnya bisa jadi salah satu cara untuk mendapatkan produk terbaik.

Cara ini banyak dilakukan oleh beragam jenis konsumen untuk mendapat produk terbaik. Tentu saja hal ini banyak dilakukan secara instan dan berakhir dengan pembelian produk.

Tentu saja pihak pengiklan juga bisa menerapkan metode yang sama. Anda bisa menggunakan kalimat imperatif yang memuat larangan atau perintah untuk memilih produk Anda.

Sajikan juga kelebihan produk sebagai bahan tambah perbandingan secara halus.

Larangan secara halus atau perintah secara halus bisa dituliskan dengan singkat. Namun, bagi Anda yang berani Anda bisa menggunakan kalimat ini secara terang terangan.

Penggunaan kalimat secara utuh bisa juga mempengaruhi citra perusahaan.

4. Menggunakan Kalimat Interogatif

Alih-alih menggunakan sapaan Anda bisa mengawali teks iklan dengan kalimat interogatif. sebenarnya kalimat dengan isi pertanyaan ini bisa pilih diselipkan di struktur teks iklan orientasi tubuh iklan justifikasi.

Penggunaannya tergantung pada kebutuhan dan jenis iklan yang dibuat.

Penggunaan kalimat ini memberikan efek seperti pihak perusahaan yang langsung berinteraksi dengan konsumennya.

Kalimat tanya juga lebih efektif mengundang ketertarikan si pembaca untuk menyelesaikan teks iklan.

5. Menggunakan Kalimat Seru

Kaidah terakhir yang bisa digunakan yakni menggunakan kalimat seru. Kalimat ini bisa difungsikan sebagai kalimat penegasan. Jadi, Anda lebih disarankan untuk menggunakan kalimat jenis ini pada bagian akhir struktur teks.

Tidak hanya penegasan, kalimat ini juga bisa digunakan sebagai bentuk ajakan atau ungkapan kagum. Tentu saja ragam kaidah kebahasaan ini bisa disesuaikan dengan jenis iklan.

Bila ingin membuat iklan yang ringan maka sebaiknya gunakan kalimat ajakan sesuai struktur teks iklan.

Klik 2x Selengkapnya

Wahyu Blahe

Guru SEO, Blogger Medan, Public Speaker, Digitalpreneur, Konsultan Digital Marketing | WA: 085261199133

Artikel Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Back to top button