12 Teknik Memanah Yang Benar

Teknik Memanah - Cara Memanah Yang Benar

Teknik memanah dan cara memanah yang benar dan tepat sasaran tentunya menjadi fokus saya untuk menyajikannya kepada Anda. Apalagi yang mulai hobi untuk melakukan olahraga yang dianjurkan Rasulullah ini di tiap pekannya.

Seperti diketahui, bahwa memanah adalah jenis olahraga yang cukup populer di masa sekarang ini. Banyak orang yang rela mengikuti sekolah panahan agar dapat mempraktikkan cara memanah yang benar.

Olahraga fisik ini memang cukup sulit dipelajari, tetapi Anda bisa menguasainya dengan tekun berlatih.

Olahraga memanah membutuhkan konsentrasi dan keseimbangan agar bisa fokus menembakkan anak panah. Anda juga harus menguasai teknik memanah yang tepat untuk hasil yang optimal.

Teknik Memanah Yang Benar

Berikut beberapa teknik memanah yang benar bagi para pemula.

Sikap Berdiri (Stance)

Sikap berdiri merupakan posisi berdiri seorang pemanah dengan kakinya yang tegap dan kuat agar mampu menumpu tanah. Supaya Anda bisa mempraktikkan cara memanah yang benar, maka posisi kedua kaki saat berdiri harus mempunyai 2 syarat, yakni :

  • Titik berat badan ketika berdiri akan ditopang kedua kaki dengan seimbang memakai persentase 60 -70% ditumpu oleh bola kaki dan sisanya ditumpu oleh tumit.
  • Posisi tubuh Anda harus dalam keadaan tegak dan seimbang. Artinya tubuh tidak condong ke bagian depan maupun belakang serta bagian samping kiri atau samping kanan.

Posisi tubuh seimbang dapat Anda lakukan dengan mengupayakan jarak antar kaki sebaiknya sama lebar dengan bahu.

Pastikan ujung kaki bersentuhan dengan garis imajiner pada tengah target. Kedua lutut juga harus rileks agar Anda merasakan keseimbangan.

Teknik dasar memanah ini terbagi lagi menjadi empat sikap, diantaranya sebagai berikut:

a. Sejajar/Square Stance

Sikap berdiri ini mengharuskan kaki pada posisi terbuka dengan lebar sama dengan bahu. Selanjutnya posisi kaki sebaiknya juga sejajar lurus terhadap garis tembak.

Bagi pemula disarankan menggunakan teknik ini antara 1- 2 tahun sebelum belajar stand lainnya. Cara berdiri yang sejajar bagi pemanah dapat membuatnya lebih mudah mengukur garis yang lurus dengan target.

Anda juga harus memperhatikan posisi holding dengan memastikan tubuh pada posisi tegap supaya pelepasan berakhir sempurna.

b. Terbuka/Open Stance

Open stance mengharuskan kaki pemanah membentuk sudut dengan besar 450 derajat terhadap garis tembak. Posisi badan juga harus stabil terutama saat menarik tali busur. Kepala Anda juga akan terasa lebih rileks saat melakukan teknik open stance ini.

Bagi pemula memang tidak disarankan memakai teknik ini karena open stance lebih dianjurkan bagi pemanah tingkat lanjut. Pemanah dengan jam terbang tinggi disarankan menerapkan teknik ini agar eksekusinya lebih sempurna.

c. Miring/Oblique Stance

Teknik oblique stand memang tidak dianjurkan bagi pemula. Sebab pemula belum mampu menopang tubuh dengan kuat saat anak panas dilepas ke tembakan. Penerapan oblique stand mengharuskan kaki sejajar dengan lainnya dan cenderung pada posisi miring searah jam 3.

d. Tertutup/Close Stance

Sikap berdiri ini merupakan kebalikan open stand sehingga pemanah harus memposisikan kakinya tidak membentuk sudut sebesar 450 derajat. Kedua kaki perlu saling memperkuat dengan posisi kaki kiri di depan dengan arah agak serong kanan.

Kaki kanan berada di belakang dengan agak serong kiri. Jenis sikap berdiri ini dianggap sebagai sikap yang paling kokoh diantara 4 jenis teknik berdiri pada panahan.

Memasang Ekor Panah (Nocking)

Nocking merupakan gerakan dasar dalam memanah yang lebih kepada memasukkan ujung panah ke anak panah atau nocking point ke tali busur. Kemudian meletakkan gandar atau shaft di sandarannya.

Penerapan cara memanah yang benar untuk teknik nocking yang harus dikuasai pemanah, diantaranya melalui langkah-langkah berikut:

  • Anda harus memastikan bulu indeks pada bagian ekor panah jauh dari bagian jendela busur.
  • Amati bagian ekor panah sudah benar masuk ke tali secara tepat atau belum.
  • Pastikanlah nocking point atau anak panah sudah masuk sepenuhnya serta tepat di nock. Sebab anak panah yang terbang bisa terganggu jika terlalu longgar atau besar.

Mengangkat Lengan Busur (Extend)

Teknik memanah ini sering digunakan oleh pemanah profesional saat mengangkat lengan busur. Extend dilakukan dengan mengangkat lengan sampai setinggi bahu kemudian tangan untuk menarik tali sebaiknya pada posisi siap.

Saat melakukan teknik extend, Anda harus berada dalam kondisi rileks ketika menarik tali serta memakai 3 jari utama saat menarik tali busur. Jari yang dilibatkan yaitu jari manis, jari telunjuk dan jari tengah melalui langkah di bawah ini :

  • Letakkanlah tali busur pada ruas-ruas jari pertama.
  • Berikan tekanan yang cukup untuk handle busur dengan telapak tangan sebagai penahan busur.
  • Tekanan berada di tengah titik V dengan ibu jari serta telunjuk memegang busur secara tepat.

Hooking and Gripping

Teknik ini wajib dilakukan dengan benar supaya eksekusi dapat berjalan lancar serta tembakan anak panah tidak meleset. Teknik ini dilakukan dengan cara menempatkan jari ke tali sesudah anak panah dan nocking point dipasang secara benar.

Pemanah yang ingin menguasai cara memanah yang benar saat hooking and gripping, sebaiknya melalui beberapa langkah berikut:

  • Tempatkanlah posisi jari Anda pada tali, sedangkan tali busur juga harus ada di sendi pertama.
  • Hindari meletakkan tali pada bagian sendi yang pertama di jari atas maupun bawah.
  • Sebelum melakukan penembakan, cek terlebih dahulu tab tali di antara nocking point dan jari pada tab.
  • Pakailah pembatas jari agar posisi menjadi tepat dan membuat Anda lebih rileks.

Mindset

Pengelolaan mindset memang perlu dikuasai oleh setiap pemanah selain memahami cara memanah yang benar. Sebab teknik ini berkaitan dengan konsentrasi dan fokus saat menembakkan panah.

Mindset menjadi hal penting karena seorang pemanah harus selalu rileks saat menembakkan panah.Seorang pemanah perlu melatih diri agar fokus dan tenang pada tugas yang sedang dihadapi. Sehingga ketika menerbangkan anak panah akan memperoleh skor sempurna.

Set-Up

Teknik ini menggunakan gerakan tarikan awal dengan memberikan kekuatan tekanan pada jari tangan ke tali ketika melakukan tarikan secara penuh. Kekuatan tekanan pada jari tangan diberikan sebesar 30%, jari tengah sebesar 50-60% serta jari manis sebesar 20%.

Posisi tubuh saat melakukan teknik set-up yaitu tungkai lurus, berat badan bertumpu pada kedua kaki serta rileks. Perputaran tubuh bagian atas dimulai dari bagian panggul lalu bahu diluruskan secara tepat mengenai target.

Kemudian panggul diputar supaya lurus sesuai target. Pemanah yang memakai open stance, bagian panggul akan terbuka mengarah ke target dengan sendirinya. Hindari panggul segaris bahu karena bisa menimbulkan ketegangan otot.

Agar menghasilkan stabilitas baik, tulang dada sebaiknya ditekan serta bagian otot perlu ditahan. Pemanah biasanya sering melakukan beberapa kesalahan, seperti tubuh yang terlalu condong pada target serta leher bahu yang terlalu tegang.

Beberapa kesalahan tersebut jika terus menerus dilakukan bisa berdampak terhadap posisi kepala yang terus menengadah ke arah belakang.

Drawing

Teknik ini adalah bagian dari gerakan cara memanah yang benar dan mengharuskan pemanah melakukan penarikan tali busur hingga menyentuh bibir, hidung dan dagu. Langkah berikutnya dilanjutkan peletakkan tangan pada penarik tali tersebut di bagian dagu.

Teknik drawing terbagi menjadi tiga bagian sebagai berikut :

a. Pre Draw

Teknik pre-draw merupakan gerakan tarikan di awal serta ketika penerapan seorang pemanah sudah mengunci bagian sendi bahu, sendi pergelangan dan sendi siku agar anak panah berada pada posisi siap untuk ditarik.

b. Primary Draw

Primary draw merupakan teknik tarikan yang utama dengan posisi dimulai pre draw sampai tali busur menyentuh di bagian bibir, dagu dan hidung pemanah. Ketika anak panah dilepas, seluruh teknik akan berakhir pada posisi penjangkaran.

c. Secondary Draw

Teknik ini sering disebut sebagai tarikan kedua yang berarti sebuah gerakan untuk menahan tarikan dari tali ketika posisi penjangkaran. Tujuan posisi ini yaitu agar pelepasan tali dilakukan secara lebih siap.

Penjangkaran Lengan Penarik (Anchoring)

Anchoring mengharuskan pemanah menjangkarkan tangan yang digunakan untuk menarik tali busur pada bagian dagu. Langkah penerapan teknik anchoring dilakukan melalui tahap berikut :

  • Anda harus menempatkan posisi sama ketika akan melakukan penjangkaran tangan untuk menarik tali. Hal ini bertujuan supaya kekokohan selalu terjaga serta menempel pada bawah dagu.
  • Pemanah bisa menyaksikan diantara mata untuk membidik akan terlihat bayangan tali di bagian busur pada saat yang sama.
  • Teknik penjangkaran bagian tengah, mengharuskan pemanah dapat memakai tangan untuk menarik tali busur agar menyentuh tengah dagu, hidung dan bibir. Pastikan juga tetap dalam kondisi menempel pada bawah dagu.
  • Penjangkaran samping membuat pemanah harus menggunakan tangan untuk menarik tali busur untuk menyentuh samping dagu, hidung dan bibir. Tetapi posisi tersebut harus tetap menempel pada bawah dagu.

Menahan Sikap Panahan (Tighten)

Teknik menahan sikap panahan adalah salah satu cara memanah yang benar dan diterapkan setelah penjangkaran serta sebelum panah dilepas. Seorang pemanah pada sikap tighten berarti ia berada pada kondisi menahan beberapa saat posisi memanah.

Saat penerapan teknik tighten, pada waktu yang bersamaan bagian lengan untuk menarik tali dan otot lengan untuk menahan tali busur berkontraksi dengan frekuensi sama. Supaya posisi tidak berubah saat akan melepas anak panah.

Saat menerapkan teknik ini, Anda benar-benar fokus ke pembidik target yang sudah ditentukan. Saat membidik, pemanah juga harus menjaga posisi memanah yang benar hingga anak panah dapat dilepaskan secara lebih sempurna.

Membidik (Aiming)

Teknik membidik menjadi teknik penting dalam olahraga panahan. Membidik bertujuan untuk mengarahkan perlengkapan panahan agar tepat menembak sasaran. Pemanah harus mempertahankan posisi badannya supaya tidak bergerak sehingga anak panah tak meleset.

Sebagai pemanah, Anda juga perlu memperhatikan teknik yang dipakai karena penerapan teknik aiming dapat menghasilkan eksekusi yang sempurna. Sebab saat menerapkan aiming dengan benar, pemanah akan lebih lebih rileks dan fokus.

Perhatikan juga beberapa faktor lain yang berpengaruh pada keberhasilan memanah yang benar. Seperti, kecepatan angin, arah mata angin sampai sudut penembak dan target tembakan tersebut.

Release

Saat Anda sudah berada di tahap pembidikan, cara memanah selanjutnya yaitu teknik release atau melepas panah atau tali. Gerakan pelepasan panah tersebut dilakukan dengan merilekskan bagian jari-jari yang dipakai untuk menarik tali.

Teknik release terbagi menjadi tiga cara yang harus dikuasai seorang pemanah, yakni :

a. Dead Release

Teknik satu ini dilakukan setelah tali busur dilepas, lengan penarik harus selalu pada posisinya. Sebaiknya lengan tetap menempel di bagian dagu sesuai posisi semula.

b. Active Release

Setelah melepas tali busur, lengan penarik dapat digerakkan ke belakang dengan menelusuri bagian leher dan dagu.

c. Follow Through

Teknik ini dilakukan pengendalian tembakan dengan alami dan saat dilakukan berlebihan akan menimbulkan kekacauan pada titik berat sebuah panah.

Teknik release akan berakhir dengan baik jika dilakukan menggunakan kekuatan penuh dari tali busur yang digunakan oleh pemanah. Sebab kekuatan akan dimaksimalkan untuk mencegah terjadinya getaran pada tali.

Menahan Sikap Panahan (After Hold)

After hold menjadi teknik terakhir dalam memanah, dimana pemanah harus mampu menahan sikap memanah selama beberapa detik setelah melepas anak panah. Sesudah anak panah dilepaskan, Anda wajib menahan posisi pada sikap panahan.

Tujuan dari posisi ini yaitu untuk mengendalikan gerakan setelah selesai memanah. Tangan untuk menarik busur harus berada di posisi seperti awal lurus ke arah target. Sebab tali busur akan kembali seperti semula sebelum ditarik.

Teknik after hold membuat pemanah harus menahan posisi selama 2 detik setelah melepas anak panah sampai anak panah tersebut sampai pada permukaan sasaran.

5 Faktor Latihan Untuk Cara Memanah Yang Benar

Bagi pemula yang ingin belajar cara memanah yang benar, sebaiknya perlu mempersiapkan dan memperhatikan 5 faktor berikut:

Kekuatan Badan di Bagian Atas

Ketika menarik busur, tekanan akan ditempatkan pada dua otot tangan, otot bahu, otot punggung dan otot dada. Memanah juga menyerupai olahraga angkat beban yang mengharuskan pemanah menahan tekanan beberapa detik sebelum melepas busur.

Tekanan serta pelepasan busur dilakukan secara berulang sehingga mengarah pada perkembangan otot tubuh bagian atas. Perkembangan otot tersebut juga bergantung pada intensitas dan durasi berlatih memanah.

Keseimbangan

Faktor ini sangat berpengaruh pada keberhasilan memanah. Saat memanah Anda harus menahan tubuh sebelum melepaskan busur. Latihan memanah bisa membantu Anda memperoleh keseimbangan tubuh dan fokus untuk menembak target.

Semakin sering Anda menerapkan cara memanah yang benar, otot inti akan semakin terbiasa menyeimbangkan tubuh serta menjaga supaya stabil ketika melepas panah.

Koordinasi

Memanah membutuhkan koordinasi antara mata dan tangan. Dengan rutin berlatih cara memanah yang benar, bisa melatih tangan agar bekerja sama ketika melakukan tugas berbeda, seperti membidik maupun melepas anak panah berdasarkan hasil pengamatan mata.

Latihan memanah dengan intensitas yang rutin dapat meningkatkan koordinasi mata dan tangan sehingga menciptakan pembidikan yang tepat.

Berjalan

Saat kompetisi, pemanah bisa berjalan sejauh 8 kilometer untuk berpindah ke berbagai sisi memanah. Meski aktivitas berjalan tersebut dilakukan dengan durasi pendek dan lebih sering, efeknya secara kumulatif bisa meningkatkan kesehatan otot, jantung serta kekuatan kaki.

Fokus

Olahraga memanah sangat membutuhkan fokus yang baik agar memperoleh hasil bidikan secara tepat. Fokus yang terus dilatih dan dikembangkan dapat memberikan manfaat yang bagus bagi kesehatan mental.

Semakin Anda terbiasa fokus pada target, semakin mudah juga untuk menjernihkan pikiran sekaligus meraih kesuksesan saat berlatih dan berkompetisi memanah.

Fokus juga membantu Anda lebih tenang dan terhindar dari emosi yang tidak terkontrol saat memanah.

Baca : 16 Manfaat Memanah Bagi Tubuh

Nah, ternyata sangat banyak yang teknik memanah yang belum banyak diketahui banyak orang dan juga cara memanah yang benar di atas semoga menjadi bahan bacaan yang bermanfaat ya!

Wahyu Blahe
Wahyu Blahe Guru SEO, Digitalpreneur, Public Speaker, Konsultan Digital Marketing, Blogger Medan | WA: 085261199133